RIAUBOOK.COM - Kepala Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti, Jaka Insita SP menjelaskan luas sawah yang sudah diolah di Meranti hingga saat ini baru berkisar 4.000 Ha lebih.
Semua itu sudah termasuk dari program cetak sawah baru yang bekerjasama dengan pihak TNI. Jadi kita luruskan adanya ekspos dari Humas Pemkab Meranti yang menyebutkan luas sawah di Meranti 8.000 Ha.
"Belum sampai seluas itu sawah yang sudah ada hingga saat ini. Tapi kedepannya memang kita punya target luas persawahan di Meranti nantinya harus mencapai 10.000 Ha," kata Kadis Pertanian didampingi Syafril Kabid Tanaman Pangan, Jaka Insita kepada riaubook.com di ruang kerjanya Kamis (8/03/2018).
Jaka mengatakan program cetak sawah di Meranti baru dimulai sejak tahun 2012 lalu. Dan digesa sejak 2015 hingga 2017 lalu. Sementara program CBS pada tahun 2016 malah tidak ada.
Jadi luas sawah cetak baru yang pelaksanaan di lapangan dipercayakan pada pihak TNI hingga saat ini baru berkisar 2000_an Ha. Sehingga produksi beras dari sawah yang ada hingga saat ini sesuai data tahun lalu baru bisa menutupi sekira 37,5 persen dari kebutuhan yang ada, "jelas Jaka.
Disisi lain Jaka juga mengungkapkan kendala teknis yang dihadapi petani hingga saat ini yaitu masih minimnya sarana pendukung dalam meningkatkan produksi padi. Seperti kendala infrastruktur yang sangat mempengaruhi produksi petani. Dimana sejauh ini masih banyak kendala teknis yang belum mampu diatasi.
Seperti persoalan tanggul,pintu klep dan saluran tersier maupun sekunder. Dimana akibatnya hingga saat ini petani padi tersebut masih tetap dihantui oleh tingginya ancaman intrusi laut. Sehingga sangat kontradiksi keadaan di lapangan.
Disatukan sisi kita gencar melakukan cetak sawah baru di disisi lain kita masih lemah dalam ketersediaan infrastruktur pertanian itu sendiri. Sehingga hal ini menjadi momok bagi petani dan menjadi tantangan yang harus dijawab dengan benar dan cepat.
Intinya kata Jaka program peningkatan produksi beras yang kita bayangkan itu tanpa didukung oleh ketersediaan informasi struktur yang memadai maka program peningkatan tersebut tidak akan mencapai hasil maksimal. Untuk lanjut Kadis infrastruktur pertanian itu harus berbanding lurus dengan program peningkat produksi dimaksud, tutup dia.(RB/Jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…