SEMESTA punya cerita sendiri. Opini ini saya mulai dengan clue 'kuda putih di antara kuda-kuda hitam'.
________Oleh Fazar Muhardi
Politik itu adalah seni berkemungkinan, apapaun, kapanpun dan oleh siapapun 'kehendak' itu bisa terjadi.
Siapa sangka, seorang anak petani bernama Abraham Lincoln kemudian berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat ke 16.
Nama Abraham Lincoln bahkan kekal dikenal sebagai pemimpin perubahan AS yang berhasil membawa bangsanya keluar dari perang saudara dan mempertahankan persatuan bangsa, serta membebaskan rakyatnya dari perbudakan.
Kisah Abraham Lincoln lebih dua abad silam layak digambarkan dengan kondisi bangsa ini, saat ini.
Ketika bangsa ini dihadapkan dengan ancaman perpecahan, sepantasnya semesta memunculkan sosok yang benar-benar mampu mengatasi persoalan itu.
______Dinamika Politik Nasional
Dinamika politik nasional sudah mulai bergema sejak tiga tahun lalu. Kuda-kuda hitam muncul saat petahana gagal menyambung waktu.
Dari arah timur, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencuat sebagai kandidat Capres berlabel 'wong cilik'.
Sementara 'angin barat' memunculkan Anies Baswedan sebagai 'kuda hitam' yang 'berpacu' dalam 'lintasan' Ibu Kota, DKI Jakarta.
Patut diketahui, konsep 'Barat' dan 'Timur' telah ada sejak perang dunia pertama dan bertahan hingga saat ini sebagai gambaran budaya dan strata.
Sebagai bagian 'timur', sosok Ganjar Pranowo identik dengan 'wong cilik'. Gaya pendekatannya ke masyarakat lebih mengarah pada perekatan sosial dan budaya 'blusukan'.
Sementara Anies sebagai bagian 'barat' mengandalkan konsep kemewahan dan religi untuk merebut simpatik masyarakat. Pembangunan lintasan balap Formula-E dan politik identitas 2017 menjadi bukti yang cukup.
______ Kuda Hitam Timur
Sebagai 'kuda hitam timur', Ganjar Pranowo mendapat pangung jabatan politik Gubernur Jateng untuk bersentuhan langsung ke masyarakat.
Salah satu prestasi Gubernur Ganjar Pranowo di antaranya menggencarkan reformasi birokrasi agar lebih efektif, efisien, cepat, mudah dan murah.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam bentuk promosi terbuka, atau lelang jabatan, dimana sistem ini baru dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah.
Melalui sistem promosi terbuka, diharapkan muncul budaya baru dalam berkompetisi untuk meraih jabatan strategis. Sebuah kebiasaan persaingan yang sehat tanpa adanya permainan kotor dalam permainan dalam instansi pemerintahan.
Ganjar Pranowo selalu mengingatkan pentingnya integrasi yang juga tercermin dari slogan 'Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi'.
Ganjar merevolusi mindset birokrat, dengan menanamkan pola pikir aparatur pemerintahan adalah pelayan rakyat. Melalui kebijakan itu pula, Ganjar ingin agar pimpinan menjadi contoh dan melayani.
Gaya kepemimpinan Ganjar pun kerap diidentikkan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menjadi Wali Kota Solo.
_______Kuda Hitam Barat
Begitupun Anies Baswedan, sebagai 'kuda hitam barat' yang menjabat Gubernur DKI Jakarta, dia memiliki cukup daya untuk menunjukkan kemampuannya membangun.
Selain ajang balapan Formula-E, Anies lewat panggung Gubernur DKI juga telah merealisasikan proyek Jakarta International Stadium (JIS).
JIS dirancang sesuai standar Federation Internationale de Football Association (FIFA) dan merupakan salah satu mega proyek berskala dunia yang dibangun diatas lahan seluas 22 hektare di Jakarta Utara.
JIS adalah stadion yang mengusung konsep green building pertama di Indonesia. Stadion yang dibangun dengan biaya fantastis sebesar Rp 4,5 triliun merupakan stadion berstandar internasional dan memiliki kelebihan yakni material atapnya menggunakan membran ETFE (Ethylene Tetrafluoroethylene).
_______Elektabilitas Mentok
Saat ini baik Ganjar maupun Anies berhasil muncul sebagai dua tokoh dengan tingkat popularitas dan elektabilitas tertinggi untuk dijagokan dalam Pilpres 2024.
Namun elektabilitas keduanya tidak ada yang dominan dan saling salip dengan persentase elektabilitas mentok di bawah 30 persen.
Selain kedua tokoh itu, muncul sosok 'kuda hitam' lainnya bernama Prabowo Subianto.
Mantan Danjend Kopasus Era Orde Baru itu merupakan Ketum Partai Gerindra yang telah beberapa kali mewarnai panggung politik nasional.
Sepak terjang politik Prabowo Subianto tentu sudah sangat dikenal publik. Prabowo pernah bergabung dengan Partai Golkar, lalu selanjutnya mendirikan Partai Gerindra pada 6 Februari 2008.
Prabowo sudah tiga kali mengikuti pemilihan presiden dan wakil presiden dengan Gerindra sebagai kendaraan politiknya.
Pertama dilakukan pada tahun 2009. Saat itu, Prabowo menjadi cawapres dari capres Megawati Soekarnoputri.
Kemudian pada Pilpres 2014, Prabowo kembali maju Pilpres. Namun kali ini dia maju sebagai calon presiden. Sementara cawapresnya adalah Ketum PAN Hatta Rajasa.
Pada Pilpres 2019, Prabowo kembali mencoba peruntungannya memperebutkan kursi orang nomor satu di Indonesia. Kali ini Prabowo maju berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno melawan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Jika Prabowo kembali maju pada Pilpres 2024, maka dia berhasil mencetak sejarah sebagai Capres dan Cawapres baling banyak mengikuti kontestasi Pilpres di Indonesia.
Saat ini berbagai lembaga survei menempatkan Ganjar, Anies maupun Prabowo sebagai tiga besar Capres 2024 dengan tingkat popularitas dan elekktabilitas tertinggi.
Hasil survei Median misalnya yang menunjukkan tingkat elektabilitas Prabowo diposisi pertama dengan 24,2 persen, Anies posisi kedua dengan 23,8 persen dan Ganjar 23,7 persen.
Sementara survei Indikator Politik Indonesia November 2022 menunjukan elektabilitas Ganjar Pranowo sebagai figur calon presiden berada di urutan pertama dengan elektabilitas 28,6 persen disusul Anies 25,7 persen dan Prabowo 23,9 persen.
Namun pada hasil survei yang dilakukan Indostrategi pada 27 Oktober hingga 5 November menunjukkan bahwa Prabowo Subianto unggul di posisi teratas elektabilitas calon presiden 2024 dengan perolehan skor 31,8 persen.
______Tidak Dominan
Ragamnya hasil survei dari sejumlah lembaga politik dan institute menunjukkan bahwa tidak ada yang dominan di antara tiga tokoh baik Ganjar, Anies maupun Prabowo.
Bahkan ketiganya kerap terus bersaing dan bergantian merebut posisi pertama dengan rata-rata elektabilitas masih di bawah 30 persen.
Padahal ketiganya memiliki panggung politik yang cukup untuk merebut simpatik masyarakat. Ganjar sebagai Gubernur Jateng, Anies sebagai Gubernur DKI, dan Prabowo menjabat Menteri Pertahanan.
Bahkan jika ditarik dari perjalan panjang politik ketiganya, Ganjar sempat menjabat anggota DPR RI dan dua periode menjadi Gubernur Jateng. Sementara Anies adalah mantan Menteri Pendidikan dan 5 tahun menjabat Gubernur DKI. Terlebih MenHan Prabowo yang telah tiga kali ikut Pilpres dan merupakan Ketum Gerindra.
Lantas bagaimana jika ketiganya kehilangan panggung-panggung politik mereka?
Anies Baswedan sejak Oktober lalu telah pensiun dari kursi Gubernur DKI, sementara Ganjar akan meninggalkan kursi jabatan Gubernur Jateng pada pertengahan 2023.
Jika Prabowo turut kehilangan jabatan MenHan pada reshufle awal tahun depan, maka kuda-kuda hitam itu diprediksi akan kesulitan mempertahankan elektabilitas mereka.
Dan mungkinkah 'Semesta' akan menyisakan satu panggung megah untuk kemunculan 'kuda putih'? Sosok yang diprediksi akan menyatukan konsep 'timur' dan 'barat'.
Danalisis melalui tokoh Boonyi Kaul Noman, diasumsi tokoh ini akan dapat menggoyahkan stabilitas kedua konsep dalam paradigma 'occidentalism' dan 'orientalism'.
Boonyi yang bersentuhan dengan 'Barat' maupun 'Timur' dipertanyakan di mana posisi ia sebenarnya: condong ke 'Timur', 'Barat', atau atau justru menjadi bagian dari keduanya.
Akan tetapi, akhirnya tidak ada yang tepat menggambarkan dirinya kecuali 'Semesta' yang menghendakinya. (fzr)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…