MANTAN Ketua DPD Partai Demokrat Riau Asri Auzar dikenal sebagai sosok yang loyal terhadap partai, sosoknya menjadi begitu tenar ketika nangis 'bareng' Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Asri Auzar juga tak habis-habis membela SBY dan putranya, AHY, dalam mempertahankan dinasti 'mercy', partai penguasa sebelum PDI Perjuangan.
Dia juga menjadi kader paling lantang menentang KLB Deli Serdang yang mayoritas memberi dukungan penuh untuk Moeldoko.
Namun, keteguhan Asri pada 'mercy' pun akhirnya goyah setelah partai biru mengesahkan dilaksanakannya Musyawarah Daerah V DPD Partai Demokrat Provinsi Riau.
Sebanyak 12 DPC Demokrat Provinsi Riau secara aklamasi memilih Agung Nugroho, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau sebagai calon tunggal Ketua DPD Demokrat Riau.
Jika disahkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Agung akan menggantikan Asri Auzar. Mantan Wakil Ketua DPRD Riau yang sempat maju menjadi calon Bupati Rokan Hilir dalam Pilkada 2019 itu seketika lengser 'prematur'.
Hasil Musda teesebut membuat murka Asri Auzar. Dia memutuskan keluar dari partai tersebut karena menganggap jabatannya diambil paksa.
Asri Auzar bersama pengikutnya bahkan sempat membakar atribut partai setelah kesal kepemimpinannya diambil alih oleh Agung Nugroho, barisan milenial.
Menggapi hal tersebut, Ketua Partai Demokrat DPC Meranti, Provinsi Riau, Muzamil yang mewakili 12 DPC se-Riau menyatakan Musda Riau sudah sesuai aturan yang ada.
"Menanggapi dinamika musda kelima Demokrat, saya dan kawan-kawan mewakili DPC Riau bahwa tidak terpilihnya Bapak Asri Auzar bukan karena dizalimi," kata Muzamil lewat keterangan video, Rabu (1/12/2021).
"Proses Musda Riau hari ini konstitusional dan sesuai aturan partai, AD/ART partai. Percepatan Musda itu kehendak seluruh pemilik suara," imbuh dia.
Menurutnya, apabila ada kekecewaan dari hasil Musda, hal itu adalah hal yang wajar dan dinamika dalam parpol.
"Itu adalah dinamika biasa. Ada yang kecewa ada yang terpilih, tidak terpilih dan itu manusiawi, lumrah dalam kita berpartai," kata dia.
Hak Setiap Kader
Sementara terkait adanya kader yang mundur, Muzali menyebut hal itu adalah hak tiap kader.
"Kami belum bisa menjelaskan, belum bisa klarifikasi, tapi kalau ada yang merasa tidak lagi mau bergabung dengan partai itu kan hak demokrasi," ucapnya.
"Musda ini untuk menghadapi Pemilu 2024, perlu kita segera konsolidasi tingkat daerah. Musda Riau bukan yang pertama, seluruh Indonesia sudah lakukan Musda ada 22 sudah," pungkas dia.
Dulu Lantang
Juru bicara kubu Moeldoko Muhammad Rahmad membeberkan beda sikap eks Ketua DPD PartaiDemokrat RiauAsri Auzar dulu dan saat ini.
Dia menyebut Asri Auzar dulu menjadi orang yang lantang menentang KLB Deli Serang, tapi kini justru kecewa terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Rahmad memberikan dua video berbeda dari Asri Auzar. Video pertama adalah pernyataan Asri Auzar saat membongkar KLB Deli Serdang.
Video kedua yakni pengakuan Asri Auzar yang menyesal telah mendukung AHY. Asri Auzar mengaku kecewa karena adanya penyelenggaraan musyawarah daerah (Musda) V, padahal jabatannya berakhir pada 2022.
"Sebelum dilengserkan oleh AHY, Asri Auzar adalah Ketua DPD Demokrat Riau yang paling lantang membela AHY dan menghujat KLB Deli Serdang," kata Rahmad.
"Setelah dilengserkan AHY tanpa sebab yang jelas, Asri Auzar mengutuk orang yang melengserkannya, menyesal mendukung AHY, dan menyatakan keluar dari Partai Demokrat. Langkah itu juga diikuti oleh sederetan petinggi Demokrat DPD Riau," lanjut Rahmad.
Rahmad menilai sikap Asri Auzar dan kader Demokrat di Riau bentuk kesadaran akan sikap otoriter AHY. Dia menyebut kepemimpinan AHY merupakan praktik ala Hitler.
"Saudara kami di Riau ini akhirnya sadar juga setelah diperlakukan semena-mena, otoriter, dan tidak adil oleh AHY. Cerita AHY tentang Demokrasi didalam Partai Demokrat hanya omong kosong.
Praktiknya bertolak belakang dengan yang diucapkan. AHY kembali mempertontonkan praktek ala Hitler di dalam Partai Demokrat," ujarnya.
"Tindak tanduk AHY yang semena-mena, otoriter dan tidak adil kepada kader kader partai itulah yang diperjuangkan oleh kader kader Demokrat di KLB Deli Serdang," kata Rahmad.
Rahmad salut dengan keberanian Asri Auzar menentang KLB Deli Serdang. Namun, dia menyayangkan upaya itu tidak dinilai oleh AHY.
"Kami sangat memahami luka dalam yang dirasakan Asri Auzar di Riau. AHY telah membalas loyalitas Asri Auzar yang 'bertukus lumus' membela dia melawan KLB Deli Serdang, kemudian dibuang AHY begitu saja di pinggir jalan seperti anak buangan. Jerih payah Asri Auzar membesarkan Demokrat di Riau dan loyalitasnya kepada AHY dianggap tak ada nilai oleh AHY," ucapnya.
"Yang dialami Asri Auzar di Riau hanyalah sebagian contoh kecil. Kader kader Demokrat yang lain sudah lebih dahulu mengalaminya," lanjut Rahmad.
Meski begitu, Rahmad mengatakan pihaknya membuka pintu maaf atas sikap Asri Auzar yang menentang KLB Deli Serdang. Dia lantas mengajak Asri Auzar untuk bergabung ke Kubu Moeldoko.
"Oleh karena itu, meskipun Asri Auzar dan teman teman kami di Riau dulu sangat lantang menyerang Pak Moeldoko dan KLB Deli Serdang, Pak Moeldoko telah membuka pintu maaf untuk Saudara kami di Riau, dan kami juga membuka pintu jika ingin bergabung dalam barisan KLB Deli Serdang," tuturnya.
(Ist/det)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…