RIAU BOOK- Keanekaragaman harus dilindungi dan ancaman kepunahan dari sebagian besar spesies hewan akibat dari perusakan habitan dan perburuan merupakan kaitan dari tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk 2016, yaitu Go Wild for Life. Secara nasional, kita menyesuaikan tema Hari Lingkungan Hidup Indonesia 2016 adalah "Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan," kata Syamsuar di saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup, Senin (6/6) di lapangan upacara Kantor Bupati.
Turut hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak TS Hamzah, Unsur Forkopimda, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Selain itu juga diikuti oleh PNS, Polri, TNI, pegawai honor, siswa SMA dan tamu undangan lainnya.
Setiap 5 Juni United Nations Environment Programme (UNEP) Badan Lingkungan Hidup PBB telah menetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dengan tema Go Wild for Life, secara nasional tema Hari Lingkungan Hidup Indonesia 2016 adalah "Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Kehidupan".
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan keanekaragaman hayati, yakni rumah dari 17 persen total spesies yang ada di dunia, yaitu sebanyak 35 ribu-40 ribu spesies tumbuhan (11-15 persen), 707 spesies mamalia (12 persen), 350 spesies amphibi dan reptil (15 persen), 1.602 spesies burung (17 persen) dan 2.184 spesies ikan air tawar (37 persen). Sementara untuk kelautan terdapat setidaknya 2.500 spesies molusca, 2000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 spesies mamalia laut, dan lebih dari 2.500 spesies ikan.
Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), tercatat di Indonesia 2 spesies satwa berkategori punah, 66 spesies berkategori kritis, dan 167 spesies kondisi genting. Sedangkan untuk tumbuhan, 1 spesies punah, 2 spesies punah, 115 spesies kritis, dan 72 spesies berstatus genting.
Syamsuar juga menjelaskan bahwa, "Kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) ini menjanjikan keuntungan yang luar biasa, per tahunnya saja dari perdagangan satwa ilegal tersebut menghasilkan 15-20 miliar dolar. Kejahatan terhadap TSL ini sudah setara dengan korupsi, pencucian uang, kejahatan terorganisir, senjata api ilegal, obat-obatan dan terorisme.
"Untuk melindungi TSL dari kepunahan, Pemerintah pusat mengadakan program konservasi. Di mana semua jenis tumbuhan tersebut akan di lindungi di sana," jelas dia.
Setelah adanya program konservasi, upaya perlindungan dan pelestarian alam dan satwa liar di Indonesia telah banyak menunjukan prestasi gemilang, dari catatan kurun waktu 1993-2004 ada penambahan 100 fauna baru, sedangkan untuk rentang tahun 2005-2014 ada lebih dari 269 jenis baru hayati yang ditemukan.
Dalam apel tersebut, Bupati Siak beserta Wakil Bupati, unsur Forkopimda dan Kepala BLH (Badan Lingkungan Hidup) menyerahkan penghargaan kepada para pahlawan-pahlawan lingkungan yang ada di Kabupaten Siak.
Penghargaan tersebut di berikan kepada para Pecinta Lingkungan Kabupaten Siak 2016, d iantaranya Masyarakat Peduli Api Setiono, Pembina Lingkungan Masdar, Kelompok Pecinta Alam Fauzan Azima, Penyuluh Lingkungan Hidup dan Kehutanan Setio Mulyo, Masyarakat Peduli Konservasi Tarmuji, Kelompok Tani Peduli Konservasi Agus S.
Selain menyerahkan penghargaan kepada para pecinta lingkungan Kabupaten Siak, beserta rombongan juga menyerahkan penghargaan kepada sekolah-sekolah Adiwiyata yang berprestasi.
Untuk sekolah Adiwiyata berprestasi tingkat SD yakni, SDN 08 Minas, SDN 15 Perawang Barat, SDN 05 Perawang, SDN 04 Perawang Barat, SD Swasta Marsudirini, SDN 08 Kampung Rempang, SDN 01 Sungai Apit, SD Swasta Kimia Tirta Utama, SDN 08 Empang Pandan, SDN 03 Perawang Barat, SDN 04 Buatan Besar, SDN 09 Empang Pandan.
Sementara tingkat SMP yakni, SMPN 4 Minas, SMPN 5 Tualang, SMPN 9 Tualang, SMPN 1 Tualang, SMPN 7 Tualang, SMPN 1 Sungai Apit, SMPN 1 Dayun, SMPN 1 Bunga Raya.
Dan untuk tingkat SMA yakni, SMAN 1 Koto Gasib, SMAN 5 Tualang, SMAN 2 Tualang, SMK Yamatu Tualang, SMAN 1 Sungai Apit, dan SMKN 1 Tualang.
Sempena peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 di Kabupaten Siak ini. Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan serangkaian kegiatan di antaranya, lomba mewarnai tingkat pelajar PAUD, TK dan SD se-Kecamatan Siak dan Mempura, penanaman pohon di areal Kompleks Islamic Center, lomba fotografi dengan tema Taman Nasional Zamrud, gotong royong massal di seluruh kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Siak, lomba insinyur cilik tingkat SLTP se-Kecamatan Siak dan Mempura, seminar lingkungan hidup bersama LSM Peduli Lingkungan dan pelajar SLTA, Pameran lingkungan hidup se-Provinsi Riau, sepeda santai bersama masyarakat Kabupaten Siak, serta Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 di Kabupaten Siak dan Malam Penganugerahan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016.
Syamsuar berharap, melalui pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut, isu-isu pelestarian lingkungan hidup hendaknya ke depan tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah saja, tapi juga menjadi tanggungjawab kita semua baik pemerintah, aparat hukum, pemerhati lingkungan, maupun masyarakat luas.
Sebab sebagaimana arahan dan kebijakan pemerintah pusat, keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam berbagai upaya pelestarian lingkungan hayati mutlak diperlukan untuk mendukung upaya lain yang saat ini sedang berlangsung. Semoga alam kita tetap lestari, hutan kita tetap hijau, dan satwa kita tetap riang dan damai dalam habitatnya.(RB)
| Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…