RIAUBOOK.COM - Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dengan jelas membantah, jika Riau disebut-sebut memiliki aset atau mendapakan deviden dari Wahana Wisata Eksklusif Lagoi Resort di Kepulauan Riau.
Hal tersebut disampaikan Wan Thamrin kepada RiauBook.com usai bertemu Rifai Rahman yang juga pernah menjabat Wakil Gubernur Riau di masa sebelumnya.
Usai mengatar Rifai Rahman sampai ke pintu mobil, di depan Lobi Gedung Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, RiauBook.com sempat menanyakan perihal pertemuan Wan Thamrin dengan Pria yang diakuinya sebagai guru tersebut.
"Tak ada diskusi apa-apa, cuma bual saja, dia itu kamus aset berjalan Riau, saya banyak menanya soal aset, ini-itu, dan sebagainya, dan bertemu dengan dia itu saya mendapat karunia terbesar, dia itu sarjana pertama yang masuk ke Riau ini," Wan Thamrin.
Namun, saat RiauBook.com menanyakan apakah Pemprov memiliki aset ataupun kepemilikan saham di Lagoi, dengan gamblang Wan Thamrin menyangkal.
"Dari mana pula datangnya, saya waktu itu masih ketua Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), Sekdanya waktu itu ayahnya si Eva (Kadis DPMPTSP Riau), proyek itu, waktu itu Pak Rivai disitu, Wakil Gubernur kalau tidak salah, itu ganti rugi tanah oleh orang Liem Sioe Liong (Sudono Salim/Pendiri Salim Group) kepada masyarakat setempat melalui BPN (Badan Pertanahan Nasional)," kata Wan Thamrin, Kamis (4/7/2018).
Wan Thamrin mengatakan, ketika itu luas lahan yang diganti rugi oleh Salim Group memang mencapai ribuan hektar, namun dia tidak begitu hapal jumlah persisnya.
"Jadi sekian ribu hektar waktu itu, Pemda tidak ada hak disitu, dulunya kan lokasi itu jadi tempat latih Angkatan Laut, disitulah mendaratnya Pesawat Amfibi itu, dengan kesepakatan dipindah ke Dabo Singkep, karena lokasi itu (Lagoi) bagus untuk jadi tempat pariwisata, Kepri waktu itu masih menyatu dengan Riau, masih kabupaten," tuturnya.
Kata Wan Thamrin, kepemilikan Lagoi itu diserahkan kepada masing-masing perseorangan yang ketika itu membayarkan ganti rugi atas tanah tersebut.
"Sekarang kepemilikanya itu diberikan kepada masing-masing perseorangan, waktu itu yang menggati rugi adalah kelompoknya Anthony Salim (Anak Sudono Salim)," tuturnya.
Wan Thamrin juga menepis isu kalau Rifai Rahman disebut sebagai komisaris di wahana wisata eksklusif tersebut.
"Yang tahu itu dari mulai nol sampai terakhir ya Pak Rivai, dan Pak Rivai juga bukan komisaris disitu, orang dari kita itu gak ada masuk disitu, karena yang masuk disitu kelompoknya Liem Sioe Liong," demikian Wan Thamrin. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…