Riau Book - Pariwisata Indonesia, sudah tidak bisa disangkal lagi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan pariwisata di negara-negara lainnya, khususnya negara di Asia.
Banyak destinasi wisata di Indonesia yang sudah terkenal secara internasional. Diantaranya Bali yang memiliki Pantai Sanur, Pantai Kuta, dan Pantai Jimbaran. Raja Ampat yang terkenal dengan keindahan alami dan gugusan pulau-pulau kecilnya. Taman Laut Bunaken atau Bunaken Sea Park yang memiliki lebih kurang 390 spesies terumbu karang dan ratusan biota laut. Komodo yang merpakan salah satu dari keajaiban dunia dan sudah diakui UNESCO secara resmi. Danau Kelimutu yang berada di Provinsi NTT, Danau Toba dengan legendanya yang sangat terkenal, Gunung Bromo, Taman Nasional Ujung Kulon, dan masih banyak lagi daya tarik wisata di Indonesia yang luar biasa indahnya.
Namun, meskipun Indonesia memiliki daya tarik wisata yang luar biasa, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dapat dibilang kurang memuaskan.
Bandingkan saja dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai 26 Juta Wisatawan dan Thailand yang mencapai angka 29 Juta wisatwan mancanegara tiap tahunnya .
Apakah penyebab tertinggalnya pariwisata Indonesia?
Pariwisata Indonesia Kurang dipromosikan di Mancanegara
Salah satu yang dapat dijadikan sebagai penyebab dari kurangnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia adalah pada faktor promosi pariwisatanya.
Banyaknya daya tarik wisata di Indonesia masih belum didukung promosi yang maksimal. Sehingga wajar saja jika hanya daerah-daerah yang sudah terkenal saja yang terus mendapat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara daya tarik wisata lainnya yang sebetulnya memiliki potensi wisata sangat bagus, kurang dikenal wisatawan mancanegara karena minimnya promosi.
Salah satu contoh dari daya tarik wisata yang kurang dipromosikan ini adalah Pulau Rii Taa yang terletak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Pulau ini pada sebuah media cetak disebut sebagai "The Hidden Paradise in the heart of Flores". Keunikan pulau ini terletak pada panorama pulau yang hanya dipenuhi dengan hamparan pasir yang berwarna putih bercampur pink. Luas pulau ini dapat mencapai 20 hektar ketika air laut sedang surut dan 30 meter persegi ketika air laut sedang pasang. Selain panoramanya yang unik, di pulau ini juga sering dijadikan sebagai tempat wisata bagi masyarakat lokal maupun wisatawan domestik.
Sayangnya meskipun telah banyak dikunjungi wisatawan domestik, Pulau Rii Taa masih belum dikenal oleh wisatawan mancanegara. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Noda Andreas Corsini yang menjelaskan bahwa potensi wisata di Kabupaten Nagekeo masih belum dipromosikan hingga ke luar negeri, sehingga berbagai daya tarik wisata banyak yang belum diketahui wisatawan asing.
Contoh di atas tentu hanyalah sebagian kecil dari banyaknya daya tarik wisata Indonesia yang belum terpromosikan dengan maksimal.
Penambahan Anggaran Promosi Pariwisata Indonesia
Kurangnya promosi pariwisata Indonesia ini menurut Menteri Pariwisata Arif Yahya disebabkan karena minimnya anggaran yang diterima oleh Kementerian Pariwisata.
Menteri Pariwisata Arif Yahya mengakui bahwa pada tahun ini, anggaran promosi wisata mendapat peningkatan yang cukup dignifikan, yaitu mencapai Rp 300 Miliar. Namun, jumlah ini dipandang belum bisa menutupi biaya promosi daya tarik wisata di seluruh Indonesia.
Jikapun dibandingkan dengan negara Malaysia yang mencapai Rp 3,6 Triliun, maka dana promosi pariwisata Indonesia hanya sebesar seperduabelasnya. Oleh karena itu, pada tahun ini Menteri Arif Yahya mengajukan tambahan dana sebesar Rp 1,3 Triliun dan tahun depan sebesar Rp 6 Triliun.
Anggaran promosi yang sangat besar ini akan dipergunakan untuk memenuhi target tahunan penambahan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 2 juta wisman setiap tahunnya.
Strategi Lain
Tentu tidak terlalu bijaksana jika strategi mendatangkan jumlah wisatawan sebanyak 2 Juta pertahun ini hanya dibebankan pada promosi pariwisata saja.
Hingga sekarang, strategi yang sudah dilakukan oleh pemerintah berupa pembebasan visa di 15 negara, kemudian dilanjutkan dengan 30 negara lainnya melalui perpres 9 Juni lalu dan pembebasan visa untuk 30 negara lagi pada tahun 2016.
Dengan pembebasan visa serta promosi maksimal yang tertuju pada daya tarik wisata yang belum terlalu dikenal wisatawan mancanegara, maka diharapkan target 20 Juta wisatawan mancanegara tidak hanya tercapai dari segi jumlah saja, namun juga dari sisi kebermanfaatan yang dirasakan di seluruh destinasi wisata di Indonesia.
Salam #WonderfulIndonesia
(sumber : studipariwisata.com)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…