Riau Book - Peristiwa tenggelamnya sampan bermesin Robin yang menewaskan Irwanto alias Bing Kuang warga Suku Akit, Desa Dungun Baru, Kecamatan Rupat di perairan Selat Morong, Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat menyisahkan cerita lain.
Ternyata, sebelum tenggelan mesin Robin sempat tiga kali ngadat. Bahkan korban sempat naik ke darat untuk memperbaikinya.
Informasi yang berhasil dirngkum menyebutkan, Selasa sore Bing Kuang bersama Boiman, Miswanto dan Ponijan, Selasa siang, sekitar pukul 16.00 WIB berangkat dari rumahnya di Desa Dungun Baru dengan sampan kecil bermesin Robin.
Keempatnya berniat mencari ikan di perairan Selat Morong, Desa Sungai Cingam, dengan cara menangguk ikan yang datang mendekati cahaya lampu petromax yang dipasang di sampan.
Namun, sesampai di Dusun Pangkalan Buah, Desa Sei Cingam, sekitar pukul 22.00 WIB mesin Robin tersebut tiga kali ngadat. Untuk memperbaiki mesin, Bing Kuang sempat naik ke darat. Setelah mesin baik, mereka melanjutkan perjalanan lagi ke pelabuhan PT. Panca Cipta Rupat dan sampai di pelabuhan perusahaan tersebut sekitar pukul 23.00 WIB. Dipelabuhan tersebut keempatnya mengasoh sekitar satu jam, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kuala Selat Morong tempat tujuan mencari ikan.
Di Muara Selat Morong keempatnya mulai mencari ikan dengan mengandalkan penerangan petromax. Saat itu, mereka sudah berhasil menangguk ikan cucut lebih kurang 6 kg.
Berhubung hari sudah mendekati subuh, sekitar pukul 4.00 WIB, korban selaku jurumudi dan duduk dibagian belakang mengarahkan haluan sampan arah pulang.
Awalnya tak ada masalah dengan sampan yang dikemudian korban. Namun, tak jauh dari pelabuhan Dusun Pangkalan Buah, tiba-tiba bagian belakang sampan dimana korban duduk, tenggelam dan sampan pun terbalik.
Boiman, Miswanto dan Ponijan yang merupakan kakak beradik dan korban sama-sama menyelamatkan diri dengan cara berenang ke tepi. Boiman, Miswanto dan Ponijan selamat sampai ke tepi yang banyak ditumbuhi bakau.
Kendati sama-sama berenang, ternyata korban tak kunjung sampai ke tepi. Karena cuaca masih gelap, ketiga teman korban memanggil-manggil korban. Tetapi, tidak ada jawaban dan korban juga tidak kelihatan.
30 menit setelah kejadian, Boiman, Miswanto dan Ponijan terlihat oleh Guan Ho (48) suku Akit. Dengan dibantu anaknya Eng Ka (14), Guan Ho, warga Desa Dungun Baru menyelamatkan Boiman, Miswanto dan Ponijan ke atas perahu miliknya.
Kemudian saksi meminta bantuan masyarakat melalui HP untuk mencari korban (Irwanto alias Bing Kuang). Sekitar pukul 7.00 WIB masyarakat berdatangan ke TKP.
Selain masyarakat, Kapolsek Rupat bersama personel Rupat Utara , Polair Polsek Rupat Utara, Babinsa Pangkalan Nyirih, Kades Sei Cingam, Kades Pangkalan Nyirih, Kades Dungun Baru dan Basarnas dari Dumai langsung menlakukan pencarian. Usaha ini membuahkan hasil, sekitar pukul 16.30 WIB, korban ditemukan tak jauh dari tempat korban tenggelam.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Desa Pangkalan Nyirih untuk di visum et revertum
Usai di visum, pihak kepolisian menyarahkan jenazah korban ke pihak keluarga. (Doang)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…