RIAUBOOK.COM - Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemerintah Provinsi Riau ingin ambil andil dalam pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) akibat kegiatan eksploitasi migas yang dilakukan oleh PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) sejak puluhan tahun lalu.
Kepala Dinas Kepala Dinas Energi dan Sumber Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus Lukman mengatakan, PT. CPI berkewajiban untuk menyelesaikan masalah lingkungan yang menjadi "PR" sebelum berakhirnya kontrak pada Agustus 2021 mendatang.
"Kemarin sudah ada penandatanganan MoU antara Chevron dengan PT. Nasional Hijau Lestari (NHL) yang notabene adalah BUMN baru. Tujuannya untuk mengatasi limbah tercemar, tapi kita dari Pemprov Riau tidak tinggal diam, kita ingin teman-teman itu nanti menggandeng BUMD kita dalam mengatasi masalah ini, kata Indra Kepada RiauBook.com, Senin (21/1/2019) di Pekanbaru.
Kata Indra, luasan TTM di Provinsi Riau akibat kegiatan eksploitasi PT. CPI hingga saat ini masih belum jelas, "awalnya 9 juta meter kubik, terus turun lagi, dapat temuan baru lagi, kita kesusahan juga karena secara aturan kita tidak diperkenankan untuk mendata, sejauh ini laporan mereka bersifat indikatif, masih perkiraan-perkiraan saja, karena titiknya banyak, apalagi luas konsesi Chevron itu sekitar 6000 Km persegi".
Kata Indra, karena selama ini belum ada pemanfaatan TTM, PT. CPI hanya membuat landfill (galian untuk menampung limbah).
"Pertama mereka melakukan Bioremediasi (penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan) yang kemudian bermasalah, terus mereka membuat landfill di Siak, dan kemarin dia mengusulkan landfill lagi di Duri, Bengkalis, itu sekitar 1,2 juta meter kubik di lahan seluas 43 hektar," ungkapnya.
Indra menerangkan, secara teknis TTM bisa disebabkan oleh bencana, "pergerakan tanah dibawah itu kita tidak tahu, sementara ini kan ada pipa yang ditanam, dengan usia pipa yang sudah cukup tua kemudian juga mungkin dilewati oleh alat berat untuk membuka lahan, itu yang mungkin jadi penyebab".
"Selain itu, di sekitar sumur ketika pengeboran, pertama kali minyak itu menyembur dan belum tersambung pipa, ini juga menjadi penyebab, dan dulu aturan belum mensyaratkan pengendalian lingkungan seperti sekarang, makanya jalan-jalan Chevron dulu itu disiram minyak sama mereka untuk mengikat debu," tambahnya lagi.
Indra menuturkan, dalam waktu mendatang pihaknya akan memfasilitasi BUMD setempat supaya mendapat andil dari proyek yang digarap PT. NHL.
"Karena TTM ini bisa untuk infrastruktur jalan, TTM ini di mix untuk dijadikan bahan material," demikian Indra. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…