RIAUBOOK.COM - Daya magnet Partai Nasional Demokrat (NasDem) kian menguat setelah mengusung tiga nama bakal calon presiden 2024, mereka adalah Anies Rasyid Baswedan, Ganjar Pranowo, dan terakhir Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Setelah menetapkan tiga nama bakal Capres 2024 pada pertengahan Juni lalu, NasDem yang tadinya berencana menetapkan satu nama pada November mendatang kemudian secara tiba-tiba mempercepat langkah tersebut.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem bakal mendeklarasikan sosok calon presiden (capres) yang akan diusung di Pilpres 2024 pada Senin (3/10/2022), demikian informasi dari elite intenal partai berlambang rotasi biru.
Dikabarkan deklarasi yang pimpin Ketum Surya Paloh akan diselenggarakan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat mulai pukul 10.00 WIB.
Lantas siapa satu dari tiga nama yang bakal dipilih NasDem?
Jika ditarik dari hikayat politiknya, maka nama Anies Baswedan menjadi yang paling dekat dengan Partai NasDem.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali sebelumnya pernah mengatakan, kedekatan partainya dengan Anies Baswedanmerupakan hal yang tidak bisa ditutupi.
Gubernur DKI Jakarta ini adalah deklarator Ormas Nasional Demokrat yang menjadi cikal bakal Partai NasDem.
Menurut Ali, hikayat itulah yang membuat Anies bisa memahami visi partai sehingga layak untuk diusung sebagai capres dalam Pemilu 2024.
Menurut dia Anies sangat memahami visi dari partai ini karena dia jadi salah satu satu deklarator Ormas NasDem yang berubah jadi partai.
"Hubungan emosional itu yang selama ini terjadi," demikian Ali.
Kedekatan Anies dengan NasDem dibuktikan juga dengan perolehan dukungan kader partai yang begitu kuat sehingga terpilih sebagai salah satu dari tiga nama bakal capres pada partai besutan Surya Paloh.
Jika ditanya lebih jauh, apakah Anies layak untuk dicalonkan sebagai Capres 2024?
Merujuk pada hasil survei sejumlah lembaga yang menempatkan Anies selalu berada di tiga besar, maka Gubernur DKI itu benar menjadi sosok yang 'menawan'.
Namun sejumlah pengamat mengungkap fakta mengkhawatirkan terhadap Anies karena terjebak pada polarisasi politik identitas yang hingga kini masih membekas di tengah masyarakat.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an mengatakan polarisasi atau perpecahan kerap terjadi pada pemilihan presiden (pilpres), terutama pada Pilpres 2014 dan 2019.
Situasi itu bahkan berdampak buruk hingga masyarakat menjadi korban dari polarisasi dahsyat yang terjadi pada Pilpres 2019.
Pilpres lalu menurut Ali sebaiknya menjadi pembelajaran bagi elite politik sehingga diharapkan pada Pilpres 2024 ada skema untuk menangkal polarisasi yang sangat membahayakan.
Menurut dia, Indonesia butuh pemimpin yang bisa menyatukan agar tidak ada polarisasi pada Pilpres 2024.
Ali mengkui dirinya melihat ada perbedaan soal pemilih pada Pilpres 2024, dimana mereka (masyarakat) akan lebih menyukai tokoh yang dianggap mampu menyatukan dan memberi kedamaian bangsa.
Menurut pengamat, Anies bisa menjadi pilihan strategis NasDem jika mampu menyatukan kehendak dua arah; antara elite dan masyarakat.
Pekerjaan terberatnya adalah mengapus 'memori' politik identitas yang selama ini diidentikkan ke Anies.
Ganjar Pranowo
Satu nama yang menjadi rival Anies untuk metebut tiket NasDem adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Baik Ganjar maupun Anies sama-sama memiliki daya politik yang kuat, terbukti dalam survei sejumlah lembaga menempatkan keduanya pada posisi tiga besar bersama mantan Danjend Kopassus Prabowo Subianto.
Namun hingga saat ini, Ganjar masih 'terbelunggu' PDI Perjuangan. Sebagai kader partai banteng, Gubernur Jawa Tengah itu harus patuh terhadap aturan partai yang membesarkan namanya.
Gelagat Ketum Megawati Soekarnoputri yang menginginkan anaknya Puan Maharani maju pada Pilpres 2024 menjadi hambatan besar bagi Ganjar Pranowo.
Sejumlah pengamat mengindikasikan jika peluang Ganjar untuk 'menunggangi' PDIP melaju pada Pilpres 2024 tertutup rapat selama kehendak Mega untuk Puan.
Kendati demikian, sejumlah sumber menyebut bahwa Istana telah mempersiapkan segala kemungkinan untuk tetap menyertakan Ganjar dalam Pilpres 2024.
'Perahu besar' telah disiapkan untuk membawa Gubernur Jawa Tengah itu tanpa Nasdem di dalamnya.
Andika Perkasa
Bakal Capres 2024 terakhir yang masuk dalam nominasi NasDem adalah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Andika merupakan 'bintang' baru yang muncul mengejutkan dalam Rakernas NasDem pada Juni lalu.
Terdapat tiga hal janggal yang kemudian memunculkan kesan istimewa NasDem terhadap Jenderal Andika Perkasa.
Pertama; saat masuk bursa nominasi bakal Capres NasDem, Andika Perkasa merupakan Panglima TNI aktif yang menggeser nama mantan Danjend Kopassus Prabowo Subianto.
Bahkan jika dilihat berdasarkan survei terkait popularitas, Andika masih berada di bawah Prabowo sehingga pandangan awam seharusnya Menteri Pertahanan (MenHan) lah yang harusnya berada dalam nominasi NasDem bersama Anies dan Ganjar.
Kedua; ketika penjaringan tiga nama bakal capres oleh 'akar rumpun' Partai NasDem, nama Jenderal Andika Perkasa berada pada urutan kelima dibawah Menteri BUMN Erick Tohir dan Rahmad Gobel.
Namun faktanya, Ketum Surya Paloh lebih memilih Andika Perkasa ketimbang dua nama baik Erick maupun Rahmad Gobel.
Ketiga; dalam setiap kesempatan Ketua Umum NasDem Surya Paloh selalu berbicara soal Capres pemersatu bangsa.
Bahkan dia sempat berupaya memasangkan Ganjar dengan Anies dan mengajukan duet tersebut ke Istana demi penyelenggaraan Pemilu damai tanpa perpecahan.
Sayangnya usulan tersebut dilaporkan mendapat penolakan dari simpatisan dan pendukung masing-masing hingga memunculkan persepsi; Ganjar dan Anies layaknya minyak dan air yang sulit untuk disatukan.
Dengan demikian, satu-satunya jalan untuk memecah kebuntuhan dan merekatkan kembali persatuan bangsa, maka harus dimunculkan satu sosok kuat yang terbebas dari arus politik masa lalu.
Bisa jadi Andika Perkasa!
Riwayat baru bangsa!
Oleh Fazar Muhardi



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…