
RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengajak seluruh siswa-siswi Riau yang menghadapi ujian nasional agar mewujudkan integritas diri dengan bersikap jujur. Imbauan ini disampaikan Gubri sempena dengan pelaksanaan ujian nasional yang berlangsung di bulan April ini.
Pada tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik untuk ujian nasional (UN) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Penyelenggaraan UN dijadwalkan berlangsung pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2017.
UN untuk SMK/MAK akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tanggal 3 sampai dengan 6 April 2017. Untuk SMA/MA, UN akan dilaksanakan pada 10 sampai dengan 13 April 2017. Kemudian untuk UN SMP/MTs akan dirancang menjadi dua gelombang sebagai solusi untuk masalah kekurangan komputer. Gelombang pertama UN SMP/MTs akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.
"Dalam hidup ini, integritas itu sangat penting," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman tersebut saat meninjau persiapan Ujian Nasional (UN) di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tepatnya di SMK Negeri 1 Jalan Kinibalu, Pekanbaru, Senin pagi (03/04/2017).
Gubri juga sempat menyampaikan pengarahan kepada para siswa. Dalam arahannya, Gubri mengajak para siswa-siswi SMK untuk bersikap jujur dan tidak menyontek dalam mengerjakan soal UNBK. Kejujuran ini penting untuk membentuk generasi muda yang berintegritas.
Usai memberikan pengarahan, Gubri Andi meninjau kesiapan UNBK, termasuk meninjau fasilitas yg ada di SMK 1 Pekanbaru, seperti Business Center yang ada di sekolah tersebut.
UN baik untuk tingkat SMK dan SMA berjalan lancar. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau yakin pelaksanaan ujian tingkat SMA/MA tahun ini akan berjalan lancar.
"Insya Allah sudah rampung semua persiapannya, baik yang UNBK maupun UNKP. Sekolah-sekolah sudah siap untuk menyelenggarakan UN," kata Kepala Disdik Provinsi Riau, Kamsol.
Hingga sejauh ini, lanjut Kamsol, semuanya berjalan lancar karena masing-masing sekolah telah mempersiapkan diri sudah jauh-jauh hari sebelumnya untuk menyelenggarakan UN dengan matang.
Di sisi lain, panitia penyelenggara Ujian Nasional (UN) Provinsi Riau tahun 2017 menjamin tidak akan terjadi kebocoran dan kecurangan terhadap soal UN karena pendistribusian ini dikawal oleh pihak kepolisian sampai ke titik terakhir.
Ini dikatakan oleh Ketua Panitia UN Riau, Anasri di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Rabu (30/3/2017).
"Soal sudah kita distribusikan, dan itu (soal, red) akan tetap dijaga oleh pihak kepolisian," kata Anasri, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Disdik Provinsi Riau.
Ditambahkannya, semua soal saat ini sudah mulai didistribusikan, termasuk ke daerah-daerah terisolir. Pada hari H UN, soal-soal ini langsung akan disampaikan ke sekolah-sekolah.
Sementara terkait dengan sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dirinya mengatakan juga tidak ada masalah.
Kendala biasanya yang sering terjadi seperti soal listrik, juga tidak ada masalah lagi. Ini karena Kemendikbud sudah meneken MoU dengan PLN, begitu juga dengan Disdik Riau juga sudah menyurat PLN.
Pengawalan Kepolisian
Senin (3/4/2017) pagi, merupakan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Riau, sejumlah personel Polri diturunkan untuk melakukan mengamankan di masing-masing SMK.
"Mengingat hari ini awal pelaksanaan UN di tahun ajaran 2016/2017, seluruh Polres di jajaran Polda Riau mengirim personelnya ke setiap SMK untuk menjaga keamanan keberlangsungan dari ujian tersebut," kata Kabid Humas Polda Riau Guntur Aryo Tejo, Senin (3/4) saat ditemui di ruangannya.

Seorang personel kepolisian saat mengawal pendistribusian soal UN.
Lebih lanjut dijelas Guntur, adapun pola pengamanan yang dilakukan di masing-masing sekolah masih sama dengan tahun lalu, yaitu mengirim dua personel ke masing-masing sekolah dan terhadap personel tersebut dilarang menggunakan seragam dinas.
Selain itu pengamanan juga hanya dilakukan di luar kelas, hal ini agar tidak mengganggu keberlangsungan dan ketertiban saat siswa/siswi yang sedang mengikuti ujian. Diketahui, untuk tingkat SMA, pelaksanaan UN dimulai pada hari Senin depan tanggal 10 April 2017.
"Pengaman ini selain untuk menjaga ketertiban saat siswa ujian, juga menjaga agar soal-soal ujian tersebut tidak bocor," tutup Guntur mengahiri pembicaraannya.*****
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…