RIAUBOOK.COM - Antusiasme masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan begitu tinggi, hal tersebut terlihat ketika Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdukcapil Dalduk KB) Provinsi Riau menlauching Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan (GISA Adminduk) di Pekanbaru beberapa bulan lalu.
Tercatat sebanyak 16 ribu orang mendatangi pusat peyanan administrasi tersebut untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-EL) dalam dua hari.
Namun, hingga saat ini baru 2500 keping KTP-EL yang telah dicetak, hal tersebut karena Pemerintah masih mengalami sejumlah kendala.
"Ternyata kita harus membagi dua tahap, tahap pertama telah tercetak sebanyak 2500 KTP-EL, sampai hari ini ada 800 keping yang belum diambil, kita bagikan perkecamatan, by abzad by kecamatan," kata Kadisdukcapil Dalduk KB Riau Andra.
Sementara, 13 ribu lebih KTP-EL lain baru bisa dibagikan pada tanggal 23 Juli 2018.
"Kita berharap tanggal 23 keatas yang 13 ribu ini sudah bisa kita bagi, kita sudah buat jadwal untuk dibagikan di GOR Tribuana," kata Andra kepada RiauBook.com,Selasa (10/7/2018).
Kata Andra, untuk mencetak sisa KTP-EL yang belum dibagikan tersebut, pihaknya masih mengalami beberapa persoalan, mulai dari regulasi hingga tinta cetak yang terbatas.
"Sudah beberapa cara yang kita coba, yang pertama dengan cara bekerjasama dengan pihak ketiga, melalui Percetakan Negara RI, ternyata Dirjen Capil itu masih mengalami kendala di regulasi," tuturnya.
Untuk menanggulangi kendala tersebut, pihaknya juga mencoba membagi tugas pencetakan kepada 10 kabupaten/kota setempat.
"Untuk mencetak yang 13 ribu, itu kita bagi, per kabupaten dapat berapa, contohnya kota Pekanbaru yang sedang berusaha mencetak sebanyak 4000 keping. Persoalannya, saat ini adalah masalah bendwich yang masih rendah, sehingga percetakan memakan waktu 15 menit sampai setengah jam untuk mencetak 1 keping KTP-EL, yang kemudian itu adalah rebound, tinta cetak di kabupaten/kota yang memang terbatas," tambahnya.
Selain itu, cara lainnya adalah dengan melakukan pinjam pakai alat cetak dari daerah yang tidak melakukan pencetakan.
"Misalnya pinjam pakai alat cetak, dari Meranti kita coba pinjam, nanti dari Meranti kita pinjam pakaikan untuk kabupaten yang melakukan pencetakan, rata-rata masing-masing kabupaten itu sekitar 1000 keping yang belum tercetak, sementara di Pekanbaru mencapai 4000," demikian Andra. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…