RiauBook - Pemerintah Kabupaten Kampar saat ini mengedepankan Program Lima Pilar Pembangunan yakni meningkatkan akhlak dan moral masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatkan sumber daya manusia, peningkatan kesehatan dan peningkatan infrastruktur.
"Lima pilar pembangunan itu bermuara pada Program 3 Zero, yakni bebas dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh," demikian Bupati Kambar Jefry Noer dalam setiap kesempatan menjamu tamu-tamunya yang berkunjung ke kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.
Di kawasan P4S, telah banyak program percontohan yang dijalankan. Selain itu, pemerintah setempat juga melakukan berbagai kegiatan pelatihan bagi masyarakat, mulai dari menjahit hingga pertanian, perikanan, dan pengelolaan limbah ternak. Tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketika itu, Kamis (12/3/2015), Bupati Kampar Jefry Noer mendampingi sejumlah tamu dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) dan pengusaha tambang batu bara asal Kalimantan Timur. Mereka terpesona keindahan alam di dekat Hotel Tiga Dara.
Di kawasan itu, terlihat belasan pekerja yang sedang sibuk menanam, membersihkan dan membangun pondok-pondok sederhana di atas lahan seluas seribu dan 1.500 meter persegi.
"Ini adalah lahan percontohan untuk Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi," kata Jefry menjelaskan kepada dua tamunya itu.
Menurut catatan, para pejabat dan petinggi Perhiptani itu merupakan tamu kesekian yang datang berkunjung ke kawasan P4S. Sebelumnya sejumlah menteri, bahkan beberapa Jenderal TNI juga telah meninjau kawasan ini hingga menyatakan kekaguman.
Bahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar berjanji akan membawa Kampar menjadi model nasional untuk pengembangan kawasan hutan desa dan hutan tanaman rakyat setelah sukses menjalankan program kemandirian pangan.
Untuk Desa
Bupati Jefry Noer mengatakan, program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi ini juga akan diterapkan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kampar. Namun semuanya dilakukan secara bertahap.
Jefry mengatakan, program itu dimulai dari lahan percontohan ini, kemudian seluruh kepala dinas dan badan juga diwajibkan untuk menerapkan hal yang sama, membangun kemandirian pangan di masing-masing wilayah tempat tinggalnya.
"Jadi jangan cuma berbicara bohong saja kepada masyarakat. Lakukan dahulu baru kemudian mengajak masyarakat untuk berbuat sama. Allah saja dalam firmanya mengatakan jangan mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan," kata Jefry.
Setelah semuanya itu berjalan, baru kemudian di tiap kecamatan juga harus melakukan hal yang sama. Bahkan ditargetkan tiap desa akan memiliki lahan percontohan kemandirian pangan dan energi untuk kemudian masyarakat melakukannya secara sadar.
Untuk percontohan di tiap kecamatan dan desa, Pemkab Kampar akan menganggarkannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015 mendatang.
Jika semuanya berjalan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan swasembada pangan akan tercapai. Bahkan program ini bisa membawa Kampar menjadi daerah agrowisata sekaligus magnet bagi Provinsi Riau untuk menarik para wisatawan luar daerah bahkan mancanegara. Namanya Agrowisata 3 Zero.
Objek wisata yang didalamnya terdapat orang-orang berhasil, jutawan, bebas dari kemiskinan, pengangguran dna rumah kumuh.
Pusat Percontohan
Program peningakatan perekonomian menuju swasembada pangan yang dijalankan Pemkab Kampar juga menarik perhatian sejumlah pihak. Salah satunya adalah bakal calon Bupati Kabupaten Rokan Hulu Suparman yang menyatakan akan menerapkan Program Kemandirian Pangan dan Energi itu jika terpilih sebagai Bupati Rokan Hulu pada Pemilihan Kepala Daerah Desember 2015.
"Program di Kampar sangat baik untuk diterapkan sebagai upaya mengubah pola tanam dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara merata," kata Suparman yang juga Ketua DPRD Provinsi Riau.
Selama ini masyarakat terfokus pada kelapa sawit, padahal banyak jenis tanaman lain yang lebih bernilai ekonomi dan mendukung pemerintah untuk swasembada pangan.
Dia mengatakan, dalam Pilkada mendatang mengedepankan visi dan misi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata dengan menerapkan berbagai program kemandirian salah satunya kemandirian pangan dan energi yang kini dijalankan Pemkab Kampar.
Begitu juga dengan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar yang bahkan bersedia untuk datang mengunjungi lahan percontohan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi di kawasan P4S Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar.
Menurut dia, program tersebut merupakan trobosan baru untuk mengubah pola tanam bagi tanaman kehidupan yang selama ini masyarakat masih terfokus pada kelapa sawit.
Pengamat lingkungan dari Universitas Riau Tengku Ariful Amri menyatakan pihaknya sangat tertarik dengan pengelolaan limbah ternak pada program tersebut.
"Ini merupakan program inovatif yang pantas ditiru karena baik untuk lingkungan namun tidak meninggalkan atau bahkan memberikan nilai ekonomi yang tinggi," katanya.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pihaknya siap untuk membawa Kampar sebagai daerah percontohan jika program tersebut terlaksana sempurna.
"Jika parogram tersebut terbukti mampu menyejahterakan masyarakat kenapa tidak. Dan harus menjadi rujukan dan percontohan bagi daerah lainnya di Riau," katanya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar ketika berkunjung ke Pekanbaru menjelaskan bahwa secara tidak langsung program pertanian dan peternakan serta pengelolaan limbah hewan ternak yang dijalankan Pemkab Kampar juga membuat daerah itu terbebas dari kebakaran hutan dan lahan.
"Ini patut menjadi model atau percontohan nasional. Sepantasnya ini yang dilakukan daerah lainnya," kata Siti Nurbaya yang juga berjanji akan menyampaikan program unggulan Pemkab Kampar itu ke Presiden Joko Widodo.
Jokowi juga sepantasnya berkunjung, blusukan ke kawasan P4S yang selama ini menajadi tiang pembangunan Program 3 Zero. Karena selama ini Kampar juga menjalankan program terintegrasi dengan Pemerintah Pusat untuk kedaulatan pangan. Rasakan juga keindahan alam di sekitar Hotel Tiga Dara. (advetorial)

(1).jpg)

Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…