Pers 'Zaman Now', Profesi Ganda hingga Konflik 'Abal-abal'

PERS sejatinya adalah profesi terhormat, menjadi kontrol sosial untuk kepentingan masyarakat, dan juga berfungsi untuk mengawasi jalannya birokrasi, sehingga dapat mencegah terjadinya penyelewengan, seperti Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), dan berbagai penyimpangan lainnya.

Sebagai pilar ke empat demokrasi, fungsi pers saat ini sesungguhnya menjadi sangat penting untuk mengawasi birokrasi eksekutif, jauh penting dari lembaga legislatif yang saat ini terkontaminasi politik secara masif.

Kebebasan pers tanah air memang telah disuarakan dan diperjuangkan sejak lama. Bahkan sejak pemerintahan kolonial Belanda, Bung Hatta menjadi motor penggerak bagi kebebasan pers yang ketika itu begitu terkekang.

Bung Hatta melalui tulisan berjudul "Tuntut Kemerdekaan Pers" di Koran Daulat Rakjat mengungkap: "Bahwasanya kebebasan pers itu adalah salah satu benteng kemerdekaan yang besar, dan hanya dapat dimatikan oleh pemerintah yang bersifat sewenang-wenang".

Bagi Bung Hatta, kemerdekaan pers merupakan hak rakyat yang asli, yang tidak boleh dihilangkan dan disia-siakan.

Dia mencatat, ketika terjadi pergerakan besar di Eropa yang menggulingkan kekuasaan feudal, kemerdekaan pers merupakan salah satu hak rakyat yang paling pertama diakui.

Seorang pemikir penyokong revolusi borjuis, John Stuart Mill, menyebut keberadaan pers sebagai penjaga perasaan umum (public opinion).

Di negeri Belanda saat itu, kemerdekaan pers diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD). Dalam pasal 7 UUD Belanda disebutkan: "Orang tidak perlu meminta izin lebih dahulu untuk mengeluarkan buah fikirannya di dalam pers, selain daripada tanggungannya kepada hukum."

Konflik Kepentingan

Namun lebih 76 tahun kemerdekaan Indonesia yang didorong penuh lewat kebangkitan pers nasional, profesi mulia itu pun mulai lekang dengan konflik kepentingan.

Setelah lepas 'pengekangan' masa Orde Baru, kemerdekaan pers tidak terbendung. Masa reformasi sekaligus menandai kebangkitan profesi kewartawanan yang terus bergeliat hingga saat ini.

Namun kemerdekaan tidak selamanya baik, konflik kepentingan di kalangan elite industri media begitu kental terasa, nafsu kekuasaan mulai merambah dunia pers yang menjadikannya jenjang politik praktis.

Sejumlah media-media besar sahamnya didominasi para pengusaha yang kemudian merambah profesi tambahan sebagai politisi.

Akibatnya, pers menjadi konflik kepentingan, fungsi mulianya bahkan kerap tersingkirkan demi kepentingan elitenya yang bernafsu dalam laga politik.

Profesi Ganda

Era awal kebebasan pers ketika masa demokrasi memang begitu kental dengan konflik kepentingan kalangan elite industri media.

Memasuki era kedua 'zaman now', digitalisasi media mainstraim berlahan mulai menumbangkan industri media kalangan elite.

Media digital mulai bermunculan dan terus menjamur sejak sepuluh tahun terakhir.

Mengutip data Dewan Pers, saat ini jumlah media dogital/siber di Indonesia mencapai lebih 50.000 media, jauh mengalahkan jumlah industri media cetak, radio dan televisi yang terus tergerus perkembangan teknologi.

Suburnya media online diera sekarang tidak lepas dari kemerdekaan pers yang kebablasan. Penerapan aturan untuk media siber kalah cepat dengan pertumbuhannya yang terus 'menggurita'.

Ketua Dewan Pers 2016-2019 Yosep Adi Prasetyo dalam tulisannyabdi laman resmi Dewan Pers mengungkap, faktor ekonomi sering menjadi penyebab tumbuhnya mediaonlinedi berbagai daerah.

Dia mengatakan, proses pembentukan media online yang murah membuat banyak pihak kemudian mendirikan media siber meski tanpa memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup.

Kini, lanjut dia, banyak media online menjadi salah satu sarana untuk menjadi sandaran hidup bagi sebagian orang, bahkan para pelaku media ini banyak tidak memiliki latar belakang jurnalis profesional.

Akibatnya, lanjut dia, banyak profesi wartawan dicemari dengan konflik kepentingan, seperti aktivis atau pengacara mendirikan mediaonlinedengan motif agar mudah mendekati para petinggi di daerah yang ujung-ujungnya adalah proyek.

Bahkan, kata dia, tidak sedikit politisi yang kemudian mendirikan media online untuk memantapkan kepentingannya.

Perlu diketahui, lanjutnya, aktivis, pengacara, legislatif dan eksekutif merupakan profesi yang memiliki kode etik berbeda dengan kode etik pers.

Profesi ganda wartawan/pers dengan sejumlah profesi tersebut berpotensi besar menimbulkan konflik kepentingan yang menodai kemerdekaan pers yang kebablasan.

Wajar, komunitas wartawan berprofesi ganda kemudian disebut sebagai pers 'abal-abal'.

ist

foto

Terkait

Foto

Fitnah Tokoh Pers Riau, Larshen Yunus Dipolisikan

RIAUBOOK.COM - Penasehat Ahli Gubernur Riau yang juga tokoh pers Riau, Dheni Kurnia, lewat Penasehat Hukum Kantor Penasehat Ahli Gubernur…

Foto

Struktur Organisasi ASN Bakal Disederhanakan, Wah Dipotongkah Tunjangan

RIAUBOOK.COM - Pihak Kementerian Dalam Negeri melaporkan terdapat 493 dari 508 pemda kabupaten/kota yang telah mengajukan penyederhanaan struktur organisasinya per…

Foto

Menteri Agama Digugat

RIAUBOOK.COM - Menteri Agama dituding telah semena-mena dalam kebijakan mencopot tiga orang Dirjen Bimas dan mereka akan menggugat keputusan itu.…

Foto

Malaysia Kebanjiran, Puluhan Ribu Jiwa Terlantar

RIAUBOOK.COM - Malaysia mengalami bencana banjir besar hingga mengakibatkan sebanyak 21.000 orang terlantar, korban sudah diselamatkan oleh layanan darurat Malaysia bersama…

Foto

Teror 'Pandemi' Muamalat Ancam Bank Riau Syariah?

RIAUBOOK.COM - Bank Riau Kepri (BRK) sebagai perusahaan perbankan kebanggaan masyarakat Riau kini tengah menggesa transisi dari bank konvensional menjadi…

Foto

Rusia Bakal Hadapi Sanksi Ekonomi Jika Menginvansi Ukraina

RIAUBOOK.COM - Perang terbuka akan dilakukan Rusia terhadap Ukraina, namun para pemimpin di Uni Eropa pada Kamis, 16 Desember 2021, sepakat akan…

Foto

Rusia Bakal Tembakkan Nuklir ke Ukraina, Amerika Ketar-ketir

RIAUBOOK.COM - Hubungan Rusia dan Ukraina kian memanas, ancaman serius dilontarkan pejabat pemerintahan Rusia hingga membuat negara-begara Barat dan Amerika…

Jokowi Ketemu Mark Zuckerberg, Begini Jadinya

RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menceritakan momen pertemuannya dengan CEO Meta Platforms Inc, atau yang dulu bernama Facebook…

Foto

Markarius Anwar Serahkan Hadiah Juara LBKK Nasional yang Ditaja Fraksi PKS DPR RI

RIAUBOOK.COM - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau dan pengurus DPW PKS Riau pada Selasa (14/12/21) menyerahkan hadiah…

Foto

Tokoh Milenial ikut Rapat Terbatas SMSI Pusat

RIAUBOOK.COM - Ketua Umum Serikat Media Cyber Indonesia (SMSI) mengundang rapat terbatas tokoh muda (milenial) nasional, Yudhistira Bamsoet di kantor…

Foto

RCI Terima Bantuan NOC untuk Korban Semeru

RIAUBOOK.COM - Riau Care Indonesia (RCI) yang dinakhodai Ian Tanjung menjalankan aksi kemanusiaan membantu korban bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang,…

Foto

Lahan Riau Terbakar Lagi, Kali Ini BMI Bakal Disidang

RIAUBOOK.COM - Kepolisian Daerah Riau menyatakan berkas perkara kebakaran lahan di PT Berlian Mitra Inti (BMI), seluas 94,66 hektare dinyatakan…

Foto

Beginilah Texas, Warga Sipil Dihujani Peluru Tajam Hingga Tewas

RIAUBOOK.COM - Peristiwa brutal terjadi lagi di wilayah Houston, Texas, Amerika Serikat pada Minggu, 12 Desember 2021, satu orang tewas dan 14…

Foto

Konflik Lahan Sawit dengan Perusahaan? Segera Hubungi BARA Repdem

RIAUBOOK.COM - Biro Advokasi Rakyat (BARA) usai dibentuk dan diresmikan oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), langsung tancap gas. BARA Repdem…

Foto

Darurat Moral Bangsa Moralis

PERILAKU bejat oknum guru pesantren, HW, menambah daftar kelam dunia pendidikan di negeri ini, 'merobek-robek' bangsa moralis, pendidik moral yang…

Foto

Pemuda Pancasila Ngamuk Bawa Senjata Tajam Hingga Keroyok Polisi

RIAUBOOK.COM - Ormas Pemuda Pancasila (PP) melakukan aksi demonstrasi hingga berbuah amukan yang mengakibatkan seorang anggota kepolisian luka setelah dikeroyok…

Foto

Ketahui 13 Kelebihan dari vivo Y53, Lengkap dengan Harga dan Spesifikasi!

SAAT ini vivo juga menawarkan smartphone kelas menengah yang terjangkau bernama vivo Y53. Bisa dibilang perangkat ini memiliki beberapa…

Foto

Hari HAM se Dunia, Repdem Riau Bentuk BARA Brantas Mafia Tanah

RIAUBOOK.COM - Bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) pada Jumat, 10 Desember 2021 ini, organisasi sayap PDI Perjuangan yakni…

Foto

Taman 'Menikam', Isteri Diperkosa Berulang Kali Anak Dibunuh

RIAUBOOK.COM - Kisah teman tikam teman menimpa Surya (28), dia tak menyangka empat temannya melakukan perbuatan yang keji terhadap isteri…

Foto

Rakernas SMSI Selesai, Firdaus Masih Berjuang Tolak UU Penghasilan Media Siber

RIAUBOOK.COM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ke 2 yang digelar di Hotel Jayakarta, Jakarta yang…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan