RIAUBOOK.COM - Menindaklanjuti hasil dari berbagai pertemuan dan audiensi yang telah dilakukan mengenai Pengembangan Hutan Serbaguna Muchtar Lutfi, BEM Universitas Riau lakukan gerakan lanjutan dalam bentuk Diskusi Komprehensif dengan tema "Kupas Tuntas Permasalahan Hutan Serbaguna dan Rekomendasi untuk Pengembangan Hutan Kampus Lebih baik" yang bertempat di Ruangan 204 Dekanat FMIPA pada Jum'at (08/12/2017) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Teknis Hutan Serbaguna Muchtar Lutfi yaitu Dr. Suwondo, M.Si. Dalam pelaksaannya, diskusi ini dipimpin oleh perwakilan mahasiswa dari BEM Universitas Riau yaitu Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Sri Maharani Siddiq dan Dirjen Lingkungan Rio Riduan, serta dihadiri oleh beberapa staff Kementerian Lingkungan Hidup BEM UR, Perwakilan Mahasiswa Biologi FMIPA, BEM Fakultas Pertanian, Mahasiswa Kehutanan dan sejumlah mahasiswa dari berbagai jurusan.
Diskusi komprehensif ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari salah satu poin kesepakatan yang telah dicapai antara pihak pelaksana teknis dengan perwakilan mahasiswa pada pertemuan sebelumnya. Dimana pada isi kesepakatan tersebut, pihak terkait yang dalam hal ini adalah pelaksana teknis akan melakukan sosialisasi dan menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak terkait pengembangan hutan serbaguna yang lebih baik.
Kegiatan diskusi komprehensif berlangsung lancar, diawali dengan penyampaian materi dan penjelasan yang dilakukan oleh Dr. Suwondo, M.Si tentang Pengembangan dan Kejelasan dari Hutan Serbaguna Muchtar Lutfi. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari mahasiswa dan dilanjutkan dengan penyampaian poin-poin rekomendasi oleh mahasiswa. Adapun hasil dari Diskusi Komprehensif tersebut diantaranya adalah :
1. Kampus Bina Widya UR merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota Pekanbaru dengan luas 58 Ha sesuai SK Walikota Pekanbaru No 97 tahun 2007.
2. Pembentukan Hutan Serbaguna menggunakan pendekatan multidisiplin.
3. Tahapan pengembangan Hutan Serbaguna dimulai dari persiapan lahan dan penataan areal tanam (cluster), penanaman, pemeliharaan, konservasi tanah dan air (penanaman legue cover crop), penataan landscape track, saung dan aliran air, penataan taman (direncanakan akan ditanami tanaman hias), penataan kelembagaan serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan BPDAS-HL, Universitas Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Mahasiswa.
4. Pada lahan sawit 0,8 Ha akan dilakukan penyisipan dengan pendekatan agroforestry dengan jenis Meranti, Gaharu dan Jengkol.
5. Pada bagian waduk akan dijadikan koleksi bambu Universitas Riau.
6. Tanaman Cover Crop akan selesai seluruhnya pada bulan Januari 2018.
7. Pihak PSLH berkomitmen tidak akan ada penebangan lanjutan dibawah tanggung jawab Dr. Suwondo, M.Si.
Dalam kesempatan lain, Randy Lorena Candra menyatakan bahwa kedepannya, permasalahan Hutan Serbaguna Muchtar Lutfi ini akan terus dilakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap berbagai kesepakatan yang sudah dicapai bersama.
"Pihak BEM Universitas Riau melalui Kementerian Lingkungan Hidup siap menerima berbagai saran dan rekomendasi serta berbagai laporan jika ada hal yang tidak sesuai terjadi dalam Pengembangan Hutan Serbaguna ini untuk kemudian disampaikan kepada pihak PSLH (Pusat Studi Lingkungan Hidup) Universitas Riau," Tutup Randy. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…