PARApetarung politik di Provinsi Riau telah usai balapan di lintasan MotoGP, setelah sebelumnya bertarung ketat dengan kecepatan tanpa batas untuk mencapai finis kekuasaan, para tim sukses layaknya teknisi dan para ahli strategi yang saling mematangkan rider masing-masing untuk merebut podium.
Kondisi balapan itu terjadi sejak penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau hingga pencabutan nomor urut pada pekan kedua Februari 2018.
Masing-masing rider politik sebelumnya telah memiliki nomor kendaran yang diklaim sebagai keberuntungan untuk merebut tahta gubernur.
Seperti diketahui, pasangan Syamsuar-Edi Nasution adalah pemegang nomor urut 1. Syam memaknai nomor satu sebagai angka sang juara.
"Dalam pertandingan apapun pasti nomor 1 yang tampil sebagai juara," kata Syamsuar usai mendapatkan nomor urut tersebut awal Fabruari 2018.
Monster Johann Zarco
Pasangan Syam-Edi layaknya penunggang kuda besi Johann Zarco yang berlaga di MotoGP bersama tim Yamaha Monster.
Layaknya Tim Monster Yamaha yang memiliki strategi awal begitu matang, paslon Syam-Edi sedari awal sudah mulai memanaskan 'mesin' politik baik itu dari koalisi partai PAN, PKS dan NasDem maupun tim relawan yang bermain pada teknik grilya.
Pada awal-awal lalu, lembaga survey dari Indonesia Network Election Survei (INES), menobatkan pasangan Syam-Edi sebagai "Top Of Mind" dengan elektabilitas yang menembus angka 21,3 persen, melampui sejumlah nama rider politik papan atas.
PolMark Indonesia terakhir juga merilis elektabilitas paslon Syamsuar-Edi mengungguli para rider lainnya, bahkan mencapai 27,4 persen.
Kondisi itu samahalnya dengan rider Monster Yamaha Tech3, Johann Zarco yang diawal-awal diprediksi akan memberikan kejutan pada pertarungan MotoGP 2018.
Kejutan muncul saat race awal di MotoGP Qatar. Ketika itu, Zarco sempat 'pole position', bahkan mampu konsisten melaju kencang dan memimpin balapan di sepuluh lap awal.
Pada putaran-putaran akhir, Zarco sempat mengalami masalah pada ban dan mesin motor sehingga kecepatan kuda besi berkurang drastis, namun perbaikan-perbaikan terus dilakukan dengan maksimal.
Patut diketahui, bahwa Syamsuar juga merupakan birokrat dengan karir cemerlang di dunia politik. Dia merupakan juara pada kompetisi memperebutkan tahta Bupati Siak. Samahalnya dengan Zarco, Syam juga merupakan bupati dua periode.
Kejutan-kejutan dari dua rider 'Monster' itu terbukti dilintasan penuh tikungan. Zarco pun membuktikan ketangguhannya dengan menaklukkan Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo.
Syam lewat teknisi andalnya, Edy Natar Nasution yang terus bekerja keras untuk menaklukkan lintasan-lintasan politik yang terjal dan licin terbukti mampu finis dengan poin yang mengejutkan.
The Little Dragon
Rider selanjutnya adalah paslon yang bangga dengan nomor urut 4, Arsyadjulaindi Rachman-Suyatno. Angka itu sebelumnya dimaknainya sebagai angka kemenangan yang penuh arti.
Calon Gubernur Riau yang senang disapa Andi ini patut diumpamakan sebagai rider Team Ducati, Andrea Dovizioso berjuluk 'The Little Dragon'.
Selain sama-sama menyandang nomor 4, keduanya sama memiliki sikap pendiam yang misterius. Dovi dikenal sebagai rider yang dingin namun penuh kejutan bahkan tampil cemerlang di MotoGP Qatar.
Andi juga dikenal sebagai sosok yang kalem, namun secara mengejutkan dia adalah wakil gubernur paling beruntung setelah mendapatkan tahta gubernur menggantikan Annas Maamun diawal periode.
Strategi politik 'The Little Dragon' adalah strategi yang paling sulit ditebak. Ditambah mesin-mesin politik berkuasa, PDIP, Golkar dan Hanura menjadi momok luar biasa bagi tiga rider lainnya.
Bahkan sejumlah survei sempat menempatkan posisi akhir untuk pasangan petahana ini. Tapi 'The Little Dragon' terus berusaha melakukan akselerasi yang cukup mengejutkan.
Namun taknisi yang lemah dalam perawatan membuat pasangan ini hanya mampu finis di posisi kedua.
'The Little Dragon' Dovizioso sepertinya gagal menuntaskan 'PR' yang memang tak mudah, yakni pemulihan citra mengingat minimnya penggemar di tiap kabupaten/kota sesuai dengan hasil survei INES dan PolMark.
Valentino Rossi
Berbeda dengan rider politik lainnya, paslon Firdaus-Rusli Effendi yang mengaku beruntung setelah mendapat nomor urut 3 ini merupakan paslon dengan segudang pengalaman dan telah berkali-kali membuktikan ketangguhannya dengan menaklukkan 'medan' yang sulit.
Paslon yang disebut sebagai Firli menyandang nomor 3, angka itu dianggap sebagai angka keramat karena nomor yang sama pernah membawa Firdaus memenangkan pertarungan Pilkada Pekanbaru periode pertama (2012).
Ketika itu, medan terjalnya adalah lawan politik yang merupakan isteri seorang gubernur. Namun dengan berbagai upaya dan strategi matang dari analis teknikal andal Herman Abdullah, Firdaus berhasil menatap kemenangan.
Sayangnya, kali ini dia tanpa sang teknisi andal itu, yang justru memberi pengaruh bagi lawan beratnya, sang teknisi ahli strategi, Edy Natar Nasution.
Firdaus sejak awal telah dilekatkan bersama legendaris MotoGP, Valentino Rossi yang sampai hari ini terus eksis menjadi pebalap papan atas, tidak kalah akselerasi dan bahkan sempat paling banyak penggemar.
Kesamaan lainnya adalah, rider Movistar Yamaha Valentino Rossi merupakan pebalap MotoGP yang sampai saat ini masih lekat dengan julukan 'The Doctor', sementara Firdaus merupakan satu-satunya calon gubernur bertitel doktor.
Sama halnya dengan Doktor Firdaus, Rossi juga merupakan rider penuh pengalaman yang tercatat sebagai pebalap tersukses sepanjang masa setelah raihan 86 kemenagan di balapan kelas 500 cc.
Terakhir, The Doctor membuktikan diri mampu menaklukan lintasan Losail. Meski dengan kondisi mesin yang tidak begitu prima, dia mampu mencapai podium ketiga.
Sementara Doktor Firdaus merupakan birokrat yang karirnya juga cemerlang sebagai politisi setelah berhasil menjabat sebagai Wali Kota Pekanbaru dua periode. Ketika itu, The Doktor menyalip dua calon kuat yang didukung dua gubernur sebelumnya.
Sama seperti Rossi yang terus mengalami kesulitan pada mesin motor, 'PR' terbesar tim rider Firdaus yang didukung Partai Demokrat, PPP dan PBB adalah menata ulang para tim pemenangan dan melakukan bongkar pasang mesin politik untuk menembus medan yang terjal dan tandus.
Namun sayang, upaya itu tidak berjalan maksimal, akibat salah seorang teknisi andal yang terbuang. Rossi harus puas manahan sakit kalah di 'rumahnya', dan berada pada podium ketiga.
Baby Aliens
Sang rider politik terakhir adalah panyandang nomor urut 2, pasangan Lukman Edy-Hardianto. Pasangan ini memaknai angka tersebut sebagai angka cantik dan favorit yang mampu memengaruhi psikologi masyarakat.
Paslon LE-Hardianto sebelumnya diumpamakan sebagai rider Repsol Honda berjuluk Baby Aliens, Marc Marquez, karena sama-sama memiliki karir cemerlang diusia muda.
Marc Marquez tercatat sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah MotoGP. Dan ia menjadi rider termuda yang meraih 5 titel juara dunia di semua kelas.
Sementara Lukman Edy juga sempat tercatat sebagai salah satu menteri paling muda pada Kabinet Indonesia Bersatu diusia 37 tahun, ketika itu dia dipercaya menjabat sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertingal dengan menyalip sejumlah calon kuat diera itu.
Pada awal tahapan pertarungan untuk merebut kekuasaan di bumi melayu, LE berhasil mendongkrak popularitas dengan penguasaan tim informasi teknologi yang tertata apik. Ketika itu, masyarakat mulai mengenal pasangan yang sempat disebut-sebut sebagai paslon 'kawin paksa' koalisi partai PKB-Gerindra ini.
Kondisi pasangan ini layaknya The Baby Aliens yang kerap melakukan akselerasi pada awal musim balapan, namun sering terjatuh akibat kecepatan yang dipaksakan.
Samahalnya dalam pertarungan politik kali ini, paslon LE-Hardianto harus dihadapkan dengan kantung-kantung suara yang pecah. Upaya popularitas tidak cukup untuk merebut kemenangan mengingat rider politik ini belum pernah membuktikan ketangguhan pada medan yang terjal.
Dan akhirnya, Baby Aliens harus menerima kenyataaan terjatuh sebelum mencapai finis hingga gagal naik podium.
Para Rider
Politik memperebutkan tahta Gubernur Riau memang memiliki banyak kesamaan dengan perjuangan para rider MotoGP dalam merebut gelar juara dunia.
Namun paturlt diketahui, bahwa terdapat satu perbedaan kental, yakni; jika Zarco, Dovizioso, Rossi dan Marquez menggantungkan harapan cukup dengan mental dan kerja keras tim, para rider politik justru menggantungkan harapan bersama penggemar (masyarakat) yang memiliki 'sejuta' pandangan berbeda dan setumpuk persoalan klasik.
Dan akhirnya, strategi matang sang teknisi Edy Natar Nasution lah yang terbukti berhasil menyapu kemenangan dari sejumlah sirkuit hingga mengantarkan Johann Zarco merebut podiun utama, Syam-Edy, kini berada di tahta tertinggi bumi melayu.
Selamat, penggemar sudah lama menanti juara baru yang mungkin nanti mampu membawa perubahan lebih maju.
Semoga...
Oleh Fazar Muhardi


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…