RIAUBOOK.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau menggelar press release terkait konflik Harimau Sumatera dengan karyawan PT. Tabung Haji Indo Plantatioan sehingga memakan korban jiwa seorang wanita berinisial J (33) meninggal dunia, Jumat (4/1/2018) di KSDA Riau.
Konflik ini terjadi di lahan perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir pada hari Rabu (3/1) lalu.
Plt Kepala Balai Besar KSDA Riau Hariyono menjelaskan, sebelum kejadian insiden ini terjadi, Balai KSDA Riau sudah menerima laporan dari PT THIP tentang kemunculan Harimau Sumatera tersebut beberapa bulan lalu, sehingga mengambil beberapa langkah-langkah penanggulangan konflik satwa liar dengan manusia.
Misalnya melakukan observasi, identifikasi, sosialisasi terhadap masyarakat, dan memasang rambu-rambu peringatan adanya hewan buas. Terhadap karyawan PT THIP, sudah diimbau untuk tidak bekerja sendiri-sendiri dan harus berkelompok.
"Setelah mendapat laporan kejadian konflik antara Harimau Sumatera dengan manusia pada tanggal 3 kemaren, kita langsung turunkan tim I didampingi pihak PT. THIP dan Polres Inhil untuk melakukan monitoring dan identifikasi di tempat kejadian," pungkasnya.
Selanjutnya, pada tanggal (4/1) Balai KSDA kembali menurunkan tim ke II evakuasi gabungan dari Balai KSDA Riau, Kepolisian, WWF, PKHS, FHK, dan PT. Arara Abadi untuk melakukan pengamatan dan observasi kemunculan Harimau Sumatera ini.
"Selain mengidentifikasi jejak harimau tersebut, tim juga sudah pernah memasang kamera trap di sekitar lokasi kemunculan harimau tersebut dan mencari tahu jumlah dari satwa buas ini. Dari hasil tangkapan kamera trap beberapa bulan lalu, ada 2 ekor harimau yang muncul di lokasi tersebut," ungkapnya lagi.
Dikatakan dia lagi, akan dilakukan evakuasi terhadap harimau tersebut dengan melakukan pemancingan meletakan makan sesuai dengan kesuakan hariamu tersebut lalu di evakuasi dan dikembalikan ke habitatnya kemabali. Namun, langkah ini tentu sesuai dengan pedoman penanggulanang konflik satwa liar.
"Meski harimau ini sudah konflik kepada manusia sehingga menyebabkan korban jiwa, namun tetap harimau ini merupakan hewan yang dilindungi dan harus di evakuasi dengan cara sesuai dengan pedoman konservasi," tuturnya.
Diketahui,
kejadian konflik antara karyawan PT. THIP dengan Harimau Sumatera ini
pada saat korban dan dua rekan kerjanya melakukan perawatan perkebunan
sawit. Lalu tiba-tiba harimau tersebut dengan agresif menyerang hingga
akhirnya 2 orang berhasil selamat dan 1 orang berinisial J meninggal
dunia.Lokasi kejadian merupakan areal perkebunan yang berbatasan
dengan HTI dan merupakan teritorial Harimau Sumatera dalam Land Scape
Kerumutan. (RB/Ferizal)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…