Opini

Adu Kuat Balon Gubernur Riau

Oleh: Bagus Santoso, Anggota DPRD Riau

RIAUBOOK.COM - Syamsuar, Haris, Yopi Arianto memilih langkah cepat menyatakan akan maju sebagai balon Gubernur. Meskipun belum tahu akan diusung dan didukung oleh parpol yang mana.

Start tiga Bupati ini ternyata berhasil mendapat "panggung" popularitas sebagai bentuk political publicity karena di tangan mereka saat ini memiliki kunci akses kekuasaan.

Begitulah, bau aroma'perang' bakal calon ( balon) Gubernur Riau sudah berangsur memanas. Menyongsong kontestasi elektoral di Riau yang menurut hitungan akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2018.

Riau dengan penduduk sekitar 6,3 juta jiwa. Tersebar di 10 kabupaten dan 2 kota. Riau memiliki kekayaan alam yang dapat diandalkan, terbukti Riau mempunyai duit APBD tahun 2017 mencapai Rp 10, 4 triliun.

Di antara faktor tersebutlah mungkin yang menjadi magnet, daya tarik ramai-ramai mengincar kursi Gubernur. Di samping Riau dinilai potensi untuk dijadikan investasi politik bagi parpol dalam pemenangan pesta demokrasi pemilu legislatif setiap musim lima tahunan.

Gelanggang petarungan yang menarik tersebut, kini sudah muncul sederet nama balon baik yang terang-terangan menyatakan diri siap maju maupun masih terkesan tertutup atau malu- malu tapi mau.

Yang paling menarik dicermati pergerakan politik saat ini adalah ramainya kader Golkar saling berebut start menyatakan keinginannya untuk maju ke kursi Riau satu.

Setakat ini setidaknya sudah ada 4 nama yang sama- sama bernaung di bawa. Partai berlambang pohon beringin. Secara terbuka maupun samar siap berkompetisi.

Sebut saja Harris Bupati Pelalawan, Syamsuar Bupati Siak, Yopi Arianto Bupati Inhu dan Arsyajuliandi Rachman sang incumbet.

Syamsuar, Harris dan Yopi terang-terangan menyatakan maju sebagai balon Gubernur. Sementara petahana yang dikenal dengan sebutan Andi Rachman dan akan habis masa jabatannya pada 19 februari 2019 terkesan masih ragu- ragu.

Praduga politik, apa yang terjadi pada kader Golkar mengabarkan terjadi persaingan keras diantara mereka untuk dapat di usung dan di dukung DPP Partai Golkar.

Ramainya kader Golkar akan maju merebut kursi Gubernur Riau dapat ditafsirkan, saat ini DPP Golkar belum memberi sinyal arah angin kuat yang mengarah kepada keempat kader tersebut.

Sebagaimana diketahui syarat calon gubernur berdasarkan UU Pilkada Nomor 10 tahun 2016 harus didukung oleh partai atau gabungan partai politik, dengan mensyaratkan 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen suara sah di pemilu legislatif.

Mengingat di DPRD Provinsi Riau 65 kursi, maka 20 persen berarti 13 kursi. Jika melihat syarat tersebut, hanya Golkar yang bisa mencalonkan kandidatnya tanpa berkoalisi . Dimana Golkar memiliki 14 kursi.

Di bawahnya ada PDIP dan Demokrat masing- masing 9 kursi, lantas PAN dan Gerindera sama- sama 7 kursi. PKB 6 kursi, PPP 5 kursi. Selanjutnya Nasdem dan PKS 3 kursi terakir Hanura 2 kursi.

Melihat peta kekuatan awal ini, wajar jika kader Golkar ramai- ramai turun gunung untuk merebut kursi Gubernur. Selain stok kader golkar banyak, perolehan kursinya mencukupi untuk melayarkan perahunya sendiri.

Ditambah lagi ketentuan yang menguntungkan bagi Bupati, Walikota - cukup mengajukan cuti tidak perlu mengundurkan diri dari jabatannya. Sebagaimana Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 Tahun 2016 Pasal 4.

Sebenarnya sudah mulai tampak kekuatan mana yang akan menjelma menjadi pemain utama, dan mana yang baru meraba- raba di tengah gegap gempitanya dukungan dalam kandidasi.

Secara nyata, komunikasi politik antar partai semakin intens. Masing-masing pihak saling menjajaki dan membuka peluang untuk bersepakat alias zone of possible agreement.

Di atas kertas, 65 kursi dikurangi 14 kursi Golkar masih tersisa 51 kursi bermakna terbuka peluang hingga 3 paslon, dengan catatan partai- partai tidak kumulasi di hanya satu atau 2 kandidat. Dengan hitungan demikian setidaknya akan ada 4 paslon yang bertarung.

Bisa saja PDIP, Demokrat, Gerindera dan PAN saling berkongsi dengan partai PKB, PKS, Nasdem dan Hanura untuk menggenapkan kursi. Peta akan berubah jika parpol tersebut memilih berkoalisi dengan Golkar. Sehingga jumlah paslon bisa jadi tiga pasang atau dua pasang.

Hanya saja jika melihat gejala empat orang kader Golkar yang sudah secara terang- terangan atau sembunyi- sembunyi bersiap diri maju yaitu Haris, Syamsuar, Andi Rachman dan Yopi Arianto ditambah lagi nama- nama Achmad demokrat, Lukman Edi PKB, Irwan Nasir PAN, Edi Tanjung (Gerindera), Rusli Effendi ( PPP ) serta Kordias Pasaribu PDIP .

Ditambah nama lain yang muncul Jon Erizal, Syamsurizal ( PAN), Sukarmis, Septina Primawati (Golkar) Intsyiawati Ayus ( DPD RI), Indra Muklis ( mantan bupati Inhil), Ahmi Septari ( Ketua Perindo) . Dengan mendata nama- nama tersebut berkemungkinan besar 4 paslon yang bertarung.

Percaturan politik juga akan sangat dinamis manakala berhadapan dengan strategi pemenangan atau hitungan untung rugi dalam kancah pasar parpol. Saat in juri time boleh jadi parpol dengan perolehan kursi besar lebih memilih mengusung tokoh lain dibandingkan kadernya sendiri.

Prediksi akan berubah- rubah jika parpol pemilik kursi besar dengan Pertimbangan terkait minimnya kader internal atau tersebab telah terjadi kesepakatan yang lebih urgen.

Meski kecil celahnya, dengan menimbang partai lain lebih memiliki modal dasar elektoral tinggi saat ini. berkemungkinan juga akan terjadi kawin politik - cara seperti di DKI saat mendukung Ahok- Djarot. Maka jumlah paslon akan mengerucut menjadi 2 paket.

Mari kita berhitung ; Bupati Siak Syamsuar ( Golkar) dengan paket pasangannya Alfedri adalah kader PAN, jika Syamsuar tidak diusung Golkar besar kemungkinan perahu PAN akan mengantarkannya berlayar.

Begitu juga Yopi Arianto ( Golkar) Bupati Inhu - wakilnya Khairizal adalah pengurus PDIP. PDIP Sangat berkepentingan untuk memenangkan Yopi Arianto, sangat masuk akal, sebab Erizal yang nota bene pengurus PDIP akan menggantikan posisi Bupati , jika Yopi menang dalam pemilihan Gubernur.

Syamsuar dan Yopi pada peta awal memiliki bergaining politik yang tinggi. Jika Alfedri wakil Syamsuar naik jadi Bupati, sama halnya Khairizal menggantikan Yopi, maka masih ada jabatan kosong yang ditingalkan yaitu wakil Bupati.

Peluang Ini akan menjadi amunisi atau alat barter yang luar biasa dahsyat bagi Syamsuar maupun Yopi Arianto. Jabatan wabup yang kosong jelas menarik bagi parpol lain untuk diajak bergaining. Bisa Alfedri ( PAN) tidak mengambil wakilnya dari Golkar jika Syamsuar tidak di dukung Golkar. Sama halnya Khairizal (PDIP) akan menolak wakil yang direpresentasikan Golkar kalau Yopi Arianto tidak di usung Golkar.

Maka akan membuka peluang parpol lainnya seperti PKB, Gerindera, Demokrat berunding satu meja terkait jatah lowongan jabatan tersebut. Tergantung komunikasi dan deal politik seiring proses dukungan menuju Riau satu.

Sementara Pasangan Haris - Zardewan juga memiliki modal tambahan posisi wabup akan menjadi daya tawar strategis menggaet parpol lain. Sedangkan Andi Rachman setakat ini bermain solo alias tidak memiliki wakil. Sehingga belum terbaca kekuatan dan bergaining selain partai tempat bernaungnya Golkar.

Khusus Haris dengan melihat sepak terjangnya, dia tidak akan kehilangan cara untuk merebut tiket dukungan parpol. Bisa saja Haris akan berpaket dengan memilih sosok petarung muda.

Meski saat ini kandidat bersikukuh untuk mengincar Riau satu, peluang Haris untuk menggaet tokoh muda yang memiliki perahu dan jaringan luas untuk meyakinkan dan melenturkan menjadi pasangannya. Nama Yopi Arianto, Lukman Edi, akan dilirik jadi pilihan prioritas.

Golkar yang memiliki stok segudang kader sepertinya akan kesulitan untuk memilih salah satu kadernya. Kesulitan yang dirasakan sejatinya juga membawa keberuntungan. Jika dari 4 kader muncul - siapapun yang menang tidak dapat dipungkiri mereka kader Golkar. Walau dipastikan ada resiko yang akan dijatuhkan.

Secara psikopolitik, ada beberapa parpol di Riau yang sudah berhasil membangun padu padannya chemistry saat mengusung paslon di pilkada serentak.

Sebut saja di Pekanbaru Firdaus - Ayat Cahyadi hasil perkongsian Demokrat, PKS plus Gerindera. Paling anyar Aziz Zainal - Catur Sugeng Susanto koloborasi PPP dengan Golkar. Di Inhu Yopi Arianto - Khairizal perkawinan Golkar bersama PDIP. Begitu juga Syamsuar - Alfedri penyatuan kekuatan Golkar dengan PAN.

Nama Firdaus walau masih sepi dari perbincangan bukan tidak diperhitungkan. Apalagi kalau partai koalisi pada pilwako kemarin bisa terulang. Yaitu Demokrat, PKS dan Gerindera sudah mencukupi syarat. Tinggal berunding Firdaus atau Achmad ( Demokrat ) bersama Edi Tanjung.

Sedangkan kekuatan Golkar bersatu pada pemilihan Gubernur yaitu Annas Mamun - Andi Rachman. Bisa saja kongsi antar parpol yang sudah dibangun ketika pilkada serentak akan bergandeng pada laga pemilihan Gubernur. Golkar juga bisa mengulang koalisi dukungan pada pilkada Kampar yaitu mengajak PPP.

Kejutan dari Golkar bisa saja terjadi, cuma siapa yang diberi tiket Andi, Yopi, Syamsuar atau Haris. Begitupun peluang untuk pemilihan Gubernur paket Golkar bisa jadi terulang kembali. Paket Andi Rachman - Syamsuar, Andi Racman -Yopi Arianto, atau Bisa juga Syamsuar - Haris, atau Haris - Yopi Arianto.

Hanya saja keempat kader golkar tersebut sudah mematok sabagai balon Riau satu, bermakna sulit untuk dipaketkan. Namun kelenturan pada dunia politik semuanya tidak ada yang harga mati.

Melihat peta kekuatan Golkar tersebut, muncul 3 poros Golkar yang berpeluang lolos yaitu pertama Poros petahan Andi Rachman, Poros Indera Giri Haris dan Yopi, ketiga poros Syamsuar.

Khusus poros Indera Giri sudah santer kabar Haris berpasangan dengan Yopi. Jika poros Indera Giri bersatu berkemungkinan akan mengusik parpol lain ikut bergabung. Lukman Edi PKB kalau tidak maju, secara psikopolitik karena irisan wilayah diperkirakan lebih cenderung bergabung ke Poros Haris.

Tetapi jika Lukman Edi memilih mengundurkan diri dari senayan juga sangat berpeluang untuk di gandeng atau menggandeng Demokrat ( Achmad, Firdaus), atau dengan Golkar ( Andi,Syamsuar,Haris, Yopi).

Perkembangan politik di level nasional tidak bisa dikesampingkan terkadang berimbas kepada politik lokal. manuver Golkar jauh hari yang sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi sebagai calon presiden kembali.

Tak ingin kalah start Gerindera menyebut capres mereka pada 2019 adalah Prabowo Subianto. Manuver ini berkemungkinan akan berpengaruh terhadap politik di Riau. Sehingga peluang Golkar berkoalisi dengan Gerindera menjadi sangat tipis.

Di banyak pilkada justeru pertimbangan ideologi kerap tak menjadi orientasi parpol, Tetapi pertimbangan jaringan dan kekuatan jumlah penduduk dengan melihat persentase etnis atau suku menjadi faktor yang diperhitungkan.

Untuk level politik Riau, pada Pilkada serentak pertimbangan psikopolitik atau ideologi tidak begitu dipersoalkan. Dengan cara membangun komunikasi dan kecocokan paket , paslon banyak yang menyimpang dari jalur perkongsian yang dianut di level nasional.

Gegap gempita survey dan poling sudah banyak menghiasi media cetak dan on line. Dan seperti biasa hasil survey dan poling antara lembaga dan media satu dengan lainnya merilis nama- nama dan peringkatnya berbeda- beda. Berdasar pengalaman hasil survey dan poling biasanya tidak menjamin nama menjadi pemenang. Keuntungannya mereka yang tercantum minimal sudah menjadi pemenang survey dan poling. (RB)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Kisah Tersangka yang tak Berujung

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah Islam)Kembali tokoh Islam ditetapkan sebagai tersangka.…

Foto

Riau AMANAH 2018?

RIAU dibangun dengan image "negeri minyak". Karena tak hanya "emas hitam" di perut buminya yang sejak 1980an sumbangkan 80 persen…

Foto

Sistem Resi Gudang, Solusi Jitu untuk Negeri Hamparan Kelapa

Kata bunda Kartini habis gelap terbitlah terang. Setiap masalah pasti ada solusinya, bukankah Tuhan menurunkan penyakit beserta obatnya? Saya ingin…

Foto

Investor Asing, Kawan atau Lawan ?

Oleh: Hamidum MajidTIDAK dapat kita pungkiri bahwa negara kita ini adalah negara berkembang. Sebagai negara berkembang tentunya Indonesia banyak…

Foto

Karena Kita Bersaudara

Oleh: Hamidum MajidPesta demokrasi pemilihan kepala daerah untuk Kota Pekanbaru danKabupaten Kampar sudah hampir dua minggu berakhir.Kompetisi sudah selesai, pemenang…

Foto

Cara Berciuman yang Benar Berdasarkan Zodiak

Riau Book - Setiap hubungan asmara tentu menginginkan keharmonisan, bahkan hal-hal kecil termasuk cara berciuman harus diperhatikan agar pasangan tidak…

Foto

Satu Masalah yang Belum Terselesaikan

Riau Book-JALAN Raya Pekanbaru-Bangkinang merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan kabupaten Kampar dengan kota Pekanbaru.Sebagai jalan raya…

Foto

Beri Komentar, Gimana Jika Ahok jadi Ketua KPK?

Riau Book - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kini tengah menjadi perbincangan hangat di dunia maya, bahkan para netizen memberikan…

Foto

Kenali Frasa-frasa Janggal yang Tak Logis tapi Jadi Bahasa Nasional

Riau Book - Begitu banyak frasa (gabungan dua atau lebih kata yang tidak memiliki kaitan predikat) yang janggal dan tak…

Foto

Pasangan Calon Pilkada yang Kalah, Perbanyaklah Istighfar!

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah Islam)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib BangkinangPada…

Foto

Sempat Bimbang, Tuk Dulo Akhirnya Memantapkan Diri Pilih Pemimpinnya untuk 5 Tahun ke Depan

Riau Book- Usai salat subuh berjamaah di musala yang sudah bertahun-tahun tak berdinding itu, datang menyelinap di hati Datuk Abdullah…

Foto

Tidak Ada Hukum yang Lebih Baik daripada Hukum Allah

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)"Ganas dan…

Foto

Perasaan-perasaan Aneh dalam Memori Fikiran, Mungkinkah tanda Kebenaran Reinkarnasi?

Riau Book - Reinkarnasi atau terlahirkan kembali sejauh ini masih menjadi perdebatan para ilmuan dunia, namun tanda-tandanya ada hingga mengindikasikan…

Foto

Ramal Masa Depan dengan Tanggal Lahirmu, Ikuti Langkah Ini

Riau Book - Setiap manusia senantiasa memiliki rasa penasaran, termasuk tentang masa depan, berbagai cara bahkan dilakukan untuk mengetahui kehidupan…

Foto

Menjaga Marwah Gedung Panglima Ghimbam

Tulisan singkat Ini coba saya mulai dengan ungkapan Berthold Brecht (1898 — 1956), seorang penyair Jerman, yang juga dramawan, sutradara…

Foto

Uji Otak Mu dengan Teka-teki ini

Riau Book - Kemampuan otak manusia bisa dilihat dengan berbagai ujian termasuk dengan teka-teki agar terlihat kemampuan berfikir sekaligus merangsang…

Foto

Kasus Penyadapan, Presiden Jokowi Juga Pernah Disadap

Riau Book - (Ribut-ribu penyadaran yang marak terdengar sekarang ini pasca persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja…

Foto

Inilah akhir Drama Perseteruan Ahok dengan Sesepuh Nahdlatul Ulama

Riau Book - Panasnya suhu politik nasional di Jakarta terus memuai ke permukaan, terlebih ketika Gubernur Nonaktif DKI Jakarta Basuki…

Foto

Pangdam Tanamkan Semangat Penanggulangan Bencana Asap Akibat Karhutla di Riau

Riaubook - Mewujudkan tahun 2017 Riau bebas asap, Panglima Kodam (Pangdam) l Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung tanamkan semangat…

Foto

Survei: Ini akan Menjadi Histori Jika Ahok Kalah di Pilkada DKI

Riau Book - Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta tidak lama lagi akan berlangsung dan jika nanti Ahok kalah dalam…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan