RIAUBOOK.COM - Semakin kesini layanan kesehatan berkualitas adalah idaman seseorang yang sakit, selain kesembuhan kenyamanan dalam berobat adalah yang utama.
Seorang yang miskin sekalipun demi menebus kesehatan rela berbuat apa saja bahkan menjual harta yang ada hanya untuk mendapatkan pengobatan, terlebih orang kaya keujung dunia sekalipun kalau disana ada kesembuhan akan digapai.
Akan tetapi pernahkan terfikirkan oleh kita bahwa sebenarnya kesembuhan itu separuhnya adalah semangat ingin hidup. Itu akan tercipta jika lingkungan tempat berobat dan mendapatkan pelayanan memberikan keyakinan dan kenyamanan itu.
Hal inilah yang menginspirasi Doktor Firdaus, ia selalu bertanya mengapa warga Riau lebih suka berobat ke Malaka? Apa yang dicari?. Ternyata yang dicari rasa nyaman dan keyakinan akan sembuh dalam berobat.
Walau Pekanbaru tidak bisa persis melakukan hal itu, namun setidaknya ia ingin mewujudkan impian kaum miskin mendapatkan layanan berobat yang berkualitas dan nyaman dengan harga murah, maka di iktiarkannyalah membangun RSUD pertama milik Pemerintah Kota Pekanbaru yang sudah diresmikan penggunaanya beberapa waktu lalu.
Wali Kota yang sudah menjabat dua periode ini pun sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan janji politiknya seusai dilantik pada 2012.
RSUD Berkonsep Alam dan Hijau
Dengan modal dasar itu sang Visioner membangun RSUD Madani, setelah belasan tahun penantian tanpa harapan.
Ia memadukan pola penyembuhan moderen dengan cara-cara tradisional dalam gedung RSUD Madani yang dibangun dengan karya megah namun membumi dan mencintai alam.
"Saya ingin orang yang datang berobat tidak sedang berada si Rumah Sakit tetapi sedang menikmati suasana lain dialam yang damai dan hijau jauh dari rasa pesakitan, " kata Walikota Firdaus suatu ketika kepada Riaubook.
Dia menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadikan RSUD Madani sebagai Rumah Sakit yang Ramah atau lebih dikenal dengan istilah "green hospital" Ramah secara lingkungan dan ramah secara pelayanan dan fasilitas.
Konsep "green hospital" ini pernah ia laporkan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Menteri Kesehatan RI saat itu sangat mengapresiasi langkah beliau dalam mengembangkan konsep Green Hospital. Firdaus bahkan mengatakan bahwa Menteri kesehatan meminta dibuatkan prototype dan dijadikan model ke daerah lainnya.
"Kata Ibu Menkes, konsep green hospital bukan saja bangunannya, tapi juga manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan, kita realisasikan sekarang ini," kata Firdaus.
RSUD Madani terletak di Jalan Garuda Sakti Panam, Pekanbaru. Ini adalah kawasan yang sangat berkembang. Pusat pertumbuhan masyarakat. Puluhan perumahan tumbuh subur di sini. Belum lagi perumahan di daerah tetangga, seperti Kecamatan Tambang dan Tapung. Saat ini, di sekitar wilayah ini tidak ada rumah sakit pemerintah. Kalau harus berobat, masyarakat ke pusat kota atau ke rumah sakit .
Dengan berdirinya fasilitas kesehatan ini masyarakat Pekanbaru, terkhusus yang tinggal di Panam dan Payung Sekaki sudah bisa terlayani tidak sebelumnya dimana sangat minim.
"Kita memang kekurangan fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah. Apalagi untuk Panam dan Payung Sekaki, selama ini berobat harus ke pusat kota. Kalau tidak harus ke rumah sakit swasta,'' kata Syahrizal, warga Jalan Merpati Sakti, Panam.
Bustami, Ketua RT di Perumahan Gading Panam juga membenarkan rumah sakit ini sangat membantu warganya dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.
''Kalau rumah sakit swasta mahal. Kalau dibawa ke RSUD Arifin Achmad terlalu jauh dan terkadang harus menunggu. Pokoknya susahlah. Makanya dengan adanya RSUD Madani ini kami sangat terbantu,'' kata Bustami.
Bukan sampai disitu jangkauan layanan ini juga menyentuh warga diperbatasn Pekanbaru- Kampar. Buktinya warga Tapung, Kubang, dan Tambang kini juga ikut merasakan beribat di RSUD Madani. Mereka lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan itu. Apalagi seperti diketahui, tiga kawasan ini sedang berkembang sangat pesat. Baik industri maupun perumahan.
Berjuang Dengan Anggaran Yang Minim
Bak kata tetua kalau sudah niat maka tantangan apapun akan ditempuh, demikianlah Pemerintah Kota Pekanbaru dibawah kepemimpinan Firdaus tetap kekeh memperjuangkan pembangunan RSUD Madani walau ditengah krisis ekonomi secara nasional, yang berimbas kepada kondisi keuangan daerah, namun ia tetap kekeh memperjuangkan agar ini terbangun walau bertahap dan di cicil.
Untuk pembangunan rumah sakit ini, Prmko memasukkan ke dalam proyek multiyears yang didanai pada tiga tahun anggaran. Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp41,4 miliar. Untuk tahun ketiga, menghabiskan dana Rp42,3 miliar. Total dipagu anggaran sebesar Rp90 miliar. Nilai kontraknya Rp80,9 miliar.
Kini daru 10 tower yang sudah dikonsepkan untuk terbangun baru enam yang berdiri artinya masih butuh penyelesaian lagi. pemko demi mewujudkan layanan kesehatan berkualitas namun terjangkau akan terus menggesa hingga penyelesaian RSUD Madani bisa 100 persen.
Termasuk untuk pengiaian alat kesehatan yang tidak sedikit biayanya masih diperlukan perjuangan keras Dinas terkait agar dapat menjolok anggaran pusat melalui Kementerian Kesehatan sehingga apa yang diangankan terwujud sempurna.
RSUD Madani Terapkan Layanan Gratis
Setelah dilakukan soft opening, Pemko akan langsung membuka pelayanan. Setidaknya ada 13 pelayanan kesehatan yang bisa dilakukan rumah sakit ini. Di antaranya poli gigi, poli umum, poli spesialis anak, kandungan, paru-paru, THT, urologi, jantung, kulit, IGD, laboratorium serta bedah palsik dan akupuntur.
Wali Kota Fidaus menyatakan bahwa untuk tahap awal ini akan menggratiskan pelayanan kesehatan di RSUD Madani ini. Selain menggratiskan pelayanan kesehatan pada tahap awal ini, Firdaus juga menyatakan bahwa ke depannya dapat menerima rujukan pasien dari kabupaten/kota lainnya. Dengan pertimbangan RS pemerintah lainnya tidak mampu mengcover pasien.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Riau, dr. Asnan. dr Asnan menyatakan bahwa RSUD Madani dapat menerima pasien rujukan dari kabupaten/kota lainnya. Dengan syarat, rumah sakit asal itu memiliki tipe sama dengan RSD Madani atau dibawahnya.
"Boleh menerima pasien rujukan jika RS Pemerintah (RSUD Arifin Ahmad, RS Petala Bumi dan RSJ Tampan) tidak mampu menampung pasien. Itupun standarnya harus tipenya sama dan di bawah RSUD Madani. Di atas itu sebenarnya juga boleh," kata dr. Asnan. (Ra/ADV)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau
Ultimatum Virus Akalbudi
Oleh Chaidir (Ketum FKPMR) TAHUN 1445 Hijriyah tenggelam dalam tidurnya yang abadi. Selamanya akan berada dalam…