RIAUBOOK.COM - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau periode 2011 - 2018 mengalami penurunan sebesar 3,23 persen, Gubernur Riau Syamsuar menilai hal itu perlu menjadi perhatian serius.
Di tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Riau berada pada angka 5,57 persen, turun menjadi 2,34 persen di tahun 2018, dia katakan, permasalahan tersebut menjadi salah satu indikator yang harus disampaikan di awal periode kepemimpinannya.
"Pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2018 sebesar 2,34 persen, mengalami penurunan 0,34 persen dibanding tahun 2017," ujar Syamsuar saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Riau untuk tahun 2020 di Pekanbaru, Kamis (28/3/2019).
Pergeseran struktur perekonomian Riau tahun 2012 ke tahun 2018 tersebut, disebabkan karena penurunan harga komoditas Migas yang mengakibatkan menurunnya minat investasi pada sektor pertambanganan dan industri pengolahan.
Kebijakan Amerika menurunkan defisit perdagangan,turut berdampak pada pelemahan perdagangan internasional yang mempengaruhi penurunan produksi dan harga minyak bumi, khusunya pada triwulan IV 2018.
Selain itu, rendahnya pertumbuhan ekonomi Riau juga dipengaruhi harga komoditas perkebunan sawit dan karet yang menjadi andalan.
Dikatakan Syamsuar, untuk mengatasi permasalahan itu diperlukan rumusan perencanaan pembangunan yang menyentuh langsung kepada masyarakat, "berdasarkan hasil evaluasi pembangunan, memperhatikan prioritas nasional, maka tema perencanaan pembangunan Provinsi Riau tahun 2020 adalah; melalui pemerataan dan peningkatan kualitas Sumberdaya manusia dan infrastruktur, kita tingkatkan daya saing industri, pertanian dan pariwisata Riau". (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…