RIAUBOOK.COM - Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin telah membentuk tim pemenangan sekaligus juru bicara nasional dari sejumlah partai koalisi termasuk 12 orang dari Golkar.
Informasi yang diterima RiauBook.com pada Rabu malam (15/8/2018), terdapat sejumlah nama tenar dari Partai Golkar yang ditunjuk menjadi jurnas Jokowi-Ma'ruf, seperti Nurul Arifin, Sebastian Salang dan Iskandar Sitompul.
Kemudian juga ada Ace Sajili, Maman Abdurrokhman, Doto Aryo Tejo, Misbakhun, Adies Kadir, serta Ratu Dian Hatifah.
Satu sama lainnya adalah Supirman, merupakan putra asal Riau yang selama ini erat dengan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.
Supirman merupakan salah satu kader terbaik Golkar Riau yang telah berkiprah di DPP Golkar pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.
Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pekanbaru, dan saat ini maju menjadi bakal caleg DPR RI Dapil Riau 1 nomor urut 7, bersaing dengan petahana Arsyadjuliandi Rachman.
Supirman juga dikenal di berbagai kalangan aktivis di Riau, tak lepas dari latar belakang yang dulu kerap menjadi lider dalam aksi-aksi membela kepentingan rakyat.
"Sekarang perjuangan untuk rakyat akan saya bawa ke Senayan untuk benar-benar mengabdi kepada rakyat dan ambil bagian dalam pembangunan daerah di pusat," kata Supirman.
Dia juga mengaku bangga ditunjuk sebagai jurnas pasangan Jokowi-Ma'ruf yang selama ini memang sejalan dengan konsep politik yang dibangun, yakni pembangunan yang merata, perekonomian yang kokoh, dan keadilan bagi rakyat Indonesia.
Supirman menjelaskan, selama kememimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, ada banyak kebijakan pemerintah yang positif untuk terus dilanjutkan, salah satunya adalah membawa bangsa ini pada era yang benar-benar bersih dari korupsi.
"Saya juga mendukung, bahwa untuk menjadi calon legislator, seseorang itu harus benar-benar memiliki jejak rekam yang bersih, bebas dari kasus korupsi," kata dia.
Hal itu menurut dia penting agar saat meyuarakan kepentingan rakyat, tidak ada tindakan yang koruptif.
Terlebih, demikian Supirman, untuk menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden, tentu harus bebas dari yang namanya mahar politik.
"Jika untuk maju menjadi cawapres partai saja dibeli hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan rupiah, bagaimana jadinya ketika orang itu duduk di kursi pemerintahan tertinggi?
Rakyat harus tahu, bahwa tindakan koruptif harus diantisipasi sejak orang tersebut melangkah maju menjadi calon. Jangan biarkan negara dipimpin oleh orang-orang yang koruptif dalam mengambil kebijakan," kata dia. (RB/fzr)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…