Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran

SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati. Debu, truk CPO, dan kapal di kejauhan selalu mengingatkan saya: wilayah kita ini hidup dari laut dan tanah. Karena itu, wacana Provinsi Riau Pesisir dengan pusat pemerintahan di koridor Bukit Kapur - Bathin Solapan bukan sekadar ambisi politik. Ini adalah koreksi sejarah. Selama ini kebijakan pembangunan selalu ditarik ke Pekanbaru yang karakternya daratan. Padahal 5 daerah yang akan bergabung: Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, dan Kota Dumai, napasnya adalah pesisir dan Selat Malaka.

Secara teori, ini sejalan dengan Growth Pole Theory dari Perroux. Teori ini bilang pertumbuhan tidak terjadi merata di semua tempat, tapi terkonsentrasi di kutub pertumbuhan yang kemudian menyebar. Dumai sudah lama jadi kutub karena pelabuhan dan kilangnya. Bukit Kapur memiliki kontur lebih tinggi, stabil, minim banjir, cocok untuk pusat pemerintahan dan data. Bathin Solapan punya dataran rendah dengan sumber air dan lahan pengembangan. Menaruh pusat pemerintahan di antara keduanya berarti kita sengaja menciptakan kutub baru yang terhubung, bukan kutub yang saling berebut.

Lalu bagaimana dengan Core-Periphery Theory? Selama ini Riau Pesisir posisinya perifer: jauh dari pusat keputusan, infrastruktur datang bukan yang pertama, pelayanan publik sering tertinggal. Anak dari Meranti harus 6 - 8 jam ke Pekanbaru hanya untuk urus administrasi provinsi. Dengan provinsi sendiri, jarak birokrasi memendek. Itu bukan soal gengsi. Itu soal biaya transaksi. Ketika biaya transaksi turun, investasi masuk, pelayanan cepat, maka daerah perifer bisa naik kelas jadi semi-core. Itulah yang kita kejar.

Konkretnya apa? Lihat angka. Calon Provinsi Riau Pesisir punya luas sekitar 29,4 ribu km² dan penduduk 2,219 juta jiwa. Itu 32% wilayah dan 34% penduduk Riau. Artinya kita tidak sedang memecah yang kecil. Kita sedang memisahkan blok ekonomi yang selama ini menyumbang besar tapi menerima alokasi terbatas. Dengan APBD provinsi sendiri, jalan lintas pesisir Rohil - Bengkalis - Meranti bisa jadi prioritas, bukan proyek nomor buncit di daftar.

Saya optimis karena fondasi ekonominya sudah ada. Ini bukan membangun dari nol. Dumai punya pelabuhan dan industri. Bengkalis punya migas dan pertanian. Siak punya wisata dan industri. Rohil punya perikanan terbesar di Riau. Meranti punya potensi maritim dan perbatasan. Menurut Export Base Theory, daerah akan maju kalau punya sektor basis yang bisa dijual keluar. Kita punya itu: CPO, migas, ikan, kayu olahan, dan jasa logistik Selat Malaka. Tugas provinsi baru adalah hilirisasi. Jangan lagi ekspor CPO mentah. Bikin oleokimia, biodiesel, dan industri pendukung di koridor ibukota baru.

Titik Bukit Kapur - Bathin Solapan dipilih bukan karena "tengah-tengah" secara garis lurus. Tapi karena logika tanah dan air. Bukit Kapur memberi kestabilan struktur untuk gedung pemerintahan, rumah sakit rujukan, dan kampus. Bathin Solapan memberi akses air dan ruang ekspansi kota. Ini mirip konsep Central Place Theory: ibukota harus berada di lokasi yang meminimalkan jarak dan memaksimalkan jangkauan pelayanan ke seluruh wilayah. Dari titik ini, ke Bagansiapi, ke Selatpanjang, ke Duri, jaraknya lebih rasional dibanding harus ke Pekanbaru.

Tentu ada ujian. Pemekaran sering gagal karena 3 hal: tidak mandiri fiskal, konflik aset, dan birokrasi gemuk. Saya tidak menutup mata. Tapi justru karena kita sudah belajar dari DOB lain, kita bisa desain lebih baik. Sejak hari pertama, Riau Pesisir harus pegang prinsip fiscal decentralization with accountability. PAD dari pelabuhan, pajak daerah, dan bagi hasil SDA harus langsung diputar untuk infrastruktur produktif, bukan untuk gedung megah. Transparansi anggaran harus jadi budaya, bukan slogan.

Yang membuat saya paling optimis adalah manusianya. Pada 26 Juli 2026 forum tokoh, pemuda, akademisi kembali menegaskan komitmen perjuangan ini. Organisasi pemuda, kampus, pelaku UMKM sudah bicara satu bahasa: kita ingin pelayanan yang cepat, kita ingin laut kita dikelola, kita ingin anak-anak pesisir punya masa depan di kampung sendiri. Pembangunan regional tidak akan jalan kalau hanya ditopang beton. Ia butuh social capital. Dan di pesisir, modal sosial itu masih kuat. Gotong royong masih hidup.

Sepuluh tahun dari sekarang saya membayangkan ini: seorang mahasiswa dari Pulau Meranti bisa kuliah di kampus negeri di koridor Bukit Kapur tanpa harus kos mahal di luar. Nelayan Rohil bisa lelang ikan langsung di TPI modern yang terkoneksi tol laut. Investor datang bukan karena insentif, tapi karena logistik kita efisien. Itu bukan utopia. Itu hasil dari keputusan hari ini untuk berani menaruh pusat pemerintahan di garis depan, bukan di belakang. Riau Pesisir bukan sekadar provinsi baru. Ia adalah taruhan kita bahwa pembangunan Indonesia bisa dimulai dari pinggir, dan justru di situlah masa depan kita berada.

Oleh: Rineliana [Akademisi Universitas Dumai, Kandidat Doktor UTeM]

foto

Terkait

Foto

Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias

Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…

Foto

Golkar Riau Akan Dipimpin Seorang Pejuang, Bukan Petarung

Goresan; Nofri Andri Yulan, S.Pi (Generasi Muda Partai Golkar)1. PI (Parisman Ikhwan) didukung penuh oleh Ketua DPD I Partai Golkar…

Foto

Refleksi SMSI Akhir Tahun 2024: Pilar Indonesia Emas 2045

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan catatan akhir tahun 2024 dengan menyoroti kiprah Presiden Prabowo Subianto dalam…

Foto

Demokrasi Terpimpin Syarat Terwujudnya Indonesia Emas 2045

Oleh : H. Makali Kumar, SHSekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)Periode 2024-2029PENGHUJUNG Tahun 2024 telah berada di sini. 2024…

Foto

Catatan Akhir Tahun 2024: SMSI Memperluas Jaringan Internasional

Oleh: DR. Retno Intani ZA, Wakil Ketua Umum SMSI Urusan Luar NegeriSERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) yang berada di kepulauan…

Foto

Ultimatum Virus Akalbudi

Oleh Chaidir (Ketum FKPMR) TAHUN 1445 Hijriyah tenggelam dalam tidurnya yang abadi. Selamanya akan berada dalam…

Foto

SMSI Minta Presiden Terbitkan Perpu UU Kedaulatan Digital Pengganti UU ITE

RIAUBOOK.COM - INI cerita tentang ibu bernama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berusaha menyelamatkan hidup anak-anaknya, 2.000 lebih media…

Foto

Dirut Internal: Sejarah Baru BRK Syariah

Oleh Fazar MuhardiRIAUBOOK.COM - Bank Riau Kepri (BRK) yang telah konversi dari bank konvensional menjadi Bank Umum Syariah…

Foto

Kongres XXV PWI: Anak Muda Itu Jadi Penentu

KONGRES XXV PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang berlangsung 25-26 September 2023 di Bandung, Jawa Barat, sudah berlalu. Ketua Umum lima…

Foto

Budayawan Erros Djarot: Enggak usah merengek-rengek ke Kemenkominfo

BUDAYAWAN, politikus, dan pejuang pers Erros Djarot tampil di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat malam (11/8/2023).Dengan…

Foto

Rancangan Perpres tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital Dukung Jurnalisme Berkualitas Langkah Anti Demokrasi

Oleh Wina Armada Sukardi Pakar Hukum dan Etika Pers KENDATI masih banyak mengandung kontraversial, nampaknya Peraturan Presiden (Perpres) "tentang…

Foto

Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari

Oleh: Sihono HT (Ketua SMSI DIY, Founder Media Startup Wiradesa.co) Presiden Republik Indonesia (RI) berencana menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres)…

Foto

Tanggung Jawab SMSI dan Bisnis Media di Tahun Politik

STABILITAS politik nasional menjadi perhitungan penting bagi kalangan pebisnis, investor, dan perusahaan pers. Politik selalu dimasukkan dalam daftar pertimbangan, sebagai…

Foto

Andika Perkasa: MenHan atau MenkoPolhukam?

JENDERAL TNI Andika Perkasa menjadi sosok yang layak diperhitungkan untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo…

Foto

Aliran Uang Parkir, 'Parkir' di Mana?

DINAS Perhubungan Kota Pekanbaru kembali buat heboh! Per 1 September 2022, tarif parkir tepi jalan umum dinaikkan, dari seribu rupiah…

Foto

Siapapun Presidennya, AHY Menhannya?

AGUS Harimurty Yudhoyono atau AHY merupakan tokoh milenial berlatar belakang militer dengan prestasi yang patut dibanggakan. Walau hanya berpangkat…

Foto

Global Power Inginkan Orang Ini Jadi Presiden, Bukan Anies, Ganjar atau Prabowo

RIAUBOOK.COM - Elektabilitas Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto memang dalam lingkaran tiga besar sebagai Capres potensial 2024. …

Foto

Prabowo 'Alutsista' Menakutkan 2024

PRABOWO Subianto, masih menjadi magnet politik nasional, hasil survei sejumlah lembaga menempatkan mantan Danjen Kopassus itu berada di urutan teratas…

Foto

Pengawasan Penanaman Modal Hasilkan Keuntungan

Oleh Budi Darsono (Mahasiswa Magister Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru) Guna mengakomodir percepatan pembangunan di tengah arus globalisasi tersebut…

Foto

Manfaat Medsos Bagi Praktisi Public Relations Saat Pandemi Covid-19

RIAUBOOK.COM - Menurut jurnal komunikasi yang saya baca tentang "Pemanfaatan Sosial Media bagi Praktisi Public Relations di Yogyakarta" Internet pada…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan