Waspadai Jebakan Naik Turunnya Harga BBM

Waspadai Jebakan Naik Turunnya Harga BBM

RiauBook.com - Saat ini tidak ada lagi subsidi bagi bahan bakar minyak (BBM) baik jenis premium maupun solar, sehingga patokan harga bergantung pada harga minyak mentah dunia. Kerap kondisi ini menjadi jebakan bagi para pengendara.

Persis tanggal 1 Januari 2015 pemerintah menurunkan harga jual premium dan solar. Jika November tahun lalu sempat menaikan dari Rp6.500 ke harga Rp8.500/liter, sekarang turun lagi jadi Rp7.600/liter. Sedangkan harga solar dipatok Rp7.250 dari Rp7.500/liter. Pemerintah hanya mensubsidi solar. Sedangkan premium tidak dan harganya dibiarkan mengambang mengikuti pergerakan harga jual minyak mentah dunia.

"Karena harga minyak dunia lagi turun, makanya harga premium juga turun. Tetapi masyarakat harus hati-hati, jangan sampai masuk Jebakan Batman," ungkap Marwan Batubara, pengamat perminyakan sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies di Jakarta. Harga akan dievaluasi setiap bulan. Biasanya dari tanggal 25 bulan ini hingga 24 bulan berikutnya. Bisa semakin turun atau bahkan naik.

"Kalau harga minyak dunia tinggi harga Premium juga akan tinggi, maka masyarakat harus siap mental. Pemerintah juga harus menjelaskan secara transparan kepada masyarakat agar tidak masuk Jebakan Batman tadi," tambah pria berusia 60 tahun ini. Sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga Premium saat ini. Pertama adalah harga minyak mentah dunia yang mengacu ke MOPS (Mid Oil Platt’s Singapore atau harga di bursa minyak Singapura), lalu nilai tukar Rupiah dan dan Alpha.

“Untuk Alpha itu adalah biaya distribusi dan margin, biasanya ditentukan oleh pemerintah dan DPR,” tambah ayah 3 anak ini. "Kalau harga minyak dunia tinggi harga Premium juga akan tinggi, maka masyarakat harus siap mental."

Berdasarkan Kepmen ESDM No. 2187/2014 untuk alpha Premium adalah 3,32 persen MOPS + Rp 484/liter. Selanjutya ditambahkan dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen. Selain itu harga juga dipengaruhi oleh biaya penyimpanan, biaya pengangkutan dan biaya pengolahan kalau ada. Belum ditambah lagi dengan keuntungan untuk SPBU. "Jadi banyak faktor yang ikut menentukan."

Sayangnya pemerintah belum transparan soal ini. Bisa jadi jika harga minyak dunia naik US$100 per barel, harga premium naik jadi sekitar Rp9.500 hingga Rp10 ribu per liter," kata Marwan lagi.

Hal yang dijelaskan oleh Marwan tentu akan membuat konsumen gundah. Sebab berdasarkan temuan tim riset, konsumen otomotif masih dominan yang membeli premium. Merepotkan memang kalau harga naik turun tiap bulan! (otomotifnet)

foto

Terkait

Foto

Akhirnya BRK Segera Milik Dirut, Ini Kandidatnya

RiauBook.com - Baru-baru ini telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham-Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Riaukepri (BRK). Hasilnya dua nama calon Dirut…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan