RIAUBOOK.COM - Kampung Gambut Berdikari Desa Kampung Jawa Kecamatan Bukit Batu Bengkalis dengan lahan seluas 1,1 hektare dulunya hanya hutan gambut yang kerap terbakar, namun berkat kegigihan Samsul bersama Anggota Koperasi Tunas Makmur kini disulap menjadi kawasan ekowisata dengan puluhan jenis pohon langka dan asli di hutan gambut atau Arboretum Gambut Marsawa.
Arboretum adalah satu tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan. Juga salah satu lingkungan didalamnya menjadi tempat atau habitat bagi beberapa fauna. Arboretum juga disebut sebagai hutan buatan ditujukan untuk tempat pelestarian dan penelitian.
Fungsi lain arboretum bisa dijadikan sebagai objek wisata edukatif memiliki nilai estetika dan keindahan dengan aneka ragam jenis flora maupun fauna yang dijadikan objek penelitian. Jika di perkotaan, arboretum dijadikan sebagai solusi pemenuhan ruang terbuka hijau, konservasi keanekaragaman hayati, mitigasi perubahan iklim, serta daerah resapan air.
Arboretum Gambut Marsawa kini menjadi lokasi konservasi tanaman khas gambut serta pembibitan 7 spesies Kantong Semar atau Nephentes yang dikenal sebagai tumbuhan karnivora, pemangsa serangga dan hewan-hewan kecil, dengan dua spesies merupakan tanaman dilindungi yakni Nephentes Sumatrana, Nephentes Spectabilis.
Samsul tidak sendiri saat kedatangan tim media visit PT Kilang Pertamina RU II Dumai pada Jumat 3 Juni 2022 lalu, karena disana sudah ada Kelompok Kerajinan Nanas terdiri dari kaum ibu yang langsung menyiapkan aneka makan minum berbahan nanas, salah satunya keripik dan sirup.
Samsul menceritakan, dahulu, di lokasi Arboretum Gambut ini merupakan areal terluas kebakaran hutan dan lahan di Sungai Pakning pada Tahun 2014 -2015 silam dengan luas lahan terbakar 1,1 hektare.
Karena lahan sekitar sering terbakar, warga yang prihatin kemudian menggagas upaya untuk memelihara dan menjaga kelestarian hutan dengan memberikan edukasi agar gambut tetap basah dan terjaga.
Kesadaran mulai tumbuh untuk menjaga kelestarian hutan gambut ini diikuti juga dengan pembentukan Koperasi Tunas Makmur yang pada akhirnya mengelola kawasan itu menjadi sekarang, yaitu Arboretum Gambut Marsawa. Masyarakat tergerak untuk menjaga kelestarian ekosistem lahan ini melalui kegiatan konservasi secara mandiri
"Konsep kita untuk memelihara dan melestarikan tanaman asli Kantong Semar dan berbagai spesies tanaman langka lainnya di hutan agar terjaga dan gambut tetap basah. Berkat kesadaran semua, julukan kampung neraka desa kami ini sudah lepas karena berhasil mencegah terjadi kebakaran lahan," kata Samsul.
Seiring berjalan, kawasan hutan gambut yang dipelihara masyarakat mulai dilirik Pertamina Sei Pakning melalui program tanggung jawab sosialnya untuk dijadikan lebih bernuansa alami dan menciptakan lokasi wisata guna kunjungan wisatawan.
Sejumlah fasilitas langsung dibangun Pertamina Pakning untuk mendukung upaya Koperasi Tunas Makmur melestarikan hutan gambut, diantaranya, Saung Edukasi, Rumah Bibit, dan Musholla serta beberapa kali menyertakan dalam pelatihan di berbagai kesempatan.
"Setelah Pertamina ikut serta membina dalam pengelolaan kampung gambut berdikari ini, kami semakin mantap dalam menjalankan upaya pelestarian hutan gambut ini, sembari juga menyiapkan lokasi wisata bagi masyarakat umum yang ingin menikmati panorama hutan gambut alami dengan berbagai spesies asli tanaman khas," kata Samsul kepada wartawan.
Pengembangan program Kampung Gambut Berdikari di Kecamatan Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis ini, menurut Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Kilang Internasional Isnanto Nugroho didampingi GM KPI Refinery Unit II Dumai Permono Avianto saat itu bahwa.untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana kebakaran hutan gambut dan pengendalian perubahan iklim.
Program mitigasi kebakaran hutan gambut melibatkan warga di Sei Pakning ini bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Sejumlah program sudah berjalan diantaranya, penguatan kelompok masyarakat peduli api, pengembangan pertanian Nanas terintegrasi, pengembangan pertanian lahan gambut dengan sistem poligowo.
Kemudian, pelestarian arboretum gambut, pengembangan budidaya Lebah Madu Hutan gambut serta program edukasi kepada anak dan generasi muda melalui sekolah cinta gambut. Arboretum Gambut menjadi tempat pelestarian flora khas gambut seperti kantong semar (Nepenthes sp) dan pertama dikembangkan di Pulau Sumatera.
Program Kampung Gambut Berdikari juga bagian dari upaya mendukung implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's), yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim dan menjaga ekosistem daratan.
"Program RU II Sei Pakning sejak 2017 ini lahir dari keinginan masyarakat untuk bersama mencegah dan memitigasi bencana kebakaran hutan gambut, dimulai dari Kecamatan Bukit Batu, dan kini sudah dikembangkan hingga Kecamatan Siak Kecil dan Bandar Laksamana Bengkalis," kata Isnanto. erz



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…