Riau Book - Terkait dengan pemberitaan sebelumnya tentang adanya penggelapan BPKP konsumen oleh oknum karyawan FIF Tembilahan, dan pihak FIF telah berjanji akan menggantikan pada bulan September 2016.
Pada waktu itu saat Riau Book mencoba konfirmasi ke FIF pihaknya mengatakan "Kami memohon maaf atas kejadian ini, dan kami juga sedang mengupayakan dalam penggantian BPKB Konsumen tersebut," kata pihak FIF melalui bagian proses BPKB, Isdarno kepada media, Senin (15/8/2016).
Mengenai jangka waktu untuk adanya BPKB yang sedang diupayakan, pihak FIF sebutkan sekitar bulan September nanti akan ada informasinya.
"Kami juga sudah membicarakan kepada yang bersangkutan (Konsumen, red) bahwa kami sebutkan sekitar bulan September ini ada BPKB penggantinya," ulasnya.
Menyikapi ini, ia juga meminta kepada konsumen yang terkait untuk tetap bersabar, karena kepengurusan ini juga butuh proses.
"Kami ucapkan mohon maaf, dan kita berharap yang bersangkutan tetap bersabar," imbuhnya.
Kendati demikian, sesuai dengan janji pihak FIF yang akan menggantikan BPKB yang tersebut pada bulan September 2016 ini, pihak konsumen, Ihsan akui sudah ada negosiasi, akan tetapi tidak membuahkan hasil, yang ada malah terus janji molor.
"Kemarin kami sudah berjumpa dengan mereka (FIF, red). Kami sempat lakukan negosiasi, dapatlah keputusan untuk menggantikan motor saja dan tidak menggantikan BPKB yang hilang. Saya kira itu tawaran yang tidak merugikan kami, maka kami setujui. Akan tetapi, di ujung-ujungnya malah dibatalkan lagi," ucap Ihsan sambil heran, Jum'at (23/9/2016).
Dengan pembatalan kebijakan baru itu, Ihsan menganggap pihak FIF telah mempermainkan dirinya dan dia akan terus giring permasalahan ini sampai hak nya dipenuhi.
"Mereka seakan-akan mempermainkan saya, sudah deal kok dibatalkan. Tapi saya tidak mau diam begitu saja, akan saya telusuri terus sampai BPKB saya dapat," tukasnya.
Riau Book kembali mengkonfirmasi ke pihak FIF Jalan Batang Tuaka Tembilahan, Jum'at (23/9/2016), yang pada saat itu Pimpinan Anak Cabang Rengat, Beni Purba langsung yang menjelaskan, dan ia menceritakan proses yang telah dilakukan oleh pihaknya.
"Benar, BPKB bapak tersebut sudah dilarikan oleh oknum karyawan kami yang statusnya sekarang menjadi buron. Dan kami juga sudah laporkan ini ke pihak berwajib," katanya.
Manyikapi masalah ini, Beni sebutkan ada 3 tawaran yang ditawarkan ke pelanggan, yang menurutnya bisa menjadi solusi.
"Kami tawarkan yang pertama Duplikat BPKB, yang kedua Motor tersebut kami beli dengan harga yang sesuai, yang ketiga kami gantikan dengan motor dengan yang sepadan," katanya.
Beni sebutkan, pertama pelanggan (Ihsan, red) menyetujui untuk proses duplikat. Sembari pengurusan karena pajak motor tersebut mati, maka pihaknya meminta untuk menghidupkan terlebih dahulu.
"Kami sebenarnya sudah berupaya untuk menguruskan duplikat BPKB tersebut, bahkan kami juga sudah turun ke pulau (Sapat, red) tempat motor tersebut berada. Dan juga sudah menghidupkan pajaknya, akan tetapi ditengah kepengurusan tiba-tiba timbul di pemberitaan," ulasnya.
Dengan adanya pemberitaan tersebut, Beni katakan pihaknya kesulitan untuk mengurus, karena biayanya sudah mahal.
"Setelah dimuat di berita, maklumlah yang namanya online siapa saja kapan saja bisa di baca maka kepengurusan tadi agak mahal mau mencapai Rp 7.000.000 sementara motornya dikisaran Rp. 5.000.000," ucapnya.
Menyikapi itu lagi, pihaknya kembali memanggil pelanggan untuk membicarakan opsi berikutnya.
"Kami tawarkan untuk digantikan motor saja, dia setuju. Kemudian pelanggan di bawalah ke gudang untuk memilih, tapi motor yang ia pilih tersebut tahun keluarnya jauh diatas motor yang akan digantikan, motornya yang akan diambil tahun 2014 sementara motor miliknya tahun 2011, dalam hal ini pihak FIF tidak bisa untuk melanjutkan," ungkapnya.
Pihaknya kembali menawarkan untuk membeli saja motor pelanggan tersebut, akan tetapi Beni katakan pelanggan tidak memberikan jawaban.
"Kami sudah juga tawarkan untuk membeli tapi tak ada jawaban," sebutnya.
Terakhir Beni katakan, dalam hal ini FIF akan tetap bertanggungjawab dan juga menunggu apa yang memang diharapkan oleh pelanggan.
"Kami menunggu permintaan dari dia (Ihsan) kalau katanya duplikat kami tetap akan gantikan duplikat," imbuhnya. (RB/Hab).
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…