RIAUBOOK.COM - Pemuda temasuk golongan 'kuat' dari segi usia, stamina, akal dan fisiknya masih segar dan kokoh. Maka wajar jika pemuda selalu hadir menjadi garda terdepan dalam setiap momentum kebangkitan bangsa.
Masa muda adalah masa pencarian identitas, mereka ingin menunjukkan siapa mereka menjadi bab penting dalam dunia anak muda. Seringkali masa muda ini banyak terbuang dengan sia-sia jika tidak dilalui dengan nilai moral dan kearifan. Kondisi seperti ini selalu menjadi penyesalan dimasa tua kelak dari kebanyakan orang.
Pemuda selalu dikenal energik, tahan banting, dan mempunyai banyak waktu luang untuk beraktivitas. Kalau kita amati beberpa aktivitas yang banyak dilakukan oleh generasi muda seperti bergadang hingga larut malam, rapat, kumpul-kumpul bareng teman, olahraga, chatingan, facebookan, games, nongkrong, hingga traveling. Aktivitas ini sangat bersahabat dengan waktu, selama apapun maka waktu tetap setia mengikuti.
Disinilah kita melihat daya tahan pemuda dalam menjalani hari-harinya dengan aktivitas yang padat dan beragam. Semua aktivitas ini menjadi akrab pada sebagian besar generasi muda, sehingga sering dikenal istilah dikalangan muda itu, 'gak ada loch, gak rame.'
Bagaimana jika daya tahan itu kita uji dibulan ramadhan? begitu banyak waktu yang dihabiskan oleh kita sebagai generasi muda untuk sesuatu yang banyak unsur duniawinya, ada baiknya hal itu kita coba buktikan dengan sesuatu yang bersifat ukhrawi. Ramadhan menyajikan instrumen untuk mengukur daya tahan aktivitas ukhrawi kita.
Berjam-jam lamanya kita chattingan, kumpul, nongkrong, atau bergadang agenda rapat/games diluar ramadhan. Ada baiknya waktu berjam-jam itu kita arahkan untuk membaca alquran dimasjid, memperbanyak silaturrahim, shalat tarwih dan witir, hingga shalat tahajjud disepertiga malam. Ini tentu menjadi sesuat yang menarik, jika generasi muda kuat dalam segala aktivitas diluar ramadhan, maka kekuatan itu perlu diuji dibulan mulia ini.

Dengan demikian, kita sebagai generasi muda bisa meraih predikat orang mukmin kuat dihadapan Allah SWT, sebagaimana pesan Nabi SAW, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan." (HR. Muslim)
Agar masa muda yang tidak begitu lama bersama kita ini juga bisa lebih berguna untuk dunia dan akhirat kita. Rasulullah SAWbersabda, "Tidak akan bergesar kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang lima (perkara): tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan ilmunya" (HR. Tirmidzi)
Daya tahan yang teruji saat ramadhan akan mengantarkan sosok pemuda menempati posisi yang istimewa dihadapan Allah SWT, ini menjadi harapan besar kita.
"Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: "Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah" (HR. Bukhari Muslim) (RB/yopi)
Penulis adalah Afdhal: Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Pekanbaru dan Presiden Korps Instruktur Wilayah KAMMI Riau sejak 2013 hingga sekarang.
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…