RIAUBOOK.COM - Masyarakat Kota Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau mengeluhkan persoalan tata kota yang belum sepenuhnya terjaga dan terkelola dengan baik. Untuk itu masyarakat meminta agar dinas terkait dapat bertindak untuk melakukan pembenahan. beberapa hal yang mendasar adalah, persoalan parkir dan banjir yang hingga kini belum terselesaikan dengan baik.
" Sejak Kabupaten Pelalawan ini berdiri pada tahun 1999 lalu, banyak persoalan-persoalan mendasar yang belum terselesaikan di kecamatan Pangkalan Kerinci yang notabenenya sebagai ibukota daerah ini. Dan keluhan ini kami sampaikan karena kami sebagai masyarakat sangat peduli terhadap keamjuan Kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pangkalan Kerinci.
Untuk itu, maka kami meminta agar Pemkab Pelalawan dapat kembali menjalankan komitmennya untuk meningkatkan kemajuan pembangunan daerah ini khususnya di kecamatan Pangkalan Kerinci sebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan," ujar seorang warga Amrizal Effendi, Rabu (21/3/18) di Pangkalan Kerinci.
Mantan Anggota DPRD Pelalawan menambahkan, selama ini warga melihat kondisi ibukota Kabupaten Pelalawan cukup memprihatinkan.
Pasalnya, lalulintas yang semrawut karena banyak truk-truk dan bus-bus yang parkir di pinggir jalan. Dan semestinya, Pemkab dalam hal ini Dinas Perhubungan Pelalawan serta Forum LLAJ Kabupaten Pelalawan dapat segera tanggap dengan situasi dan kondisi seperti ini.
" Untuk itu, maka kami masyarakat di Kecamatan Pangkalan Kerinci, meminta agar Dishub Pelalawan dapat segera tanggap memperbaiki kondisi ini dengan segera turun kelapangan untuk menertibkan truk-truk dan bus-bus yang parkir sembarangan khususnya dibahu jalan Lintas Timur kelurahan Pangkalan Kerinci Kota. Karena, para pemilik truk-truk dan bus-bus yang parkir sembarangan dijalan lintas negara ini, sangat berpotensi besar menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Dan para pemilik truk-truk dan bus-bus ini, harus memiliki pool tersendiri sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas," sebutnya.
Selain itu, sambung pria yang akrap disapa AE ini, masyarakat juga mengeluhkan persoalan drainase yang tak pernah kunjung selesai ini. Sehingga tidak heran, jika musim hujan, maka ruas-ruas jalan di ibukota Kabupaten Pelalawan (Pangkalan Kerinci,red) ini, selalu menjadi langganan banjir.
" Salah satunya di BTN lama yang selalu direndam banjir dengan debit air 30 centimeter, sehingga mengganggu aktivitas warga. Begitu kondisi banjir yang kerap menggenangi jalan Sultan Syarief Hasim, jika hujan deras turun mengguyur.
Ditambah lagi, banyaknya ditemukan lubang yang menganga dijalan yang menjadi jalan alternatif bagi para pengendara kendaraan menuju Kota Pekanbaru ini, namun tak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR.
Sehingga belum lama ini, masyarakat telah menanam pohon pisang serta pohon sawit ditengah jalan yang berlobang tersebut. Padahal jalan yang berada tidak jauh dari kantor Bupati Pelalawan ini, menjadi cermin wajah Ibukota Kabupaten Pelalawan.
Pasalnya, setiap harinya sangat banyak warga dari daerah lain melintasi jalan yang telah mengalami kerusakan tersebut, namun diabaikan oleh Pemkab Pelalawan," tuturnya. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…