RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi Riau melakukan rapat kordinasi yang dihadiri oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, jajaran Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, dan seluruh stakeholder terkait untuk menetapkan perpanjangan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahap II, Senin (28/5/2018).
Sekertaeis Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wanthamrin Hasyim secara resmi menetapkan Perpanjangan Status Siaga Darurat Karhuta Tahap II mulai 1 Juni - 30 November 2018 dalam rapat tersebut.
"Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus akan kita lakukan selama penetapan Status Siaga Daruat, upaya ini juga harus ditingkatkan mengingat ada bebrapa kegiatan penting di daerah, mulai dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah, hingga perhelatan Asian Games di Jakarta dan Palembang, untuk itu, status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tahap II diteapkam mulai 1 Juni-30 November 2018," kata Sekda.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla, Sony Aprianto mengatakan di benerapa bulan kedepan diperkirakan memasuki puncak musim kemarau, sehingga Pemerintah Daerah memutuskan untuk memperpanjang status siaga darurat Karhutla.
"Di bulan Agustus - September itu ada Asian Games, idealnya kalau kita memperpanjang status siaga ini maka lebih aman," kata Sony kepada RiauBook.com di Kantor Gubernur Riau.
Untuk mendukung Oprasi, Satgas Karhutla telah menyiapkan 2 unit Helikopter Kamov, 1 Unit Helikopter Bel 421 dan 2 Unit Helikopter Superpuma.
"Heli dari BNPB itu ada 2, dari LHK 1 dan dari Dunia Usaha ada 2, ini sudah kita operasionalkan, dan saya juga sudah menekankan kepada semua Dasubsatgas Darat, apabila terjadi kesulitan pemadaman, segera melaporkan ke Dansatgas, supaya saya bisa menggerakkan Sunsatgas Udara untuk melakukan Waterbombing," Kata Sony.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prounsi Riau, Edward Sanger mengatakan, jika dibanding waktu yang sama pada periode tahun lalu, luasan lahan dan hutan yang terbakar di Provinsi Riau mengalami peningkatan yang saat ini sudah mencapai 1870,92 hektar.
"Kalau tahun lalu itu paling cuma 200 atau 300 hektar lebih, itu karena kejadian di Bulan Januari dan Februari, saat itu kita belum menetapkan status siaga darurat, dan belum ada Heli yang membantu pemadaman tersebut, sementara di meranti itu lokasinya jauh dan sulit dipadamkan dari darat," kata Edward. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…