DAKWAH JUMAT

Efisiensi Vs Berkah

Mana yang Anda pilih: menggunakan jasa bank syariah tapi mahal atau bank konvensional tapi lebih murah?; Pemimpin muslim yang korup atau pemimpin non-Muslim yang bersih?

Pertanyaan di atas berbeda, tapi esensinya sama. Umumnya yang ditanya menjawab, tidak semua bank syariah layanannya lebih mahal, yang lebih kompetitif juga banyak. Sebagaimana mungkin ia juga menjawab, tidak semua Muslim korup, yang bersih juga banyak.

Kalau dipetakan, pertanyaan di atas ada tiga kemungkinan: pertama, mutlak pilih bank syariah (panggilan agama); kedua, mutlak memilih yang kompetitif/murah (pertimbangan efisiensi); ketiga, kelompok wait and see. Kalau lagi menguntungkan di bank syariah, ia pindah ke syariah. Sebaliknya kalau lagi ada tawaran yang menggiurkan dari bank konvensional, ia lompat pagar. Mana yang kira-kira akan Anda pilih?

Efisiensi

Bagi kalangan Muslim rasional, peta kedua mungkin lebih mendapatkan tempat. Kelompok ini melihat beragama tidak berarti harus membabi buta, apalagi kalau terkait muamalah. Antum a'lamu biumuriddunyakum. Kamu lebih tahu urusan duniamu, kira-kira itu dalil yang sering digunakan. Bahkan, ketika disodori dalil yang bersifat qath'y (pasti) terkait transaksi riba di perbankan, mereka masih akan mencari celah. Misalnya, bunga bank saat ini dianggap tidak memberatkan, sehingga dibolehkan. Tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan nalar manusia. Bukankah karena nalar itu Nabi Ibrahim menemukan Tuhan?

Penggunaan nalar dalam ekonomi, sering merujuk kepada kalkulasi efisiensi. Sederhananya, ekonomi efisien bila sumber daya sudah digunakan optimal, tidak ada yang mubazir, baik dari sisi waktu, usaha, keterampilan, maupun harga. Kalau kualitasnya relatif sama, mengapa pilih yang mahal? Jadi, kalau logika efisiensi yang dipakai, memilih bank syariah yang kurang kompetitif (lebih mahal) bisa dikategorikan "memaksakan" atau bahkan sebuah "kemubaziran". Bukankah mubazir menjadi temannya setan?

Bagi kelompok pertama, urusan untung-rugi, tidak terlalu relevan. Menjalankan perintah agama (menghindari riba), itu jauh lebih penting. Masih ingat dulu, waktu krismon tahun 1997/8, sementara bank syariah memberikan bagi hasil di kisaran enam persen, bank konvensional obral bunga hingga 10 kali lipatnya. Apakah nasabah bank syariah tergiur memindahkan simpanannya? Mungkin ada (masuk kelompok ketiga), tapi sebagian lagi kukuh memilih menjadi nasabah loyal. Mereka tutup mata saja. Lho apa tidak rugi? Inikah orang-orang pandir? Orang-orang yang terpasung dan kurang luwes dalam memahami teks agama?

Untuk menjawabnya, saya ingin mengutip sebuah survei yang dilakukan di Malaysia. Dalam paper yang dipublikasikan di jurnal Sciences, Azmi (2014) menginvestigasi 23 wanita pemilik bisnis. Motivasi mereka melakukan bisnis Islami karena mencari berkah (26,1 persen) sementara yang motivasi karena logika ekonomi (mencari profit) hanya 4,3 persen. Hemat saya, ini cukup mengejutkan dan mengingatkan saya ketika tahun 2005-7, ada klien perusahaan yang kami tangani, sebuah bank Islam, kinerja keuangannya terjun bebas hingga rugi hampir 27 juta ringgit (sekitar Rp 81 miliar). Padahal, sebelumnya masih membukukan kinerja positif. Pilihannya hanya dua: dilikuidasi atau disuntik modal. Manajemen menerima saran di luar pakem: memfokuskan proses berkah terjadi dalam setiap lini (di antaranya dengan menjadikan tempat kerja sebagai tempat ibadah dan banyak sedekah). Tidak dinyana tidak diduga, keuntungan tahun berikutnya langsung terkerek hingga mencapai 40 juta ringgit. Tidak itu saja, Bank Sentral juga terkaget-kaget ketika menerima laporan dari manajemen, angka fraud (manipulasi) bisa dipangkas hingga di bawah dua digit. Mengapa recovery-nya bisa sengebut itu?

Berkah

Secara harfiah berkah atau barakah merujuk pada tiga arti: berkembang (an-namaa'), bertambah (az-ziyadah), dan berbahagia (as-sa'adah). Berkah dimaknai jawami'ul khair (berkumpulnya kebaikan atau nikmat yang banyak). Berkah tidak selalu berupa material, tetapi juga bisa spiritual. Contoh sederhana: seorang guru di pesantren, misalnya, rela bekerja siang malam, tanpa pernah mengeluh. Tidak pernah terlintas sedikit pun niat untuk melakukan demo, sebagaimana mungkin sering kita lihat dari guru-guru di lembaga formal dalam memperjuangkan nasib. Kok bisa? Salah satu alasannya adalah mengejar faktor berkah.

Justifikasi filosofisnya bisa merujuk pada surah al-A'raf ayat 96. Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, sungguh akan Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu berkah dari langit dan bumi. Kata yang dipakai dalam ayat ini, barakaat (berakah-barakah atau berkah) bukan arzaaq (rezeki-rezeki). Ini mengindikasikan kalau berkah itu sudah pasti menjadi rezeki, tapi kalau rezeki belum tentu berkah. Sebagaimana Nabi berdoa, "Ya Allah saya mohon dianugerahi ilmu yang bermanfaat dan rezeki yang baik (thoyyib)". Kalau ada rezeki yang baik, berarti mafhum mukhalafah-nya (pemahaman terbaliknya) ada pula rezeki yang jelek. Sebagaimana banyak pejabat yang mengakumulasi kekayaan dari jalur tidak wajar, lalu menjumpai dirinya atau anggota keluarganya memetik berbagai musibah: dari penyakit, selingkuh, hingga narkoba. Boleh jadi rezekinya tidak berkah.

Berkah turun ada syaratnya. Di awal ayat gamblang disebut: pelakunya memiliki dua kualitas: beriman dan bertakwa. Tanpa dua hal ini dipenuhi, Allah tidak akan menurunkan berkah. Dengan logika seperti ini, saya memahami mengapa dai sekaliber Aa Gym, berkukuh tidak akan memilih pasangan calon (paslon) non-Muslim dalam pilkada. Meskipun paslon itu mengklaim sederet prestasi. Prestasi keduniaan tanpa adanya berkah, banyak mudharatnya. Sebagaimana Namruj dan Fir'aun telah membangun Babilonia dan Mesir, tapi sekaligus mengukuhkan sebagai penindas dan tiran dalam sejarah.

Sebagai penutup, saya ingin berbagi pengalaman pribadi. Dulu saya pernah mengajukan kredit mobil. Saya gembira ketika mendapatkan banyak potongan harga. Termasuk asuransi tiga tahun all risk. Namun ketika saya menginginkan vendornya dari syariah, hampir semua diskon dicabut. Agen beralasan mereka tidak punya afiliasi perusahaan syariah. Tambah runyam ketika asuransi syariah dengan harga yang sama hanya bisa memberikan setahun all risk, sisa dua tahun TLO (total loss only). Artinya, kendaraan baru akan diganti oleh asuransi kalau rusak 75 persen, kalau sekadar terkena baret atau kehilangan spion atau penyok, tidak. Saya dan istri memutuskan tetap memilih syariah, dengan risiko diskon dicabut dan bayar asuransi lebih mahal.

Rugikah saya? Hitungan efisiensi begitu. Tapi, sungguh tidak dinyana dalam beberapa waktu kemudian, seseorang menelepon menanyakan properti yang akan kami jual. Properti ini sudah cukup lama diiklankan dan tidak laku-laku. Kalaupun ada yang menawar, harganya bak bumi dengan langit. Namun, penelepon kali ini menawarkan harga bersahabat. Di akhir transaksi, saya bukan hanya mendapatkan keuntungan normal, melainkan juga ekstra dua kali lipat keuntungan yang saya bayarkan kepada keuangan syariah. Dari kasus ini, saya mengambil hikmah. Kalau yang dicari berkah, profit mengikuti. Sebaliknya, kalau hanya untuk tujuan profit, jangan mimpi dapat berkah.

M Luthfi Hamidi

Dosen STEI SEBI, Mahasiswa Doktoral Department Accounting, Finance, and Economics, Griffith University

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Peringatan Maulid Nabi di Pariaman, Angkutan Sewa di Dumai Kebanjiran Penumpang

Riau Book-Angkutan sewa eksekutif di Dumai tujuan Kabupaten Padang Pariaman mengalami peningkatan jumlah penumpang, dimana para perantau minang dari negeri…

Foto

Baznas Pelalawan Akan Gelar Seminar Zakat Nasional

Riaubook - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pelalawan akan melaksanakan Seminar Zakat Nasional yang direcanakan tanggal 20 Desember 2016…

Foto

Sekjend MUI: Teladani Sifat Rasulullah

Riau Book - Sekretaris Jenderal Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Tengku Zulkarnain dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438…

Foto

Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah Menuju Masyarakat yang Agamis

Riau Book - Bupati Siak Syamsuar menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H di Mesjid Sultan Syarif Hasyim Komplek…

Foto

Peringatan Maulid Nabi, Ratusan Masyarakat Padati Islamic Center Siak

Riau Book - Ratusan masyarakat Siak membanjiri Masjid Sultan Syarif Hasyim atau Islamic Center Siak guna menghadiri acara Maulid Nabi…

Foto

Tarbiyah Kuansing Lahirkan Kader yang Bisa Memajukan Daerah

Riau Book - Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuansing H Sukarmis berharap kedepan Tarbiyah Islamiyah Kuansing melahirkan kader-kader yang siap…

Foto

Malam Ini, Maulid Nabi Masjid YAMP Hadirkan Pencerahan Dari Kalimantan

Riau Book - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Yayasan Amal Bhakti Pancasila Kantor Bu Inhil akan dilaksanakan malam…

Foto

Pansel Baznas Pelalawan Antar 5 Nama Capim ke Pusat

Riaubook - Setelah melalui tahapan proses pendaftaran dan penyaringan Calon Pimpinan (Capil) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pelalawan, Panitia…

Foto

Beginilah Kondisi Masjid Agung Kuansing Saat Subuh 1212

Riau Book — Masjid Agung Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tampak padat jamaah Shalat Subuh untuk ikut dalam gerakan nasional, Senin…

Foto

Gerakan 1212 Diharapkan Jadi Momentum Memakmurkan Masjid Bangun Peradaban

Riau Book - Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin berharap, gerakan suci pada 12.12 yakni Salat Subuh berjamaah…

Foto

Syamsuar: Langkahkan Kaki Menuju Masjid

Riau Book - Sejumlah wilayah di Indonesia menggelar salat subuh berjamaah bersamaan dengan momen '1212' . Termasuk Kabupaten Siak, Masjid…

Foto

Pawai Peringatan Maulid Nabi di Siak Berlangsung Meriah

Riau Book - Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1438 H, jika kebanyakan orang menggunakan bunga untuk pawai, kini Madrasah…

Foto

Pulang dari Umroh, 41 Penggiat Agama Disambut Plt Sekda

Riau Book — Sebanyak 41 orang penggiat agama Islam yang menerima penghargaan ibadah umroh dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Sabtu (10/12/2016)…

Foto

MUI Siak Gelar Seminar Ukhuwah Islamiyah

Riau Book - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Siak melakukan seminar Ukhuwah Islamiah, seminar tersebut dilaksanakan di gedung Tengku Mahratu Siak,…

Foto

Turut Berduka Atas Gempa di Aceh, Polres Inhil Kumpulan Sumbangan

Riau Book - Bertempat di lapangan Apel Polres Inhil Jalan Gajah Mada No. 2 Tembilahan Personel Polres Inhil laksanakan pengumpulan…

Foto

Wakil Bupati Inhil Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Concong

Riau Book - Wakil Bupati H.Rosman Malomo di dampingi Anggota DPRD Inhil Taufi Hidayat hadiri pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad…

Foto

Babak Baru Kasus Dugaan Penista Agama, Inilah Nama-nama Hakim dalam Sidang 'Angka Sial' Ahok

Riau Book - Dugaan kasus penista agama yang melibatkan gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus bergulir dan…

Bupati Berharap Rakerda MUI Bengkalis Perkuat Peran Ulama

Riau Book — Bupati Bengkalis diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) H Arianto membuka rapat kerja daerah Majelis Ulama…

Foto

Saksikan, Ulama Jihad Lawan Korupsi dalam Buku

Riau Book - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menerbitkan buku berkisah Jihad Nahdlatul…

Foto

212 Super Damai, Pelalawan Gelar Zikir dan Doa Bersama

Riaubook - Wakil Bupati Pelalawan H. Zardewan mengikuti Zikir dan Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Ulul Azmi,…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan