RIAUBOOK.COM - Tabir gelap dugaan praktik lancung di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Riau kian tersingkap. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (29/4/2026), sebuah fakta mencengangkan terungkap mengenai cara "senyap" distribusi uang haram yang melibatkan sandi khusus merek pakaian luar negeri: "Volcom".
​Kasus ini menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, bersama Kepala Dinas PUPR-PKPP, M. Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur, Dani M. Nursalam, sebagai terdakwa atas dugaan pemerasan dan penerimaan suap miliaran rupiah.
​Transaksi Subuh yang Misterius
​Saksi Brantas Hartono, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bina Marga, membeberkan kronologi penyerahan uang senilai Rp1 miliar kepada sosok misterius. Transaksi ini bak adegan film detektif, dilakukan sesaat setelah azan subuh berkumandang di depan kediaman pribadi Brantas.
​"Orang itu datang pakai sepeda motor, pakai helm, dan jaket. Saat di depan pagar, dia menyebut kode 'Volcom'. Setelah itu, saya langsung serahkan uangnya," ujar Brantas di hadapan majelis hakim yang diketuai Delta Tamtama.
​Brantas mengaku proses tersebut berjalan kilat, tak sampai satu menit. Ia bahkan tidak mengetahui siapa sosok di balik helm tersebut. Kode "Volcom" sendiri dipilih secara spontan oleh terdakwa Dani M. Nursalam karena saat itu Brantas sedang mengenakan baju dengan merek tersebut.
​Aliran Dana "Japrem" dari UPT
​Uang satu miliar dalam tas ransel hitam itu bukanlah dana pribadi, melainkan bagian dari uang kutipan atau "Japrem" (Jatah Preman) yang dikumpulkan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas PUPR-PKPP.
​Saksi lain, Ferry Yunanda selaku Sekretaris Dinas, mengonfirmasi bahwa dana tersebut berasal dari "setoran loyalitas" enam UPT di lingkungan Bina Marga.
​"Total yang terkumpul sekitar Rp1,8 miliar dari enam UPT. Disampaikan ada kebutuhan yang akan diteruskan melalui Dani (Tenaga Ahli Gubernur)," ungkap Ferry.
​Ancaman "Matahari Hanya Satu"
​Praktik ini diduga berakar dari instruksi langsung Abdul Wahid dalam rapat di rumah dinas gubernur pada April 2025. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan bahwa sang Gubernur sempat mengeluarkan ultimatum keras dengan jargon "Matahari Hanya Satu".
​Pernyataan itu merupakan kode agar seluruh pejabat patuh sepenuhnya. Jika tidak, ancaman mutasi dan pencopotan jabatan menanti.
​Awalnya, para Kepala UPT diminta menyetor 2,5% dari pergeseran anggaran. Namun, angka tersebut "digenjot" hingga menjadi 5% atau sekitar Rp7 miliar atas koordinasi Kepala Dinas. Hingga saat ini, total dana yang diduga berhasil diperas dari para pejabat tersebut mencapai Rp3,55 miliar, yang dialokasikan untuk berbagai kepentingan non-kedinasan sang Gubernur.
​Poin Kunci Persidangan:
​Modus: Penyerahan uang menggunakan sandi khusus untuk memutus rantai jejak.
​Barang Bukti: Tas ransel berisi uang Rp1 miliar yang diserahkan usai Salat Subuh.
​Motif: Dugaan pemerasan terhadap bawahan dengan ancaman mutasi jabatan (Loyalty Fee).
​Terdakwa Utama: Abdul Wahid (Gubernur Nonaktif), M. Arief Setiawan (Kadis), dan Dani M. Nursalam (Tenaga Ahli).
​Sidang akan terus dilanjutkan untuk menggali sejauh mana aliran dana ini mengalir ke kantong para pemangku kebijakan di Bumi Lancang Kuning. (ist)
Terkait
RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika di…
RIAUBOOK.COM - Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan dugaan pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR-PPKP Provinsi Riau yang digelar di…
RIAUBOOK.COM - Puluhan massa yang tergabung dalam kelompok relawan anti korupsi mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri…
RIAUBOOK.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Di bawah terik matahari di…
RIAUBOOK.COM - Sidang dugaan korupsi "Jatah Preman" yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid (AW), kembali memanas di Pengadilan…
RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) resmi menetapkan seorang pengusaha berinisial…
RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, pada Senin (13/4/2026).…
RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami skandal dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau…
RIAUBOOK.COM - Gelombang tuntutan agar Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, bersikap jujur dalam persidangan dugaan korupsi pemerasan jabatan kian menguat,…
RIAUBOOK.COM JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah mengamankan Jatmiko Dwi Seputro, politisi PDI Perjuangan sekaligus adik…
RIAUBOOK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur pada Sabtu…
RIAUBOOK.COM - Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran Dinas PUPRPKPP Riau yang menyeret Gubernur Riau nonaktif,…
RIAUBOOK.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar siasat licin di balik dugaan korupsi yang…
RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo…
RIAUBOOK.COM - Tabir dugaan pemerasan senilai Rp3,55 miliar yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, kian terang benderang. Dalam…
RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) resmi melakukan asesmen terhadap permintaan perlindungan yang diajukan oleh…
RIAUBOOK.COM - ​Gubernur Riau Nonaktif, Abdul Wahid, resmi menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut…
RIAUBOOK.COM - Ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru menjadi saksi bisu dimulainya babak baru…
RIAUBOOK.COM - Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dijadwalkan menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif, Abdul…
RIAUBOOK.COM - Pelabuhan Roro Air Putih yang biasanya tenang mendadak mencekam pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Tim Satresnarkoba Polres Bengkalis…
Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…