RIAUBOOK.COM - Kehadiran 27 titik toko modern (Indomaret) di Kabupaten Bengkalis, meresahkan pedagang (kedai) tradisional disekitar toko modern tersebut.
Kondisi disikapi oleh DPRD Kabupaten Bengkalis dengan melakukan hearing lintas komisi dengan Indomaret dan instansi terkait.
Hearing dipimpin Wakil Ketua DPRD Bengkalis DR. H.Indra Gunawan. Dihadiri anggota DPRD Azmi R Fatwa SIP, Indrawan Sukmana ST, Zamzami SH, Hendri HS SAg, Daud Gultom, dr Moris B Sihite, Hj Aisyah dan H.Jasmi. Sementara dari Pemkab Bengkalis hadir Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Raja Airlangga bersama Kabid Perdagangan Burhanudin. Basuki Rahmat dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT), Sekretaris Dispenda Tarmizi Yahya, Plt Kepala Satpol PP Kusnen dengan Kabid Tibum dan PPD Hengki Irawan serta perwakilan Indomaret, Sumbodo.
Dalam hearing terungkap, ternyata dari 27 titik Indomaret semuanya tanpa izin usaha toko swalayan . 3 dari 27 toko modern itu hanya memiliki izin gangguan (HO).
Namun, belum sekalipun ada tindakan tegas dari instansi terkait dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis.
Berhubung tidak memiliki izin, dewan sepakat merekomendasikan untuk sementara Indomaret harus ditutup, menunggu izin keluar.
Rekomendasi ini disampaikan DR. H.Indra Gunawan sebelum menutup hearing.
"Jadi kami merekomendasikan ditutup sementara, sampai mereka (Indomaret) mengantongi izin," kata Indra Gunawan. (Doang)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…