WALAU sebelumnya sempat ada insiden atap tribun rubuh akibat badai, namun harus diakui balapan Formula-E yang baru saja digelar di E-Prix Cirkuit, Jakarta, telah berjalan sukses.
Event internasional ini berhasil menyedot berhatian dunia, bahkan tiketnya habis terjual. Diperkirakan ada 24.000 orang yang nonton balapan bergengsi itu tadi siang, Sabtu (4/6/2022).
Orang pertama yang pantas bergembira atas suksesnya acara itu adalah Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia adalah dosen yang diangkat jadi Menteri Pendidikan era Presiden Jokowi, dulu.
Anies berhasil membangun sirkuit formula-e hanya dalam waktu 60 hari. Waktu yang fantastis singkat untuk proyek berkelas internasional. Dananya cuma habis kurang dari Rp200 miliar. Ah.. bener!
Yang jelas, balapan ini benar-benar menjadi magnet luar biasa. Bukan cuma menarik puluhan ribu penonton, tapi juga berhasil membuat lawan politik Anies 'ketar-ketir'.
Walau Anies menganggap balapan itu bukanlah ajang politik, tapi momennya diyakini berhasil menaikkan popularitasnya sebagai Capres yang dijagokan pendukungnya.
Para tokoh politik hingga pemimpin negara yang tadinya sungkan menghadiri acara itu, akhirnya datang juga. Presiden Joko Widodo masuk ke pentas khusus setelah sejumlah menteri, termasuk Sandi yang lebih dulu tiba.
Suksesnya Formula-E oleh Anies, sama suksesnya dengan MotoGP Mandalika yang diselenggarakan tahun lalu.
Balapan internasional itu menjadi panggung megah bagi Bang Sandi, panggilan akrab pengusaha muda dengan karir politik cukup mentereng.
Sejatinya pembangunan Sirkuit Mandalika sama dengan Sirkuit Formula-E, tujuannya untuk meningkatkan perekonomian negara yang sempat tergerus pandemi Covid-19.
Penyelenggaraan event bergengsi MotoGP dilakukan lewat andil Bang Sandi sebagai Menteri Pariwisata. Sama seperti Formula-E milik Anies.
Saling Tikung
Baik Anies maupun Sandi memiliki rekam jejak yang setara. Anies dulu maju Cagub Jakarta berdampingan dengan Sandi.
Sandi kemudian maju jadi Cawapresnya Prabowo, bersaing dengan Jokowi-Maaruf Amin. Prabowo adalah promotornya Anies-Sandi waktu maju dan menang di Pilkada DKI. Lawannya Ahok.
Sayangnya Prabowo dan Sandi akhirnya kalah. Tapi keduanya kemudian dibangkitkan. Jokowi menjadikan Sandi Menteri Pariwisata, sementara Prabowo yang dulu promotornya Jokowi saat menjadi Gubernur DKI--sebelum Anies-- dihidupkan lagi jadi Menteri Pertahanan.
Dengan demikian, derajat kedunya baik Anies maupun Sandi sekarang menjadi setara. Keduanya sama-sama 'anak' Jokowi yang sekarang sudah tumbuh besar. Bisa jadi bakal bersaing, saling tikung di 'sirkuit politik' yang mereka bangun sendiri. Pakai uang negara.
Dari sejumlah lembaga survei, Anies memang masih berada di atas Sandi, jauh.
'Politik makan tuan' yang dilakukan Sandi berdampak besar terhadap elektabilitasnya. MotoGP belum mampu manyalip Anies yang sekarang menempatkannya di tiga besar Capres potensial.
Kalau dipersentasekan rata-rata, Anies mendapat dukungan 18 persen, sementara Sandi hanya 3 persen.
Sama halnya dengan Prabowo, promotor 'kakak-adik' itu, meski masih memiliki modal elektabilitas yang cukup tinggi, rata-rata 20 persen, tapi stagnan. Sama seperti jelang Pilpres sebelum-sebelumnya. Belum cukup untuk menang.
Rising Star
Di tengah persaingan MotoGP dan Formula-E, saat ini malah bermunculan bintang-bintang baru, 'rising star'. Fenomena yang biasa ketika juaranya sebentar lagi mau pensiun.
Di antara bintang baru itu, beberapa masih dalam garis silsilah 'pemain' lama. Seperti Puan Maharani, puteri kesayangan Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke 5 yang sekarang menjabat Ketua DPR RI.
Kemudian Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), bapaknya SBY merupakan Presiden RI ke 6.
Dulu SBY adalah Menko Polhukamnya Presiden Megawati. Tapi akhirnya SBY menyalip Mega dan berhasil menjadi Presiden RI dua periode.
Saat ini keduanya sama-sama mewarisi bakat ke anak-anak mereka. Elektabilitas keduanya baik Puan maupun AHY sama kuat, rata-rata 6 persen. Cukup kuat untuk maju jadi Cawapres.
Tapi keduanya harus bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang juga binaan Mega.
Ganjar justru jadi ancaman serius Puan, dia sudah mencuri start. Elektabilitasnya malah setara Prabowo dan Anies. Puan tertinggal, AHY kecolongan.
'Rising star' lainnya adalah Menteri BUMN Erick Tohir. Pengusaha muda ini bahkan telah gencar mencari dukungan arus bawah. Namun elektabilitasnya mandek di angka 3-5 persen. Tidak jauh berbeda dengan sahabatnya, Sandi.
Podium
Jika dibuka simulasi pasangan dari sejumlah kandidat itu untuk masuk dalam bursa calon presiden dan wakil presiden, belum ada yang menyamai para legenda.
Dulu di Pilpres 2004 Megawati memiliki elektabilitas di atas 15 persen, tapi kemudian disalip oleh SBY, 'rising star' yang ketika itu tiba-tiba menyalip beberapa bulan jelang Pilpres.
Elektabilitas SBY diwaktu dekat jelang Pilpres mampu menembus dukungan hingga lebih 40 persen. Jauh di atas Megawati dan Amien Rais.
Pasangan SBY- Jusuf Kalla akhirnya menang dengan meraih 60,62 persen, jauh meninggalkan pasangan Mega-Hasyim yang hanya meraih 39,38 persen suara.
Sementara Jokowi pada Pilpres 2014, saat mendekati pemilihan umum juga berhasil meraih dukungan 43 persen. Jauh meninggalkan lawannya Prabowo yang hanya memperoleh 11 persen.
Pasangan Jokowi-JK berhasil meraih kemenangan dengan raihan suara 53 persen dan pasangan Prabowo-Hatta mendapat 46,85 persen suara.
Dengan demikian, baik SBY maupun Jokowi memiliki jejak pertarungan politik yang nyaris sama. Keduanya adalah 'rising star' kala itu yang berhasil menang setelah persentase dukungan mencapai lebih 40 persen.
Pilpres 2004 dan 2014 setidaknya menjadi gambaran mutlak. Sosok capres potensial harus memiliki dukungan lebih 40 persen untuk mampu merebut kemenangan.
Dengan demikian, Mandalika dan E-Prix layaknya sirkuit politik yang saat ini masih menjadi ajang pertarungan bagi para 'rising star'.
Dan podium kemenangan bakal milik bintang perkasa.
Oleh Fazar Muhardi



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…