Aktivis: Kasus 'Japrem' Abdul Wahid Jadi Bukti Korupsi di Riau Masih Marak

Aktivis: Kasus 'Japrem' Abdul Wahid Jadi Bukti Korupsi di Riau Masih Marak

Ist

RIAUBOOK.COM - Ahlul Fadli selaku Manajer Kampanye dan Pengarusutamaan Keadilan Iklim WALHI Riau menyoroti tantangan serius demokrasi dan lingkungan hidup di bawah rezim Prabowo Gibran, khususnya di Riau dan Kepulauan Riau.

Dugaan korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid serta sejarah korupsi kehutanan Riau pada tahun 2002-2007 yang menyeret sejumlah pejabat menunjukkan bahwa hingga kini belum ada penanganan serius terhadap kejahatan struktural di sektor sumber daya alam.

Penegakan hukum cenderung berhenti pada individu, sementara korporasi yang menikmati keuntungan dari kerusakan lingkungan justru terus mendapatkan impunitas, sehingga praktik perampasan ruang hidup dan krisis ekologis di Riau berlangsung secara berulang.

"Kami melihat pola yang sama atas kasus korupsi yang menyandung Gubernur Riau. Pejabat tersebut memiliki relasi kuasa dengan menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi.

Di persidangan memang kepala daerah yang terlibat diproses namun korporasi yang terlibat langsung dalam persidangan tidak diproses lebih lanjut.

Kita melihat adanya kekebalan hukum yang didapat oleh korporasi ini. Padahal dalam putusan, negara sangat besar mengalami kerugian. Selain kerugian finansial negara, masyarakat juga mengalami kerugian ekologis," ujar Ahlul.

WALHI Riau juga menyoroti tahun 2025 menjadi salah satu periode terburuk bagi HAM, ditandai ribuan penangkapan sewenang-wenang dan kriminalisasi terhadap ratusan aktivis.

Negara semakin represif melalui penggunaan pasal-pasal karet dalam UU ITE, KUHP baru, dan perluasan kewenangan aparat, sehingga aktivis yang mendampingi petani, buruh, dan masyarakat adat justru diposisikan sebagai ancaman.

Penangkapan aktivis WALHI, kriminalisasi petani Siak dan warga Rempang, hingga kematian pengemudi ojek online menurut dia menunjukkan lemahnya perlindungan bagi pembela lingkungan dan rakyat kecil.

"Selanjutnya kita mengingat lagi kejadian Agustus ketika ratusan masyarakat berdemonstrasi, menuntut haknya. Akan tetapi respon yang diperlihatkan pemerintah bukannya merevisi kebijakan malah merendahkan rakyatnya sendiri. Hal ini yang memicu gelombang protes besar-besaran yang berujung pada penangkapan ribuan orang yang melakukan protes," ujar Ahlul.

Selanjutnya, di tengah absennya negara dalam penanganan bencana ekologis di Sumatera, solidaritas rakyat justru tumbuh. Gerakan masyarakat sipil, orang muda, dan komunitas lokal mengambil peran dalam advokasi, bantuan bencana, serta perlawanan terhadap krisis iklim dan perampasan ruang hidup.

Hal ini menegaskan bahwa penyelamatan lingkungan dan demokrasi tidak bisa dilepaskan dari perjuangan melawan impunitas, kriminalisasi, dan model pembangunan yang mengorbankan manusia serta alam.

Maria Maya Lestari akademisi Fakultas Hukum Universitas Islam Riau menanggapi dua paparan sebelumnya bahwa persoalan utama hari ini terletak pada lemahnya penegakan hukum lingkungan. Riau telah menjadi laboratorium kejahatan lingkungan, baik yang bersifat ilegal seperti karhutla, illegal logging, dan tambang ilegal, maupun yang dilegalkan melalui izin namun tetap merusak lingkungan dan ruang hidup masyarakat.

"Penegakan hukum selama ini masih terlalu bertumpu pada pidana dan menyasar individu, sementara pertanggungjawaban korporasi sebagai pelaku utama kerusakan lingkungan belum dijalankan secara maksimal. Instrumen hukum perdata dan administrasi seharusnya diperkuat untuk mendorong pemulihan lingkungan dan menindak kelalaian negara dalam pengawasan perizinan.

Situasi ini diperparah dengan minimnya gugatan dari pemerintah daerah dan masyarakat, serta regulasi daerah yang belum berpihak pada perlindungan lingkungan hidup," ucap Maria.

Riko Kurniawan, Direktur Paradigma menanggapi bahwa data yang disampaikan WALHI Riau sangat penting untuk meninjau kembali kebijakan pemerintah.

Temuan tersebut tidak hanya menggambarkan kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi di lapangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana kebijakan yang ada belum sepenuhnya berpihak pada perlindungan ekosistem dan keselamatan masyarakat.

Data WALHI Riau dapat menjadi rujukan krusial bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki kebijakan yang bermasalah, serta memastikan bahwa pembangunan tidak terus berjalan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan hak-hak warga terdampak.

"Tinjauan ini harusnya dimasukkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Sehingga kebijakan yang nantinya dibuat tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi semata, tetapi juga secara serius mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan, perlindungan masyarakat adat, serta keberlangsungan habitat satwa," ujar Riko. (rls)

foto

Terkait

Foto

Izin PT SRL dan PT SSL Dicabut, Walhi Desak Segera Lakukan Pemulihan Lingkungan dan Evaluasi Izin

RIAUBOOK.COM - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) resmi mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar…

Foto

Kasus Bupati Pati Sudewo Juga Sama Dengan Abdul Wahid: Pemerasan Dalam Jabatan

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa Bupati Pati Sudewo mematok tarif senilai Rp 125 juta - Rp…

Foto

Prof Abdul Latif: Sikap Diam Kejati Sumbar soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Penanganan laporan masyarakat terkait dugaan permasalahan hapus buku kredit Bank Nagari kembali menuai sorotan publik. Minimnya transparansi…

Foto

Plt Gubernur Riau Dukung Swasembada Pangan, Bersama Pangdam dan Kapolda Saksikan Pidato Presiden

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengikuti rangkaian Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara…

Foto

Profesor Yuddy Chrisnandi: Gubernur Harus Sejalan dengan Program Pemerintah Pusat

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Gubernur atau kepala daerah tingkat provinsi merupakan instrumen kelembagaan pembangunan yang merupakan kepanjangan Pemerintah Pusat. Dalam menjalankan…

Foto

Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers

ADA harapan baru Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang beranggotakan sekitar 3000 perusahaan pers siber. Salah satu harapannya yang diperjuangkan…

Foto

Politisi Minta MBG Harus Dikelola Transparan, BPK Diminta Audit Ketat

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikelola secara transparan dan…

Foto

Pemprov Riau 2026 Fokus Benahi BUMD, Plt Gubernur: SPR & PIR Makin Habis

RIAUBOOK.COM - Pihak Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai…

Foto

BPJN Riau Dirikan Posko Pantau Arus Natal & Tahun Baru, Yohanis: Alat Berat Standby Perbaiki Jalan

RIAUBOOK.COM - Pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau mendirikan posko pantau selama peringatan Natal dan tahun baru…

Foto

Pengamat: Langkah Pemerintah Relokasi Warga TNTN Sebuah Kebijakan Berkeadilan

RIAUBOOK.COM - Sebaiknya semua pihak mendukung upaya relokasi yang dilakukan pemerintah, apalagi dengan sekaligus menyediakan lahan baru bagi masyarakat…

Foto

Ketua Permasa Jatim-Riau Apresiasi Plt Gubernur: Jika Pemimpinnya Patuh, Bawahan Segan untuk Melanggar

RIAUBOOK.COM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Masyarakat (Permasa) Jawa Timur Provinsi Riau, Kampriwoto, mengapresiasi Pelaksana Tugas (Plt)…

Foto

Tokoh LAM: Sikap Patuh dan Terbuka Plt Gubernur Riau Wujud Nyata Etika Publik

RIAUBOOK.COM - Sikap pejabat yang patuh pada hukum dan terbuka terhadap informasi publik bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan…

Foto

Menhut Raja Juli Didesak Ungkap Dalang Bencana Sumatera Akibat Penggundulan Hutan

RIAUBOOK.COM - Rapat kerja antara Kementerian Kehutanan dan Komisi IV DPR RI membuka gambaran serius mengenai penyebab bencana…

Foto

Plt Gubernur Riau Ingatkan Seluruh Bupati dan Wali Kota Tidak Lengah Hadapi Ancaman Bencana

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, kembali mengingatkan seluruh kepala daerah di Bumi Lancang Kuning…

Foto

Update Korban Bencana Sumatera: 811 Meninggal Dunia, 623 Masih Hilang

RIAUBOOK.COM - Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini terkait banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di…

Foto

Sumatera Darurat Bencana Ekologi, Walhi: Akibat Deforestasi Masif

RIAUBOOK.COM - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir…

Foto

Korban Meninggal Bencana Sumatera Bertambah Jadi 744 Jiwa, Ribuan Rumah Rusak

RIAUBOOK.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa malam, 2 Desember 2025, mencatat korban tewas dalam bencana banjir…

Foto

Riau Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi memgingat cuaca ekstrem yang masih mengancam…

Foto

Pemprov Riau Bantu Rp3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Plt Gubernur: Semoga Bermanfaat

RIAUBOOK.COM - Pemerintah Provinsi Riau ikut memberikan bantuan berupa anggaran sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang…

Foto

Ubdate Jumlah Korban Bencana Sumatera: Meninggal 593 Orang, Lebih 500 Ribu Mengungsi

RIAUBOOK.COM - Berikut Data Korban Bencana Sumatera per pukul 17.38 WIB, Senin (1/12/2025) Korban Meninggal…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Foto

LAM Riau: Keberagaman Budaya Jadi Sumber Kekuatan, Bukan Sumber Perpecahan

RIAUBOOK.COM- Tari Zapin bukan sekadar warisan seni, tetapi juga simbol identitas sekaligus potensi besar dalam pengembangan pariwisata budaya…

Foto

Usia Pelalawan Sudah 26 Tahun, Abdul Wahid: Kemajuan Tidak Harus Mengikis Peradaban

RIAUBOOK.COM - Saat ini Kabupaten Pelalawan genap berusia 26 tahun sejak didirikan pada 1999, dalam perayaan puncak yang meriah, Gubernur…

Pendidikan