RIAUBOOK.COM - Fenomena Ustadz Abdul Somad (UAS) begitu menggemparkan, terlebih setelah dia masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden yang membuatnya semakin fenomenal di tengah masyarakat.
Sebelumnya, kehadiran UAS dalam bursa Pilpres 2019 sudah pernah diramalkan oleh Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Abdullah Mahmud Hendropriyono.
Tahun lalu, bahkan Hendropriyono meramalkan sosok Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 2019 adalah 'kawinan' nasionalis, agamis, dan paham ekonomi serta bisnis.
Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai analisis Hendro tidak perlu diragukan terlebih dia merupakan seorang mantan Kepala BIN.
Komarudin mengatakan, analisis Hendro itu sudah terbukti jitu, karena isu agama menguat setelah terbentuknya Alumni 212 yang ada di seluruh daerah.
Menurut dia, penguatan isu keagamaan ini terlihat dari aksi shalat berjamaah yang terkumpul di satu titik, juga acara keagamaan lain seperti tabligh akbar.
"Makanya wajar, Hendropriyono mengatakan muncul katakanlah pemimpin dengan latar belakang (agama) yang kuat," kata Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia ini.
Sebelumnya, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan ramalan politik Hendropriyono adalah sebuah kombinasi ideal dari sosok Presiden dan Wapres RI.
"Itu kombinasi ideal karena kriteria itu banyak. Itu pola berhasil dan praktik yang sudah jadi," kata dosen ilmu politik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Hendropriyono diketahui sering meramalkan posisi strategis di kepala daerah. Mulai dari Gubernur DKI zaman Joko Widodo, hingga terpilihnya sang mantan Wali Kota Solo tersebut menjadi Presiden Indonesia.
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Abdullah Mahmud Hendropriyono kali ini memprediksi Indonesia akan punya presiden dan wakil presiden yang memahami masalah ekonomi dan bisnis.
Selain itu, keduanya juga berjiwa nasionalis dan mempunyai keimanan yang kuat.
Hal tersebut diungkapkan dalam paparannya di Gedung Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur tahun lalu.
"Kita akan punya sepasang presiden dan wapres yang beraliran Nasaeb, nasionalis, agama, ekonomi dan bisnis," kata AM Hendropriyono.
Namun, ucap dia, prediksi itu akan mentah jika dalam pelaksanaan Pilpres 2019 terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Misalnya, terjadi kekerasan di masyarakat yang membuat pelaksanaan Pilpres 2019 jadi tak kondusif.
"Jika terjadi demokrasi jalanan atau kudeta militer, maka perkiraan tadi gugur atau batal dengan sendirinya," kata mantan Kepala Badan Intelijen Negara itu. (rb/net/fzr)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…