Fakta Persidangan: Dani Serahkan Uang 'Pemerasan' ke Abdul Wahid

Fakta Persidangan: Dani Serahkan Uang 'Pemerasan' ke Abdul Wahid

Ist

RIAUBOOK.COM - Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam mengungkap fakta mengejutkan di sidang kasus dugaan pemerasan anggaran UPT di Dinas PUPR-PKPP Riau dengan terdakwa Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid.

Dani mengaku Abdul Wahid memberikan arahan terkait uang operasional untuk dirinya sebagai tenaga ahli, termasuk mengetahui adanya pemberian uang lain dari Dinas PUPR-PPKP Riau yang diterimanya.

Hal itu diungkapkan Dani yang juga jadi terdakwa dalam kasus ini saat jadi saksi mahkota untuk Abdul Wahid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (4/6/2026).

Dani mengawali keterangan terkait awal dirinya menjadi tenaga ahli gubernur dan hubungannya dengan Abdul Wahid yang telah terjalin sejak lama, sejak keduanya aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dani kemudian mengikuti pemilihan calon anggota legislatif untuk DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Indragiri Hilir (Inhil). Sebulan setelah dilantik, dia diminta Abdul Wahid untuk mundur dan maju Pilkada sebagai calon Bupati Inhil.

Sayangnya, Dani kalah di Pilkada. Dia sempat menenangkan diri, dan belum menemui Abdul Wahid yang menang pemilihan Gubernur Riau berpasangan dengan SF Hariyanto sebagai wakil gubernur periode 2024-2029.

"Saya awalnya tidak langsung pulang ke Pekanbaru. Saya menenangkan diri dulu. Kemudian beliau video call dan menyampaikan agar saya ke Pekanbaru untuk membantu beliau di pemerintahan, walaupun waktu itu belum disampaikan posisi apa," kata Dani.

Dani mengatakan pada masa awal pemerintahan Abdul Wahid, dirinya bersama beberapa orang lain diminta membantu persiapan menjelang pelantikan gubernur.

Setelah Abdul Wahid resmi dilantik, dilakukan pembahasan mengenai penempatan sejumlah orang yang selama ini membantu proses politiknya. Menurut Dani, dirinya sempat ditawarkan menjadi tenaga ahli di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun tawaran tersebut tidak diambil sehingga posisi itu kemudian ditempati Tata Maulana.

"Katanya ada slot tenaga ahli di Dinas ESDM. Saya bilang jangan. Akhirnya Tata yang mengisi slot di ESDM," ujarnya.

Belakangan, Dani ditetapkan sebagai tenaga ahli di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau.

Menurut Dani, pengangkatan tersebut dilakukan atas arahan langsung Abdul Wahid kepada Penjabat Sekretaris Daerah dan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Riau.

"Pak gubernur yang menelepon Pj Sekda dan Biro Hukum. Coba diproses sebagai tenaga ahli di Bappeda. Karena arahan beliau, saya follow up," katanya.

Meski berstatus tenaga ahli, Dani mengaku tidak pernah menerima salinan fisik surat keputusan (SK) pengangkatannya selama menjalankan tugas.

"Ada SK. Saya lupa nomor SK-nya. Cuma fisiknya tidak pernah dikasih. Fisiknya dikasih setelah saya ditahan KPK," ujarnya.

Dalam keterangannya, Dani juga mengaku tidak pernah menerima penjelasan khusus mengenai tugas tenaga ahli. "Saya hanya melihat seperti tenaga ahli di DPRD. Artinya memberikan masukan, saran, dan pertimbangan. Itu dalam pikiran saya saat itu," katanya.

Menurut Dani, selama menjadi tenaga ahli dirinya lebih banyak berkoordinasi langsung dengan Abdul Wahid, dan tidak pernah berkoordinasi dengan wakil gubernur.

Sementara dengan Bappeda, koordinasi dilakukan secara terbatas saat pembahasan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.

"Bappeda sedang fokus terhadap pembahasan RPJMD 2025-2030. Saya melakukan koordinasi, tapi lewat telepon. Kalau rapat saya tidak pernah diundang," ujarnya.

Jaksa kemudian mendalami persoalan hak keuangan Dani sebagai tenaga ahli. Menurut Dani, dirinya tidak pernah menerima gaji selama menjabat tenaga ahli.

Informasi bahwa tenaga ahli tidak dapat dianggarkan dalam APBD 2025 diperolehnya dari Tata Maulana. Kondisi tersebut kemudian disampaikan kepada Abdul Wahid. "Pak gubernur tahu kami tidak digaji," kata Dani.

Saat ditanya apakah Abdul Wahid memberikan solusi terkait persoalan tersebut, Dani menyebut dirinya diarahkan untuk berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M. Arief Setiawan.

"Untuk operasional, coba nanti koordinasikan ke Dinas PU," ujar Dani menirukan arahan yang disebut disampaikan Abdul Wahid kepada dirinya.

Dani mengaku mengenal Arief Setiawan sejak masih menjadi anggota DPRD Riau karena Komisi IV DPRD merupakan mitra kerja Dinas PUPR-PKPP.

Ia kemudian menemui Arief dan menyampaikan kebutuhan operasional dirinya bersama sejumlah orang yang membantu Abdul Wahid.

"Saya sampaikan ke Pak Kadis, saya dan kawan-kawan butuh operasional. Saya minta tolong dipertimbangkan," ujarnya.

Awalnya tidak ada nominal yang dibicarakan. Namun dalam pertemuan lanjutan, menurut Dani, disepakati dana operasional sebesar Rp50 juta per bulan.

"Saya pernah menyampaikan angka di atas Rp50 juta. Saat ketemu lanjutan beliau bilang tidak sanggup," katanya.

Dani mengaku dana operasional tersebut diterima sebanyak lima kali dengan total Rp250 juta. Menurut dia, uang itu diterima langsung dari Arief Setiawan maupun melalui Fauzan, orang suruhan Arief.

Jaksa kemudian menanyakan apakah realisasi dana operasional tersebut pernah dilaporkan kepada Abdul Wahid. "Setiap terealisasi Rp50 juta selalu saya sampaikan," jawab Dani.

Saat ditanya tanggapan Abdul Wahid, Dani mengatakan tidak pernah ada penolakan. "Ya sudah. Kalau beliau juga lihat bahasa tubuh dan kata-katanya, ya, ya. Saya sampaikan, tidak dibantah. Hanya jawab ya," ujarnya.

Selain persoalan operasional, Dani juga mengungkap adanya arahan lain dari Abdul Wahid yang berkaitan dengan penambahan anggaran hasil pergeseran di Dinas PUPR-PKPP Riau.

Menurut Dani, suatu ketika Abdul Wahid menyampaikan bahwa anggaran UPT mengalami penambahan dan meminta agar komitmen dari pihak Dinas PUPR-PKPP diperjelas.

"Pak gubernur mengatakan kalau anggaran UPT sudah bertambah karena pergeseran. Tolong sampaikan ke Arief harus jelas komitmennya," kata Dani.

Pesan tersebut kemudian diteruskan kepada Arief Setiawan. "Saya sampaikan ke Pak Arief, 'Mas, UPT kan sudah ada penambahan anggaran pergeseran. Gimana komitmennya, kata Pak Gub'," ujarnya.

Menurut Dani, saat itu Arief Setiawan memahami maksud pesan yang disampaikan. "Pak Arief sudah paham. Itu terkait operasional Pak Gubernur," kata Dani.

Dani juga mengaku memperoleh informasi dari Abdul Wahid mengenai adanya tambahan anggaran pada Dinas PUPR-PKPP Riau.

"Saya tahu dari Pak Gubernur ada pergeseran. PU dapat Rp271 miliar. Detail angkanya saya tidak tahu, tapi saya tahu ada tambahan anggaran," ujarnya.

Beberapa waktu setelah komunikasi tersebut, Dani mengaku dipertemukan Arief Setiawan dengan Brantas Hartono di sebuah warung kopi.

Dalam pertemuan itu, menurut Dani, Arief memperkenalkan Brantas sebagai pihak yang akan mengeksekusi pemenuhan komitmen yang sebelumnya dibicarakan.

"Pak Arief mengatakan, nanti berurusan dengan ini, yang kemarin itu, pemenuhan komitmen," kata Dani.

Dalam pertemuan tersebut muncul angka Rp1 miliar. Setelah itu, Dani dan Brantas mengatur mekanisme penyerahan uang.

Beberapa hari kemudian, Dani mengaku menerima uang Rp1 miliar dari Brantas di rumah yang bersangkutan pada waktu subuh. Penyerahan dilakukan menggunakan kode berupa pakaian bermerek Volcom.

"Disepakati jemput di rumah Brantas. Untuk mempermudah ditentukan kode Volcom karena baju yang dipakai Volcom," ujarnya.

Dani mengaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor dan menerima sebuah tas ransel berisi uang tunai Rp1 miliar. Setelah menerima uang tersebut, Dani mengaku langsung menemui Abdul Wahid.

"Saya sampaikan, 'Uang yang dari Pak Arief sudah saya terima'," katanya.

Menurut Dani, saat itu dirinya juga menyampaikan nilai uang yang diterima. "Saya sampaikan nilainya Rp1 miliar," ujarnya.

Jaksa kemudian menanyakan respons Abdul Wahid. "Jawab Pak Wahid, 'Simpan saja dulu, Bang'," kata Dani.

Menurut Dani, uang tersebut kemudian disimpan di rumahnya sebelum digunakan secara bertahap sesuai permintaan yang disampaikan Marjani.

Dani mengaku beberapa kali menyerahkan uang kepada Marjani setelah menerima kode bahwa "stok kosong".

"Biasanya beliau kode. Saya jumpai di kediaman. Dia sampaikan, 'Bang, operasional'," kata Dani.

Menurut Dani, nominal yang diserahkan bervariasi, antara lain Rp300 juta, Rp200 juta, Rp180 juta, Rp170 juta, dan Rp100 juta.

Untuk penyerahan Rp200 juta, Dani menyebut uang tersebut berkaitan dengan kebutuhan perjalanan Abdul Wahid ke luar negeri.

"Disampaikan kebutuhan ke London. Pak AW butuh poundsterling sekitar dua batang. Saya cari di money changer tidak tersedia sejumlah itu. Akhirnya saya serahkan dalam rupiah senilai Rp200 juta," ujarnya.

Dani mengaku sebagian besar uang Rp1 miliar tersebut diserahkan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan Abdul Wahid. Meski demikian, ia mengaku menggunakan sebagian dana tersebut untuk kebutuhan pribadinya.

"Ada yang saya gunakan Rp50 juta. Ada kebutuhan lain," ungkap Dani.

Dalam persidangan itu, Dani juga mengungkap adanya rencana penyerahan dana berikutnya melalui Kepala UPT bernama Eri Ikhsan.

Menurut Dani, informasi tersebut diperolehnya setelah Eri Ikhsan menghubunginya dan menyampaikan bahwa uang sekitar Rp1 miliar telah siap.

Namun rencana penyerahan tersebut tidak pernah terealisasi karena Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Dani mengaku baru mengetahui setelah OTT bahwa sebagian dana yang sebelumnya direncanakan untuk diserahkan telah digunakan untuk kebutuhan perjalanan Abdul Wahid ke Malaysia.

"Akhirnya terealisasi Rp1 miliar?" tanya jaksa.

"Tidak, karena OTT," jawab Dani.

foto

Terkait

Foto

Tim Gabungan Musnahkan 145 Rakit Tambang Ilegal di Sungai Kuantan

RIAUBOOK.COM - Upaya penegakan hukum terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.…

Foto

JPU Buka-Bukaan: Profil Pendapatan Tak Sesuai, Asal-Usul Emas hingga Uang Pound Sterling di Rumah Abdul Wahid Bakal Dikuliti!

RIAUBOOK.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan komitmennya untuk membuka kebenaran materiil secara terang-benderang terkait kepemilikan aset mewah milik…

Foto

Dapur Harus Mengepul, Ibu Muda di Bengkalis Malah Terancam Membusuk di Sel karena Sabu

RIAUBOOK.COM, BENGKALIS - Suasana sunyi Jumat dini hari (15/05/2026) di Jalan Sukajadi, Desa Pakning Asal, Kabupaten Bengkalis, seketika berubah…

Foto

Berawal dari Laporan WhatsApp, Polda Riau Bongkar Jaringan Narkoba Bersenpi: Uang Rp50 Juta dan Sabu Disita!

RIAUBOOK.COM - Kejelian masyarakat dalam memanfaatkan layanan pengaduan digital berbuah manis. Berawal dari laporan melalui pesan WhatsApp, Ditresnarkoba Polda…

Foto

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bekas Menag Yaqut Cholil Terkait Korupsi Kuota Haji

RIAUBOOK.COM - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumasalias Gus Yaqut terkait…

Foto

Kasus Korupsi Abdul Wahid, JPU KPK: Keterangan Saksi Sesuai Dakwaan, Terkonfirmasi Permintaan AW Melalui Dani Nursalam

RIAUBOOK.COM - Sidang kasus korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid semakin mengungkap kebenaran dugaan korupsi "Japrem" di PUPR . Hal…

Foto

Orang Misterius Jemput Uang dengan Sandi 'Volcom' untuk Gubernur Wahid

RIAUBOOK.COM - Tabir gelap dugaan praktik lancung di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Riau kian tersingkap. Dalam persidangan yang digelar…

Foto

Riau 'Tabuh Genderang' Perang Terhadap Narkoba: SF Hariyanto Pimpin Satgas Anti-Narkoba Gempur Jalur Tikus!

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika di…

Foto

Nyanyian Pilu Kepala UPT di Sidang Korupsi Gubernur Riau: "Saya Terpaksa Pinjam Uang karena Takut Dimutasi"

RIAUBOOK.COM - Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan dugaan pemerasan anggaran di lingkungan Dinas PUPR-PPKP Provinsi Riau yang digelar di…

Foto

Puluhan Relawan Anti Korupsi Dukung KPK Dalam Kasus Dugaan Pemerasan Abdul Wahid

RIAUBOOK.COM - Puluhan massa yang tergabung dalam kelompok relawan anti korupsi mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri…

Foto

Polda Riau Musnahkan Narkoba Senilai Rp71,5 Miliar, 132 Ribu Nyawa Terselamatkan!

RIAUBOOK.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Di bawah terik matahari di…

Foto

Nyanyian Pejabat di Sidang Korupsi "Jatah Preman": Dari Aliran Dana Kemendagri Hingga Peran Misterius ADC Gubernur

RIAUBOOK.COM - Sidang dugaan korupsi "Jatah Preman" yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid (AW), kembali memanas di Pengadilan…

Foto

Kejagung Tetapkan AW Sebagai Tersangka Pencucian Uang

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) resmi menetapkan seorang pengusaha berinisial…

Foto

Setelah Diperiksa, Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Resmi Ditahan KPK

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, pada Senin (13/4/2026).…

Foto

Kasus "Japrem" Pemprov Riau: KPK Periksa Marjani, Ajudan Gubernur Abdul Wahid Sebagai Tersangka

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami skandal dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau…

Foto

Aktivis HMI: Sebaiknya Abdul Wahid Minta Maaf ke Masyarakat Riau

RIAUBOOK.COM - Gelombang tuntutan agar Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, bersikap jujur dalam persidangan dugaan korupsi pemerasan jabatan kian menguat,…

Foto

KPK Turut Ringkus Adik Bupati Tulungagung dalam OTT, PDIP Pilih Menunggu Status Hukum

RIAUBOOK.COM JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah mengamankan Jatmiko Dwi Seputro, politisi PDI Perjuangan sekaligus adik…

Foto

OTT di Jawa Timur: KPK Amankan Bupati Tulungagung dan 15 Orang Lainnya

RIAUBOOK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur pada Sabtu…

Foto

Sekda Riau Bongkar Pengangkatan Tenaga Ahli Ilegal Abdul Wahid di Sidang Korupsi

RIAUBOOK.COM - Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran Dinas PUPRPKPP Riau yang menyeret Gubernur Riau nonaktif,…

Foto

Jaksa KPK Ungkap Dugaan Korupsi Abdul Wahid Terstruktur dan Sistematis

RIAUBOOK.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar siasat licin di balik dugaan korupsi yang…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan