FREKWENSI satu sebagai penghantar isu bakal calon presiden (capres) telah mencapai puncaknya. Padahal Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI masih lebih setahun lagi.
Sejumlah nama yang digadang-gadang bakal mengisi kontestasi Pilpres 2024 pun telah mencapai klimaks yang buruk dengan hasil survei elektabilitas rata-rata masih di bawah 30 persen. Padahal, tingkat popularitas mereka rata-rata di atas 80 persen.
Media Survei Nasional (Median) dalam rilis hasil survei elektabilitas tokoh potensial maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2024 mengumumkan sejumlah nama masuk dalam sepuluh besar capaian elektabilitas.
Hasilnya tidak jauh berbeda dengan sejumlah lembaga survei sebelumnya, tiga nama beken masih bertengger di papan atas namun persentasenya justru menurun drastis, tidak ada yang menembus angka 20 persen.
Tiga nama teratas menurut Median adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan capaian elektabilitas tertinggi yakni 19 persen, disusul Politisi PDIP Ganjar Pranowo yang meraih 15,2 persen dan mantan Menteri Pendidikan RI Anies Baswedan hanya 14,1 persen.
Selain tiga nama tersebut, terdapat tujuh nama lainnya yang masuk dalam bursa Capres 2024, yakni Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 5 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 4 persen, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno 2,4 persen, Ketum PKB Muhaimin Iskandar 1,8 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen, Panglima TNI Andika Perkasa 1,4 persen, dan terakhir Ketua DPR RI Puan Maharani hanya 1,3 persen.
Prabowo Subianto
Sebagai Menteri Pertahanan (MenHan), Ketum Gerindra Prabowo Subianto telah melakukan berbagai manuver bebas untuk meraih dukungan elite dan masyarakat.
Mulai dari kunjungan kenegaraan untuk bertemu tokoh publik dan tokoh militer negara-negara berkepentingan, hingga menjalin komunikasi dilevel elite politik dan militer serta ragam safari ke para tokoh sipil telah dilakukan mantan Danjend Koppasus.
Meski berhasil menempatkannya sebagai Capres paling unggul dan menggeser sejumlah nama, namun persentase elektabilitasnya masih jauh dari harapan.
Prabowo terbukti hanya mampu meraih 19 persen kepercayaan publik. Padahal tingkat popularitas Prabowo menembus angka 95,4 persen.
Ganjar Pranowo
Begitupun dengan Ganjar Pranowo. Politisi yang masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah ini adalah bakal capres yang paling sering menempati posisi satu dihasil survei pada lembaga-lembaga survei nasional.
Pada Maret 2022, Lembaga Survei Politika Research & Consulting (PRC) bersama dengan Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil surveiKey Opinion Leadertentang Profil Capres 2024. Hasilnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowodinilai sebagai calon presiden (capres) yang memiliki 11 kriteria lengkap seorang pemimpin.
Kriteria itu yakni visioner, kepemimpinan politik, intelektualitas, keterampilan politik, keterampilan komunikasi politik, stabilitas emosi, gaya kepemimpinan, nasionalisme dan religiusitas, penampilan, integritas moral hingga kapabilitas.
Walau meraih elektabilitas tertinggi, namun nilainya juga masih sangat rendah.
Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno menjelaskan, Ganjar dianggap sebagai capres yang visioner dengan nilai 7,41.
Dianggap memiliki visi jangka panjang dengan nilai 7,44 dan dapat menyusun program kerja 10 tahun ke depan 7,39.
Disusul Anies Baswedan dengan nilai 7,15, Sandiaga Uno 7,01, Ridwan Kamil 6,69, Erick Thohir 6,59, Prabowo Subianto 6,58, Andika Perkasa 6,10, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 5,90, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,87, Airlangga Hartarto 5,80 dan Puan Maharani dengan nilai 5,27.
Sementara itu, Lembaga Survei Poltracking Indonesia dalam rilisnya pada awal Juni 2022 sempat mengungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi tiga nama kandidat calon presiden (capres) yang paling kuat untuk Pilpres 2024.
Poltracking mengungkap, Ganjar Pranowo ketika itu berhasil meraih elektabilitas 24,8 persen, disusul Prabowo Subianto 21,2 persen, dan Anies Baswedan 15,5 persen.
Namun terakhir, lembaga survei menempatkan Ganjar Pranowo pada posisi kedua di bawah Prabowo Subianto dengan hanya meraih 15,2 persen dukungan.
Jika dibandingkan dengan popularitas Ganjar yang menembus 75,9 persen, nilai elektabilitas tersebut masih terbilang sangat rendah atau tidak sebanding.
Anies Baswedan
Nama Anies Baswesan begitu populer sejak dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Pada Pilkada DKI sebelumnya, Anies-Sandi berhasil mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dengan terpaut 7 persen suara.
Sejak memimpin Jakarta, nama Anies kian melambung dan dikenal di seluruh wilayah tanah air.
Hasil survei dari sejumlah lembaga juga kerap menempatkan Anies pada posisi tiga besar.
Puncaknya usai perhelatan Formula-E di Jakarta, Anies sempat menduduki peringkat pertama mengalahkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) dalam hasil survei terkait pilihan responden terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024 yang dirilis usai Balapan Formula-E menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedandi posisi teratas.
Dalam survei yang dilakukan periode 23-28 Mei 2022 itu, IPO menggelar simulasi Pilpres dengan mengajukan 10 nama tokoh politik nasional sebagai capres. Hasilnya, Anies Baswedan meraih 26,92 persen suara.
Keunggulan Anies masih diapit oleh dua rivalnya yakni Prabowo dan Ganjar yang masing-masing meraih 20,7 dan 19,3 persen suara.
Walau sempat meraih dukungan tertinggi mencapai 26,92 persen, namun terakhir lembaga survei merilis pemelorotan elektabilitas Anies yang hanya tersisa 14,1 persen di bawah Prabowo dan Ganjar.
Padahal jika dilihat dari popularitasnya yang menembus angka 84,4 persen, elektabilitas Anies harusnya bisa lebih dari itu.
Bintang Baru
Melihat dinamikanya saat ini, gelombang isu Capres 2024 yang berkutat pada tiga tokoh tersebut telah mencapai 'klimaksnya'.
Dari tiga nama tersebut, belum ada yang mampu meraih dukungan ideal sebagai capres yakni di atas 35 persen.
Sejumlah pakar politik melihat hal tersebut sebagai fenomena 'belenggu politik' akibat terjadinya pembelahan serius pada Pilpres 2019 dan Pilkada DKI 2017.
Baik Prabowo, Anies maupun Ganjar terseret dalam politik identitas masa lalu yang terbukti membelah bangsa dan membekas hingga saat ini.
Dari pengamatan sejumlah pakar, terbelenggunya dukungan untuk tiga kandidat tersebut berpotensi memunculkan bintang baru yang bersih dari politik identitas.
Dari tujuh nama tersisa yang masuk dalam busa Capres 2024 meliputi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Muhaimin Iskandar, Erick Thohir, Andika Perkasa, dan Puan Maharani, beberapa tokoh berpeluang menjadi bintang baru Pilpres 2024.
Mereka seperti Ridwan Kamil, Erick Tohir dan Andika Perkasa. Sementara empat tokoh lainnya yakni AHY, Sandiaga Uno, Cak Imin dan Puan Maharani memiliki bekas sejarah yang sama berkaitan dengan politik masa lalu.
Ridwan Kamil pada survei terakhir dikabarkan berhasil meraih elektabilitas 4 persen, sementara Erick Thohir sebesar 1,5 persen, dan Andika Perkasa 1,4 persen.
Dari tiga nama itu, Ridwan Kamil adalah tokoh yang paling banyak dikenal dengan persentase popularitas mencapai 71,6 persen disusul Erick Tohir 70 persen. Sementara Andika Perkasa tingkat popularitasnya masih di bawah keduanya.
Baik Ridwan Kamil maupun Erick Tohir, keduanya saat ini sama-sama menduduki jabatan politik yang berpeluang mendongkrak popularitas dan elektabilitas mereka.
Program-program keduanya dipandang kerap selaras dengan kepentingan politik 2024 yang memicu peningkatan popularitas dan elektabilitas.
Sementara sebagai Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa terbelenggu oleh Undang-undang Militer yang melarangnya untuk melakukan kegiatan politik praktis.
Saat ini Andika fokus pada program-program internal TNI, mulai dari penanganan kasus prajurit hingga kesejahteraan anggota. Dan teranyar Andika melaksanakan program latihan militer bersama yamg diberi nama 'Super Garuda Shield'.
Latihan militer itu melibatkan 14 negara meliputi; Indonesia, AS, Kanada, Perancis, India, Malaysia, Selandia Baru, Korea Selatan, Papua Nugini, Timor-Leste, Inggris, Australia, Singapura, dan Jepang dengan jumlah personel militer mencapai 4.000 orang.
Dari ketiganya baik Ridwan Kamil, Erick Tohir maupun Andika Perkasa, siapa yang akan menjadi bintang baru pada kontestasi Pilpres 2024?
Presiden Jokowi akan menjadi kunci atas jawaban tersebut. Mungkinkah 'Kotak Pandora' akan dibuka awal tahun depan lewat berombakan kabinet jilid akhir?
Oleh Fazar Muhardi



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…