RIAUBOOK.COM - Sambutan hangat Kepala Sekolah, Tenaga Pengajar, Siswa dan Siswi SMA Negeri 2 Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, terlihat saat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Indra Agus Lukman beserta jajaran mengunjungi sekolah tersebut untuk Buka Puasa Bersama, Rabu (30/5/2018).
Tabuhan Rebana yang diiringi lantunan Syair nan syahdu menjadi ucapan selamat datang untuk rombongan yang baru saja tiba dari Kota Pekanbaru, wajah berseri para Siswi yang memakai "Baju Kurung" khas Melayu sore itu, menjadi pelepas penat setelah menempuh kurang lebih tiga setengah jam perjalanan darat.
Berbatas langsung dengan Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, SMA Negeri 2 Koto Kampar Hulu pada empat tahun silam bernama Yayasan Anak Bhakti Sibiruang.
Berdiri diatas lahan seluas 2 hektar dengan kontur berbukit, sekolah yang awalnya hanya memiliki tiga ruang belajar, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah, satu ruang pustaka, satu loboratorium dan tiga kamar mandi, kini sudah semakin maju setelah mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Ditahun 2015, sekolah tersebut mendapat bantuan penambahan dua ruang belajar dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), pada tahun 2017 sekolah itu kembali mendapat tambahan empat ruang belajar dan laboratorium komputer dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Saat ini sekolah tersebut juga telah dilengkapi dengan pagar, fasilitas tersebut di Peroleh dari bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau.
Kemajuan pesat yang diperoleh sekolah tersebut tidak terlepas dari "tangan dingin" Makmur, Kepala Sekolah yang lihai melihat peluang untuk membangun sekolah itu.
Dari 31 Tenaga Pendidik, Makmur adalah satu-satunya orang yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara, 30 orang "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" lainnya merupakan Guru Honor.
"Satu-satunya PNS hanya saya sendiri Pak, yang lainnya, Guru Kontrak Provinsi satu orang, Guru Honor Daerah saru orang, selebihnya Guru Honor Komite," kata Makmur mengadu sore itu di bangunan Mushola yang belum memiliki pintu dan jendela.
Tetes keringat 30 orang guru yang mengajar 301 orang siswa hanya dibayar Rp 39 ribu per jam pelajaran, rentang gaji yang mereka dapat dalam sebulan antara Rp 500.000 sampai Rp 1.200.000.
"Kami berharap, tahun 2019 Guru Honor kami bisa diangkat menjadi honor daerah," tambahnya lagi.
Tahun ini, sekolah tersebut baru saja menamatkan 88 orang siswa dan kembali mengajukan 144 peserta didik baru untuk mengisi 4 ruang belajar.
Kembali Makmur menceritakan kegundahannya dihadapan Indra, "tahun 2019 Pak Menteri mewajibkan Ujian Nasional harus memakai komputer pak, sementara kita labornya ada, komputernya kita baru beli pakai dana Bantuan Operasional Sekolah, itu pun kami baru ada 6 unit, tolong kami dibantu untuk ini pak," kata Makmur.
Dalam sambutannya, Plh Kadisdik Provinsi Riau menjawab beberapa hal yang telah disampaikan Makmur sebelumnya.
"Perlu bapak dan ibu ketahui, kami bersama Pak Gubernur telah bersepakat bahwa memfokuskan kesejahteraan guru adalah yang utama, salah satu tugas dan fungsi Kepala Sekolah kedepannya, selain mengutamakan penyelenggarakan pendidikan di sekolah, juga mengutamakan kesejahteran para gurunya, " kata Indra.
Salah satu siasat dalam upaya memperhatikan kesejahteraan para guru, kata Indra, melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
"Memang tidak utamanya dari BOSDA, tapi dari Honor Guru Komite, kemudian ditambah dengan BOSDA," ujarnya.
Sementara, terkait dengan Guru Honor Komite, Syarat untuk diangkat menjadi Guru Honor Daerah adalah kepemilikan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
"Walaupun bapak /ibu tidak PNS, dengan adanya NUPTK, bapak/ibu bisa mengajukan sertifikasi, untuk iti semua silahkan dikordinir pengurusannya, karena SK yang diperbolehkan menjadi dasar pengurusan NUPTK adalah SK yang ditanda tangani oleh Gubernur," kata Indra.
Indra juga mengatakan, tahun ini Dinas Pendidikan membuka lowongan PNS untuk Guru sebanyak 180 formasi, dirinya juga berjanji akan mengakomodir kebutuhan sarana komputer untuk sekolah tersebut. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…