RIAUBOOK.COM - Meranti merupakan spesies asli dari Sumatera yang secara alami tumbuh di rawa gambut dangkal. Spesies asli ini juga memberikan keuntungan ekologis untuk memulihkan ekosistem. Selain itu, jenis spesies ini relatif tahan api dan memiliki tingkat ketahanan hidup yang cukup baik di area gambut yang terdegradasi.
Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, untuk ke-4 kalinya kembali melakukan penanaman pohon yang merupakan bagian dari komitmen APP untuk membantu restorasi dan perlindungan hutan alam di wilayah Sumatera dan Kalimantan, Senin (07/08/2017) bertempat di Desa Sorek, Kecamatan Kerumutan, Riau.
Tahun ini, APP Sinar Mas berkolaborasi dengan Japan Agency for Environmental Business and International Tropical Timber Organization (ITTO) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon dan juga perlindungan hutan, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang APP Sinar Mas dalam mitigasi perubahan iklim global.
Dalam kesempatan tersebut, Chairman APP Jepang Tan Ui Sian menyambut baik kehadiran mitra-mitra perusahaan dari Jepang. Ini merupakan bukti dukungan nyata untuk APP Sinar Mas dalam mewujudkan komitmennya melaksanakan konservasi hutan di wilayah Indonesia.
"APP Sinar Mas mempunyai komitmen dalam melakukan inisiatif menanam pohon untuk membantu perlindungan dan restorasi hutan alam di Sumatera dan Kalimantan," sebut Dia lagi.
Ia menambahkan, bahwa kunjungan sukarelawan dari Jepang dalam acara menanam pohon di Riau ini telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia untuk dapat berkolaborasi lebih lanjut dalam mendukung upaya konservasi hutan.
"Acara ini juga sekaligus menyuarakan pesan untuk semua orang di seluruh dunia bahwa memelihara hutan dan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama," kata Tan Ui Sian.
Sementara itu Project Manager ITTO Dr. Ma Hwan-ok dalam keterangan resminya memaparkan menanam pohon pada lahan terdegradasi adalah jalan terbaik dalam restorasi lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan untuk mencapai Sustainable Development Goals yang ke-13 (Aksi iklim) dan ke-15 (Kehidupan di darat) yang dicanangkan oleh PBB. "Kita membutuhkan aksi lebih lanjut untuk merestorasi lahan terdegradasi di Sumatera," ungkapnya.
Profesor Akira Miyawaki yang merupakan Profesor Kehormatan dari Yokohama National University Jepang sangat menekankan betapa pentingnya konservasi hutan melalui penanaman bibit spesies asli yang memang berasal dari lingkungan vegetasi lahan
"Tidak hanya itu saja, Inisiatif ini juga harus didukung dan menjadi target dari program restorasi yang berkelanjutan bagi masa depan," tutup Profesor Akira Miyawaki, salah seorang pendiri Japan Agency for Environmental Business Mitsunori Kamiya. [RB/ton].
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…