Opini

Kisah Tersangka yang tak Berujung

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah Islam)

Kembali tokoh Islam ditetapkan sebagai tersangka. Kali ini menimpa Muhammad Al Khaththath. Sang ustadz yang merupakan Sekjen Forum Umat Islam ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus makar. Bagi Polisi, Al Khaththath merencanakan penggulingan Jokowi. Andaikata demikian, benar adanya, ya, tak ada soal lah penetapan tersangka itu.

Di sisi yang lain, ada pula yang berpendapat bahwa penetapan Al Khaththath sebagai tersangka sarat dengan nuansa pembungkaman atau sebagai bentuk membatasi langkah perjuangan sang ustadz. Sebab, selama ini sang ustadz dikenal kritis dengan rezim yang sedang berkuasa hari ini. Andaikata demikian, sekali lagi andaikata demikian, kembali penegakan hukum tidak sehat dimainkan. Biasanya saya sebut sebagai penegakan hukum sesuka hati.

Artikel ini menyoroti penegakan hukum sesuka hati ini secara umum di republik ini. Baik sebagai bentuk pembungkaman maupun motif balas dendam.

Merunut sejarah, berbicara mengenai pembungkaman terhadap seseorang ataupun penegakan hukum dengan motif balas dendam yang kemudian berujung pada penetapan tersangka, bukanlah barang baru di republik ini. Ini bukan rahasia lagi. Hal ini jamak terjadi. Penegakan hukum seperti ini, wajib kita kritisi. Sebab, ketika sesorang ditetapkan sebagi tersangka, kemudian kasusnya itu tak tau hendak dibawa kemana, atau didiamkan saja sampai hari ini, atau tidak ada ujungnya, berarti ada sesuatu yang tidak sehat dalam penegakan hukum kita.

Misalkan, Suparman Marzuki, Ketua Komisi Yudisial (KY) periode yang lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Hakim Sarfin Rizaldi. Suparman Marzuki merekomendasikan skorsing terhadap Sarfin dalam perkara Budi Gunawan yang dimenangkan gugatan praperadilannya oleh Sarfin. Sampai hari ini kasus tersebut tidak ada kejelasan, padahal penetapannya sebagai tersangka di pertengahan Juli 2015 lalu. Bukankah sekarang sudah awal April 2017? Ada apa ini? Ada apa ini? Apakah hanya sekedar penegakan hukum balas dendam? Andaikata demikian, sekali lagi, andaikata demikian, siap-siap sajalah mempertanggungjawabkannya di Mahkamah Allah SWT, di akhirat nantinya.

Konsekuensi penetapan tersangka ini, juga berimbas kepada terhalangnya Dosen Tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini untuk seleksi Komisioner KY periode berikutnya.

Abraham Samad, Ketua KPK periode yang lalu. Ia tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen. Sulit untuk tidak mengaitkan penetapan tersangkanya dengan perkara Budi Gunawan yang ia tangani. Di 9 Februari 2015 ia resmi ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini kita sudah menginjak awal April 2017, kasus Abraham Samad ini juga tidak tau hendak mau dibawa kemana. Ada apa ini? Ada apa ini? Apakah hanya sekedar penegakan hukum balas dendam? Apakah hanya sekedar untuk mencampakkan Abraham dari kursi Ketua KPK? Andaikata demikian, sekali lagi, andaikata demikian, ya, siap-siap sajalah "dimarahi" Allah SWT di akhirat nanti.

Begitu juga dengan kasus Bambang Widjojanto, Denny Indrayana, Taufiqurrahman Syahuri, dan banyak lagi. Tak jelas kejelasan kasus mereka. Ingat, setiap kita akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang pernah kita lakukan. Ingat juga sesama manusia tidak ada kata taubat.

Sayangnya, Kapolri Tito sebagai "Presidennya" para polisi tidak menyoroti persoalan besar ini. Ini jangan bilang perkara sederhana. Ini menyangkut marwah, gerak langkah dan kehidupan seseorang di masa yang akan datang. Bukankah Allah bilang bahwa "Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan" (QS Al-Baqarah: 191)? Bukankah Allah telah berbicara kepada kita bahwa "Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh" (QS Al-Baqarah: 217)?

Saya berharap, semoga Kapolri tidak menyepelekan lagi persoalan ini di masa yang akan datang. Jadilah Kapolri seperti Jenderal Hoegeng. Takutnya cuma satu, yaitu takut kepada Allah. Ia tak takut kepada manusia. Ia tak takut kepada Soeharto ketika itu walaupun akhirnya berujung kepada pencopotannya sebagai orang nomor satu di tubuh Bhayangkara tersebut. Ini fakta. Fakta tak pernah bohong. Tak pernah. Semoga kisah tersangka yang tak berujung, tak terjadi lagi termasuk dalam kasus Ustadz Muhammad Al Khaththath. Semoga.

Tentang Penulis

Wira Atma Hajri, lahir di Bangkinang (Riau), 11 Maret 1990. Penulis adalah lulusan Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang (2008). Meraih gelar Sarjana Hukum dari Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) sebagai lulusan terbaik (2012), dan Magister Hukum dari departemen yang sama di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dengan predikat kelulusan 'Dengan Pujian' (Cumlaude) dalam waktu 13 bulan (2013). Saat ini adalah Dosen Tetap Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Riau pada Fakultas Hukum UIR. Di samping itu juga dipercayakan oleh Rektor UIR sebagai Pengelola UIR Press. Penulis bergabung dengan lembaga dakwah Majelis Dakwah Islamiyah Kota Pekanbaru (2011-sekarang).

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Riau AMANAH 2018?

RIAU dibangun dengan image "negeri minyak". Karena tak hanya "emas hitam" di perut buminya yang sejak 1980an sumbangkan 80 persen…

Foto

Sistem Resi Gudang, Solusi Jitu untuk Negeri Hamparan Kelapa

Kata bunda Kartini habis gelap terbitlah terang. Setiap masalah pasti ada solusinya, bukankah Tuhan menurunkan penyakit beserta obatnya? Saya ingin…

Foto

Investor Asing, Kawan atau Lawan ?

Oleh: Hamidum MajidTIDAK dapat kita pungkiri bahwa negara kita ini adalah negara berkembang. Sebagai negara berkembang tentunya Indonesia banyak…

Foto

Karena Kita Bersaudara

Oleh: Hamidum MajidPesta demokrasi pemilihan kepala daerah untuk Kota Pekanbaru danKabupaten Kampar sudah hampir dua minggu berakhir.Kompetisi sudah selesai, pemenang…

Foto

Cara Berciuman yang Benar Berdasarkan Zodiak

Riau Book - Setiap hubungan asmara tentu menginginkan keharmonisan, bahkan hal-hal kecil termasuk cara berciuman harus diperhatikan agar pasangan tidak…

Foto

Satu Masalah yang Belum Terselesaikan

Riau Book-JALAN Raya Pekanbaru-Bangkinang merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan kabupaten Kampar dengan kota Pekanbaru.Sebagai jalan raya…

Foto

Beri Komentar, Gimana Jika Ahok jadi Ketua KPK?

Riau Book - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kini tengah menjadi perbincangan hangat di dunia maya, bahkan para netizen memberikan…

Foto

Kenali Frasa-frasa Janggal yang Tak Logis tapi Jadi Bahasa Nasional

Riau Book - Begitu banyak frasa (gabungan dua atau lebih kata yang tidak memiliki kaitan predikat) yang janggal dan tak…

Foto

Pasangan Calon Pilkada yang Kalah, Perbanyaklah Istighfar!

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah Islam)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib BangkinangPada…

Foto

Sempat Bimbang, Tuk Dulo Akhirnya Memantapkan Diri Pilih Pemimpinnya untuk 5 Tahun ke Depan

Riau Book- Usai salat subuh berjamaah di musala yang sudah bertahun-tahun tak berdinding itu, datang menyelinap di hati Datuk Abdullah…

Foto

Tidak Ada Hukum yang Lebih Baik daripada Hukum Allah

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)"Ganas dan…

Foto

Perasaan-perasaan Aneh dalam Memori Fikiran, Mungkinkah tanda Kebenaran Reinkarnasi?

Riau Book - Reinkarnasi atau terlahirkan kembali sejauh ini masih menjadi perdebatan para ilmuan dunia, namun tanda-tandanya ada hingga mengindikasikan…

Foto

Ramal Masa Depan dengan Tanggal Lahirmu, Ikuti Langkah Ini

Riau Book - Setiap manusia senantiasa memiliki rasa penasaran, termasuk tentang masa depan, berbagai cara bahkan dilakukan untuk mengetahui kehidupan…

Foto

Menjaga Marwah Gedung Panglima Ghimbam

Tulisan singkat Ini coba saya mulai dengan ungkapan Berthold Brecht (1898 — 1956), seorang penyair Jerman, yang juga dramawan, sutradara…

Foto

Uji Otak Mu dengan Teka-teki ini

Riau Book - Kemampuan otak manusia bisa dilihat dengan berbagai ujian termasuk dengan teka-teki agar terlihat kemampuan berfikir sekaligus merangsang…

Foto

Kasus Penyadapan, Presiden Jokowi Juga Pernah Disadap

Riau Book - (Ribut-ribu penyadaran yang marak terdengar sekarang ini pasca persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja…

Foto

Inilah akhir Drama Perseteruan Ahok dengan Sesepuh Nahdlatul Ulama

Riau Book - Panasnya suhu politik nasional di Jakarta terus memuai ke permukaan, terlebih ketika Gubernur Nonaktif DKI Jakarta Basuki…

Foto

Pangdam Tanamkan Semangat Penanggulangan Bencana Asap Akibat Karhutla di Riau

Riaubook - Mewujudkan tahun 2017 Riau bebas asap, Panglima Kodam (Pangdam) l Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung tanamkan semangat…

Foto

Survei: Ini akan Menjadi Histori Jika Ahok Kalah di Pilkada DKI

Riau Book - Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta tidak lama lagi akan berlangsung dan jika nanti Ahok kalah dalam…

Foto

Barack Obama, Sang Mantan, Bukan Mantan yang "Merecoki"

Riau Book - Barack Obama menikmati hidup selepas jadi presiden dengan berlibur ke British Virgin Island, satu pulau milik Inggris…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan