IndoNarator: Kekuatan Manunggal Dibalik Jenderal Andika dan PBNU, Hasil Akhir Pilpres Sudah Dipersiapkan?

IndoNarator: Kekuatan Manunggal Dibalik Jenderal Andika dan PBNU, Hasil Akhir Pilpres Sudah Dipersiapkan?

Ist

RIAUBOOK.COM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menggelar kunjungan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Senin (23/5/2022). Kunjungan perdana Andika ke gedung ormas Islam terbesar ini menimbulkan beragam tafsir di kalangan pengamat.

Berikut ulasan Harsam (Research Director of IndoNarator) terkait makna dibalik pertemuan Panglima Andika dengan para pengurus besar NU.

Ada yang mengaitkan momentum ini dalam konteks penguatan satu warna untuk meneguhkan semangat menjaga dan memperkuat NKRI, namun lainnya melihat pertemuan ini sebagai ajang konsolidasi kekuatan menyongsong Pemilu 2024. Lantas, apa yang dapat dimaknai di balik pertemuan penting ini?

Baru-baru ini berkembang isu bahwa Jenderal Andika bakal ikut berkontestasi pada Pemilu 2024 mendatang. Kabar ini berhembus usai nama menantu dari eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono ini masuk dalam deretan figur potensial untuk Pilpres 2024 yang dirilis sejumlah lembaga survei terkemuka tanah air.

Merujuk laporan survei yang dilakukan Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022, misalnya, nama Andika Perkasa termasuk dalam tiga jenderal_dua lainnya yakni Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo_yang masuk bursa pencapresan 2024.

Tidak hanya itu, Andika Perkasa bahkan mengungguli elektabilitas Gatot (1,4 persen), Erick Thohir (1,1 persen), Puan Maharani (0,6) dengan elektabilitas 2 persen.

Sebagai figur pendatang baru, capaian elektabilitas yang diperoleh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu terbilang ciamik. Bagaimana tidak, nama Andika sebelumnya kurang begitu populer bahkan nyaris sedikit yang mengenalnya. Namun, popularitasnya melejit setelah dirinya didapuk menjadi Panglima TNI. Bukan hanya itu, ia juga berhasil menggusur nama Gatot yang notabene lebih diunggulkan beberapa pengamat.

Dengan segala dinamika dan pencapaiannya yang luar biasa menyongsong hajatan politik akbar 2024, bukan tidak mungkin kans Andika untuk maju sebagai capres di Pemilu 2024 mendatang sangat terbuka lebar. Pada poin inilah penting untuk memaknai esensi di balik pertemuan Andika dan Ketum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.

Dinamika Menjelang Pemilu 2024

Perhelatan politik elektoral 2024 memang masih sekitar 2 tahun lebih_Februari 2024. Itu artinya, segala persiapan untuk menjemput momen tersebut masih cukup waktu.

Meski begitu, setiap orang tentu memiliki perhitungan dan langkah yang tidak bisa disamaratakan. Barangkali hal ini pula yang mendorong sejumlah tokoh politik jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi dan kampanye diri untuk mengetes respons publik.

Kita tentu masih ingat beberapa waktu lalu saat kasus pandemi Covid-19 sedang melambung tinggi, justru publik dihebohkan dengan perlombaan pemasangan poster dan baliho sejumlah elite partai.

Hal itu sontak menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat karena dinilai tidak kontekstual dengan situasi yang tengah dihadapi masyarakat.

Masyarakat menganggap perilaku elite yang terlibat dalam aksi norak itu sungguh jauh dari harapan publik. Pasalnya, jadwal Pemilu 2024 saat itu masih dalam tataran wacana -selain memang waktunya masih cukup jauh- karena Jokowi sendiri baru 2 tahun menjalani masa kepemimpinan untuk periode kedua pasca dilantik.

Di samping itu, masyarakat masih dirundung pilu karena kasus Covid-19 kala itu belum berhasil dikendalikan oleh pemerintah.

Namun, itulah dinamika yang terjadi menjelang Pemilu akan datang. Masing-masing kelompok terus mencoba mencari cara agar dapat memenangkan kontestasi. Motivasi untuk memenangkan perhelatan Pemilu 2024 itulah yang mendorong para elite politik melakukan beragam cara demi memuluskan langkah ke depan.

Alhasil, sampai detik ini aneka strategi dan taktik yang dimainkan oleh masing-masing kelompok menyambut pesta demokrasi akan datang semakin tampak masif. Ini terlihat dari serangkaian kegiatan politik mulai dari safari, lobi, konsolidasi, hingga deklarasi koalisi seperti yang dilakukan tiga parpol, Golkar, PPP dan PAN belum lama ini.

Meskipun sampai hari ini belum satupun parpol yang terang-terangan mengusung jagoannya, beberapa figur sudah secara terbuka mendeklarasikan diri siap mengikuti kandidasi untuk Pilpres nanti.

Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil (Kang Emil), Ketum PSI Giring Ganesa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan beberapa tokoh lainnya seperti Ketuda DPD RI La Nyalla Mattaliti, Ketum Demokrat AHY, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan lain-lain.

Dari sekian nama yang bermunculan di bursa pencapresan 2024, IndoNarator mencermati terdapat beberapa tokoh–salah satunya Jenderal Andika yang kemunculannya di bursa kandidat Pilpres cukup mengagetkan–yang menarik untuk disorot.

Sebagai pendatang baru di kancah politik nasional, nama Andika belakangan justru menyita banyak perhatian dari warga. Meskipun statusnya saat ini sebagai TNI aktif dan masih menjabat sebagai Panglima TNI, Andika dikabarkan akan ambil bagian pada Pemilu 2024.

Dengan elektabilitasnya yang terbilang jauh lebih unggul dibandingkan beberapa elite penting lainnya,  bukan tidak mungkin Andika akan dilirik oleh partai atau koalisi partai untuk diusung menjadi Capres di 2024. Apalagi, belakangan sinyal dukungan terhadap suami Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati ini semakin kuat, ditambah sinyal positif dari Gus Yahya selaku pemimpin ormas Islam terbesar Indonesia. 

Pesan di Balik Pertemuan Andika-Gus Yahya

Meskipun dengan nada bercanda (dengan maksud menyentil sikap dan perkataan Cak Imin), pernyataan Gus Yahya yang mengatakan "Nanti kan sebentar lagi Panglima (maksudnya kepada Jenderal Andika) juga akan mengumpulkan ulama," menimbulkan banyak penafsiran berbeda-beda di kalangan elite maupun pengamat politik.

Terlepas dari beragam tafsir atas maksud perkataan Gus Yahya, IndoNarator melihat apa yang diucapkan eks tenaga ahli perumus kebijakan pada Dewan Eksekutif Agama-Agama di Amerika Serikat-Indonesia itu perlu dimaknai lebih jauh.

Pasalnya, pernyataan Gus Yahya jika dipahami lebih dalam sebetulnya tidak sekadar bercanda, melainkan bentuk tersirat dari dukungannya kepada Jenderal Andika jika benar maju di Pilpres mendatang.

Pembacaan terhadap dukungan Gus Yahya kepada Jenderal Andika selain karena imbas dari perseteruan antara Gus Yahya dan Cak Imin soal dukungan politik warga NU (Nahdliyin) terhadap PKB yang sampai sekarang masih terus hangat, juga termasuk memperkuat teori "Satu Warna Dua Bendera" itu sendiri.

Sebagaimana publik ketahui, hubungan antara Gus Yahya dan Cak Imin belakangan merenggang akibat perbedaan sikap dan pandangan soal dukungan politik nahdliyin.

Bagi Cak Imin, para nahdliyin wajib menyalurkan dukungannya (satu-satunya) kepada PKB, sebagai partai yang lahir dari para tokoh sentral NU. Melihat hubungan historis antara NU dan PKB yang tidak bisa dilepas-pisahkan sebagai satu kesatuan visi dan ideologi itu, Cak Imin mengambil kesimpulan bahwa warga NU wajib memberikan dukungan politik satu-satunya hanya kepada PKB.

Pernyataan Cak Imin lalu disangkal Gus Yahya. Menurutnya, ajakan agar para nahdliyin harus mendukung PKB pada Pemilu mendatang sama sekali tidak berdasar. Gus Yahya bahkan dengan tegas mengatakan NU secara institusional bukan menjadi bagian dalam kompetisi politik. Itu menurutnya senafas dan seturut dengan hasil keputusan Muktamar NU pada 1984.

Sekilas, perbedaan interpretasi soal dukungan NU kepada PKB antara Cak Imin dan Gus Yahya menarik untuk diamati, menimbang keduanya sama-sama memiliki pengaruh cukup kuat di kalangan warga nahdliyin.

Artinya, jika perselisihan di antara kedua tokoh penting NU ini terus berlanjut hingga Pemilu 2024, bukan tidak mungkin suara NU akan mengalami pembelahan dan ini akan disambut oleh Capres-Cawapres yang berharap dapat mengambil kesempatan di balik perpecahan ini.

Meskipun, secara fakta warga NU selama ini tidak pernah satu suara dalam melabuhkan dukungan ke salah satu partai ataupun kandidat, dengan adanya pembelahan sikap di antara kedua petinggi NU akan membawa dampak luar biasa terhadap suara nahdliyin pada Pemilu mendatang.

Lantas, bagaimana dengan pertemuan Jenderal Andika dan Gus Yahya kemarin?

Satu hal yang selama ini luput dari amatan publik ialah potensi "penyatuan" kekuatan satu warna dua bendera.

Kekuatan satu warna sendiri merujuk pada Islam dan militer sebagai representasi warna hijau (satu warna).

Jadi, keduanya hanya berbeda bendera, satunya bendera militer dan satunya lagi bendera Islam. Meski begitu, keduanya sama-sama terwakili dalam warna hijau: hijau Islam dan hijau militer.

Kekuatan satu warna dua bendera inilah yang tampaknya disadari oleh kedua tokoh (Jenderal Andika dan Gus Yahya) sebagai kekuatan besar dan penentu masa depan umat, bangsa dan negara.

Negara ini hanya akan menjadi negara yang besar, maju, dan disegani dunia, bila kedua kekuatan ini menjadi kekuatan manunggal.

Untuk itu, Pemilu 2024 akan menjadi momentum penting menyatunya kekuatan Islam-militer sebagai penentu masa depan republik Ini.

Fakta menarik lain yang patut diperhatikan terkait peran kedua figur yakni dapat disaksikan saat proses keduanya diangkat menjadi pimpinan.

Mengapa ini penting untuk dicermati, sebab terdapat pesan kuat bahwa terpilihnya Jenderal Andika sebagai Panglima TNI dan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU ada peran invisible hand di belakangnya.

Artinya, dari proses bagaimana keduanya didapuk menjadi pucuk pimpinan dengan segala drama yang menyertainya, memberikan sebuah gambaran yang cukup jelas bahwa semuanya masuk dalam desain untuk kepentingan Pemilu 2024 mendatang.

Sosok yang terlibat di balik skenario besar ini bisa berupa aktor (tunggal), kelompok atau lembaga tertentu atau bahkan oleh negara berkepentingan.

Dengan demikian, menjadi masuk akal ketika rentetan peristiwa yang terjadi belakangan dengan segala isyarat yang dapat dimaknai secara terang bahwa semua ini telah dipersiapkan jauh hari untuk menguatkan segala rencana yang telah dibangun di awal.

Mega skenario ini semakin terang tatkala dipertegas melalui pertemuan antara Jokowi dan Joe Biden yang berlangsung belum lama ini.

Pertanyaan muncul, apakah hasil akhir Pemilu 2024 telah dipersiapkan?

foto

Terkait

Foto

Sidang Gugatan Limbah Chevron Ungkap Fakta Mengejutkan

RIAUBOOK.COM - Fakta mencengangkan kembali hadir di persidangan Gugatan Lingkungan Hidup Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) terhadap pencemaran lingkungan…

Foto

Mendagri 'Dikadalin', Perisai Surati Presiden Indikasi Jual Beli Pj Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar

RIAUBOOK.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat Pemersatu Barisan Anti Korupsi (LSM-Perisai) juga bakal menyurati Presiden RI Joko Widodo terkait indikasi jual…

Foto

Kejagung Monitoring Jual Beli Jabatan Pj Wako Pekanbaru dan Kampar, Lapor Presiden

RIAUBOOK.COM - Aparat Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memonitoring penunjukan penjabat (pj) wali kota dan bupati yang dianggap rawan adanya transaksi…

Foto

Magnet Rocky Gerung, Musuh Jokowi Tak Tersisa

ROCKY Gerung, dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) menjadi magnet tatkala komentar-komentarnya kerap menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Gaya bicaranya…

Foto

Lengserkan Jokowi Hal Mudah, Rocky: Yang Sukar Lepas Cengkram Oligarki

RIAUBOOK.COM - Tak ada gunanya menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari jabatannya kalau cengkeraman oligarki masih mengintai, demikian Pengamat Politik…

Foto

Utang Indonesia tembus Rp7.000 Triliun, Bangkrut Atau 'Peras' Rakyat?

RIAUBOOK.COM - Pengamat politik nasional Rocky Gerung mengungkap utang Indonesia yang menembus Rp7.000 triliun menjadi ancaman serius bahkan hingga kebangkrutan.…

Foto

Media Eropa Sebut Jokowi-Luhut Bawa Indonesia Bangkrut

RIAUBOOK.COM - Kabar buruk diluapkan sejumlah surat kabar di Eropa dan Amerika yang menyebut Indonesia terancam bangkrut akibat salah kepemimpinan…

Foto

Berkat Konversi Bank Riau, Gubernur Raih Anugerah Adinata Syari'ah

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Haji Syamsuar memborong Anugerah Adinata Syari'ah 2022 berkat keuangan syariah yang direncanakan lewat konversi Bank Riau…

Foto

Militer Indonesia Makin Disegani, China Ketar-ketir

RIAUBOOK.COM - Kekuatan militer Indonesia kini semakin maju dan modern, bahkan sudah masuk ranking 14 dunia menurut Global Firepower 2022.…

Foto

Luhut Mencatat, Jokowi Tegaskan Pemilu Tetap 2024

RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memegaskan pemilihan umum (Pemilu) akan tetap dilaksanakan pada tahun 2024 tanpa penundaan seperti isu-isu…

Foto

Guru Besar UIN: Jokowi Kurang Tegas

RIAUBOOK.COM - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang para menterinya membicarakan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden masih…

Foto

Jangan Lagi Bicara Penundaan Pemilu, Jokowi: Nggak

RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang menterinya menyuarakan wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Jokowi…

Foto

Pengamat: Arief Rosyid Komisaris Berbahaya Bagi BSI

RIAUBOOK.COM - Wakil Presiden KH Ma'aruf Amin dan Kementerian BUMN harus segera mengambil langkah terkait adanya komisaris Bank Syariah Indonesia…

Foto

Wow, Kopi Indonesia Termahal di Dunia Kalahkan Napoleon

RIAUBOOK.COM - Ada yang menarik dari tanaman di Indonesia, ternyata biji kopi pilihan di negara ini mampu masuk deretan kopi…

Foto

Pawang Hujan Sirkuit Mandalika Jadi Sorotan Dunia, Mantranya Selamatkan MotoGP

RIAUBOOK.COM - Peristiwa hujan lebat yang mengguyur Sirkuit Mandalika sempat menunda start MotoGP Mandalika, namun tidak lama kemudian pawang hujan…

Foto

Dunia Diambang Perang Nuklir, Kiamat!

RIAUBOOK.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan agar pasukan nuklirnya bersiaga seiring tekanan dan ikut campur NATO dalam perang melawan…

Foto

Rusia Serang Ukraina, Begini Tanggapan AS

RIAUBOOK.COM - Di saat-saat gelap ini, pikiran kami bersama Ukraina dan para wanita, pria, dan anak-anak yang tidak bersalah saat mereka menghadapi…

Foto

Perang Dunia Dimulai, Rusia Gempur Ukraina

RIAUBOOK.COM - Peristiwa mengerikan telah terjadi, negara dengan kekuatan militer terbaik Rusia dilaporkan telah menggempur Ukraina pada Kamis (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir…

Foto

Legislator Pusat: Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Contoh Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Pusat pemerintahan Kota Pekanbaru, Riau, telah pindah ke pusat perkantoran Tenayan Raya sejak beberapa tahun terakhir dengan konsep…

Foto

Ukraina Terancam, Rusia Pun Dikecam

RIAUBOOK.COM - Beberapa rincian sanksi yang akan dihadapi Rusia jika menyerang Ukraina, demikian Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan