3 Tanda-tanda Ancaman Teritorial Serius NKRI dari Hal yang Kecil

Riau Book - Batas wilayah sebuah negara adalah hal yang wajib untuk dijaga demi keutuhan dan kedaulatan suatu bangsa dan negara. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar akan hal itu, termasuk Indonesia. Deteksi ancaman teritorial sejak dini merupakan hal patut untuk dilaksanakan agar terhindar dari konflik yang merugikan.

Namun di Indonesia, sejauh ini masih ada tanda-tanda ancaman teritorial yang serius, namun dari hal-hal kecil. Berikut adalah 3 tanda ancaman serius teritorial dari hal kecil di Indonesia:

1. Teritorial Udara
Udara

Sejauh ini masih banyak pesawat tempur asing melakukan letihan dengan masuk atau menerobos ke teriorial udara Indonesia. Khususnya di atas langit Sumatera dan Kepri yang memang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

Sayangnya, situasi ini dianggap oleh perwira TNI belum menjadi ancaman serius.

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma Henri Alfiandi mengatakan; "Potensi konflik yang paling besar itu datang dari negeri tetangga. Ibarat sebuah rumah tangga, potensi konflik itu datang tetangga sendiri, ya dari kanan-kiri," ungkap Henri.

Negara tetangga itu kata dia, seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara Asia tenggara lainnya. Negara inilah yang sering melanggar teritorial udara untuk kawasan Sumatera.

Meski demikian, tegas Henri, negara tetangga yang melanggar batas itu tak bisa langsung dinyatakan musuh. Pasalnya, pelanggaran itu belum memberikan ancaman serius terhadap Indonesia.

Namun pandangan ahli menyatakan sebaliknya. Pendeteksian ancaman teritorial harus dilakukan sedini mungkin dan pencehannya harus dilakukan secara tegas dan bijaksana. Toleransi akan justru memberikan ruang untuk konflik yang lebih besar.

2. Teritorial Laut
Kapal asing

Batas wilayah perairan atau laut juga menjadi salah satu yang kerap menimbulkan konflik antar negara. Maraknya pencurian ikan di wilayah teritorial Indonesia membuat negara ini mengalami kerugian ribuan triliun rupiah.

Namun untuk yang satu ini, Pemerintah Indonesia telah bertindak tegas. Salah satunya dengan meledakkan kapal-kapal asing yang tertangkap mencuri dan melanggar batas teritorial.

Kapal nelayan asing pelaku ilegal fishing diledakkan di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (20/5). (Kiri) Sejumlah petugas menyaksikan peledakan tiga kapal motor asing di Pulau Datuk, Mempawah, Kalbar.(30)

Untuk mengembalikan kedaulatan negara atas kekayaan laut dan memerangi illegal fishing, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI Angkatan Laut sebelumnya pada Mei 2015 telah menenggelamkan dengan cara meledakkan 41 kapal ikan asing secara serentak.

Kapal-kapal yang ditenggelamkan KKP berasal dari berbagai negara, yakni lima kapal Vietnam, dua kapal Thailand, 11 kapal Filipina, dan satu kapal Tiongkok.

Sembilan belas kapal tersebut tidak ditenggelamkan di satu lokasi. Dari jumlah itu, enam kapal ditenggelamkan di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, 11 kapal di Bitung, Sulawesi Utara, satu kapal di Belawan, Sumatera Utara, dan satu kapal lainnya di Idi, Aceh. Sementara berdasar koordinasi dengan TNI Angkatan Laut, ada 22 kapal lagi yang ditenggelamkan.

Penenggelaman kapal asing tersebut di pusatkan di Ranai, Kepulauan Riau. Dengan demikian, ada 41 kapal yang ditenggelamkan. Beberapa kapal yang telah ditenggelamkan, termasuk kapal besar di atas 30 GT, yakni KM BKM 9 (103 GT, Thailand, KM BTH 96110 TS (75 GT, Vietnam), KM BTH 98782 TS (35 GT, Vietnam), KM BTH 96783 TS (35 GT, Vietnam), KM GUI XEI YU 12661 (300 GT, China), KM PKFB 677 (60 GT, Malaysia), KM 026 (80 GT, Thailand).

Pledakan dan penenggelaman kapal-kapal tersebut menggunakan dinamit daya ledak rendah. Dengan demikian, kondisi kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi penenggelaman.

Dengan demikian, kapal-kapal yang ditenggelamkan itu bisa menjadi tempat habitat baru bagi ikan-ikan di perairan tersebut. Pada akhirnya. akan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Kita serius menjaga sumber daya laut kita untuk kesejahteraan masyarakat, nelayan perikanan Indonesia. Bukan kita sok berani, melainkan menegakkan kedaulatan. Tanpa pemberantasan illegal fishing , kita tidak mampu membuat nelayan kita sejahtera," tandas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

3. Teritorial Darat
Darat

Batas wilayah darat dinyatakan sebagai kawasan yang paling aman karena jauh dari sengketa serta ancaman perebutan negara asing. Namun tanda-tanda lemahnya perlindungan atas batas darat telah ada dan menjadi kekhawatiran masa depan bangsa.

Salah satunya adalah lemahnya undang-undang tentang pertanahan yang mengakibatkan terjadinya konflik di tubuh sendiri. Pihak-pihak, termasuk berbagai oknum perusahaan begitu dengan mudah menguasai dan menyerobot lahan dari tangan masyarakat. Ini dibuktikan dengan maraknya laporan sengketa tanah atau lahan di kepolisian. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya undang-undang yang mengatur hal tersebut dan belum tuntasnya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Kemudian di dalam Pasal 2 Undang - Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya (UU No 51 PRP 1960) menyatakan bahwa pemakaian tanah tanpa izin dariyang berhak maupun kuasanya yang sah adalah perbuatan yang dilarang, dan hanya diancam hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000 sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU No 51 PRP 1960.

Hukuman 3 bulan kurungan menurut pendapat ahli sama halnya dengan hukuman tindak pidana ringan (Tipiring). Kondisi tersebut yang kemudian dimanfaatkan berbagai oknum untuk menguasai lahan secara paksa. Akhirnya konflik lahan sejauh ini masih menjadi masalah serius. Terutama antara perusahaan dengan kelompok masyarakat. Belum lagi adanya mafia tanah yang kerap menggunakan kekerasan untuk menguasai lahan tertentu.

Ahli juga berpendapat, lemahnya aturan tentang pertanahan sesungguhnya juga menjadi ancaman serius bagi teritorial. Karena sejauh ini konflik wilayah perbatasan antar daerah masih kerap terjadi. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan pihak asing untuk menguasai dengan cara menyusup melalui perusahaan-perusahaan yang kini terbukti telah mengelola banyak kawasan hutan di Indonesia, termasuk Sumatera. (RB/fzr)

IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, RiauBook

foto

Terkait

Foto

Inspirasi Jelang Kematian Eva, Ini Patut Dicontoh

Riau Book - Ketika mengetahui usia tersisa tinggal 728 hari lagi, reaksi setiap orang mungkin saja berlainan. Namun Eva Meliana…

Foto

Hebat, Wanita Muslim Ini Menjadi Kapten Kapal Perang Australia

Riau Book -Siapa bilang perbedaan harus menjadi penghalang untuk maju? Siapa bilang pendatang tidak bisa naik ke puncak…

Foto

Jubir Menteri PANRB Sapa Honorer K2 dengan Panggilan Sahabat, Lalu Tegaskan Tak Ada Pembatalan

Riau Book--Pemerintah menyatakan tetap memperjuangkan para honorer kategori dua (K2) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan belum ada keputusan…

Foto

Al Qaeda Merapat ke ISIS, Lawan AS dan Rusia

RIAUBOOK--Konflik di Syria sepertinya belum akan reda. Perseteruan koalisi Barat (kekuatan militer Eropa) dan Amerika Serikat dengan Rusia plus pemerintahan…

Foto

Pengangkatan Dibatalkan, 400 Honorer K2 Hancur

RIAUBOOK--Ketua Umum Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih merasa kecewa terhadap keputusan pemerintah yang membatalkan pengangkatan 400 ribu…

Foto

Cerita Lingkaran Menkopolhukam Tentang Bencana Asap, Terindikasi Juga Dikorupsi

Riau Book - "Sedih", demikian ungkapan seorang pejabat dalam lingkaran Kementerian Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) melihat penanganan bencana…

Foto

Zaini Ismail Kehilangan Kursi Sekda, Selain Non Job Juga Bingung Kursi Barunya Dimana?

Riau Book - Nasib Zaini Ismail tak jelas. Setelah dilengserkan dari kursi jabatan sebagai Sekdaprov Riau, dia kini menembati jabatan…

Foto

Kadal ini Unik, Bisa Berganti Kelamin Saat Musim Panas

Riau Book - Hewan pada umumnya terutama jenis reptil memang memiliki keunikan tersendiri. Namun untuk kadal yang satu ini luar…

Foto

Fenomena Unik, Air Terjun ini Hanya Mengalir Justru Saat Kemarau Saja

Riau Book - Sungguh ajaib. Jika pada umumnya air terjun di berbagai wilayah mengalir deras ketika musim hujan, ini justru…

Foto

Fenomena Unik - Ada Salju Warna Pink dan Rasa Semangka

Riau Book - Pada umumnya, salju berwarna putih dan bening. Rasanya tentu hambar. Namun bagaimana jika ada salju justru berwarna…

Foto

Berita Jokowi Sangar Gugat Rp7 Triliun, Lantas RAPP? Top Rangking 100 Ribu Pembaca

Riau Book - Dari ribuan berita yang diposting pada berbagai kanal situs berita online RiauBook.com, terdapat satu tulisan yang…

Foto

Ini Rumah Tajir dengan 100 Kamar di Era 45, Pemiliknya Mayor Miliki 14 Isteri

Riau Book - Zaman dahulu memiliki sejarah yang tak terlupakan. Kisah unik atas tabiat orang-orang dulu juga tergambarkan dalam sebuah…

Foto

Ibu-ibu Menor dan Teriakan Histeris Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

Riau Book - Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di lokasi lahan bekas terbakar di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten…

Foto

Jokowi Shalat Jumat Bersama Ribuan Warga Kampar, Sampai Telat Makan

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) Shalat Jumat berjemaah di Masjid Islamic Centre Bangkinang bersama ribuan warga Kabupaten Bangkinang…

Foto

Jokowi Tempuh Jalan Darat Menuju Kampar

Riau Book - Presiden Joko Widodo dikabarkan menempuh jalan darat dari Sumatera Barat menuju Kabupaten Kampar, Riau, untuk meninjau penaganan…

Foto

Jokowi Tidur di Bukittinggi, Besok Naik Helikopter Menuju Kampar Bagikan Kartu Jitu

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berencana meninjau penanganan kebakaran lahan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau sekaligus melihat…

Foto

Belenggu Asap Riau Selama 18 Tahun

Riau Book - Tahukah Anda? Ada jutaan jiwa terperangkap belenggu asap yang mengancam kehidupan, "merantai" keinginan balita dan mengurung keleluasaan…

Foto

Ini Berbagai Kegiatan Jokowi di Kampar, Ribuan Warga Miskin Akan Menyambutnya

Riau Book - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berkunjung ke Kabupaten Kampar Provinsi Riau untuk meninjau penanganan pemadaman kebakaran lahan…

Foto

Kini Kota-kota di Indonesia Terburuk di Dunia Karena Asap, Pekanbaru ke 2

Riau Book - Tahukah Anda? banyak negara bangga dengan lingkungan tiap kotanya yang asri. Namun berbeda di Indonesia, Air Quality…

Foto

Ini Alasan Plt Gubernur Riau Mendadak Dipanggil Presiden Jokowi

Riau Book - Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mendadak pergi ke Jakarta melalui Padang setelah dipanggil…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan