RIAUBOOK.COM - Kabupaten Pelalawan memiliki segudang tradisi yang sangat unik. Salah satunya adalah tradisi lomba perahu layar jung katil. Belum banyak yang tahu, tapi Jung katil diartikan sebagai pelayaran mengarungi laut dengan perahu layar.
Jung katil merupakan jenis perahu layar mini yang dibuat, sehingga dapat dilayarkan dengan menggunakan angin dan kemudi sebagai pengendali arah untuk perahu bergerak.
Untuk terus menghidupkan atau melestarikan budaya masyarakat yang tinggal paling ujung kecamatan di Kabupaten Pelalawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pelalawan berencana tahun 2018 ini akan menggelar lomba Jung Katil. Lomba jung katil ini merupakan ivent tahunan yang digelar oleh masyarakat disana.
" Ya, tahun ini kita akan menggelar lomba jung katil mmperebutkan piala bupati dan kegiatan akan kita gelar pada bulan lima (Mei) mendatang. Bila tidak ada aral melintang, perlombaan akan dilaksanakan di Desa Tanjung Sum.
Lomba jung katil ini merupakan ivent tahunan yang digelar oleh masyarakat disana," ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pelalawan Andi Yuliandri SKom, Senin (5/3) di Pangkalankerinci.
Andi Yuliandri juga mengatakan, lomba ini akan diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari dua Provinsi (Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau) seperti dari Kabupaten Pelal!wan, Bengkalis, Batam, Tanjung Batu, Tanjung Balai Karimun.
Jika tidak ada halangan, pihaknya akan mengundang peserta dari negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura. Dirinya berharap dengan digelarnya tradisi ini setiap tahunannya mendapatkan respon positif dari Kementerian Pariwisata dimasukan dalam ivent pariwisata nasional nantinya.
" Jung katil merupakan jenis perahu layar mini yang dibuat, sehingga dapat dilayarkan dengan menggunakan angin dan kemudi sebagai pengendali arah untuk perahu bergerak. Kepiawaian pemilik akan sangat menentukan kemenangan dalam lomba, sebab kecepatan perahu tidak hanya ditentukan oleh kuatnya tiupan angin namun rancang bangun perahu itu sendiri," tutur mantan Kepala BKD Kabupaten Pelalawan.
Andi Yuliandri menambahkan, dirinya sangat berbangga kepada jung katil Kuala Kampar, dimana belum lama ini jung katil Kuala Kampar baru pulang dari perlombaan tersebut dari Batam. Dalam perlombaan tersebut, alhamdulillah mereka meraih juara II umum. (RB/MCR)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…