RIAUBIOK.COM - Meski sudah melakukan penghematan di segala sektor, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih mengalami defisit sekitar Rp800 miliar.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan, upaya coaching clinic yang dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, dinilai menjadi salah satu upaya yang cukup signifikan dalam membantu penghematan untuk menghadapi defisit yang semula sebesar 1,7 triliun.
"Sampai kemarin sudah 26 OPD yang melakukan coaching clinic untuk pencarian, pengusulan, pembayaran, sekaligus tunda bayar yang dimungkinkan," kata Sekda kepada Wartawan, Kamis (8/11/2018) di Kantor Gubernur Riau.
Dari 26 OPD yang melakukan coaching clinic tersebut, Kata Sekda, sampai hari ini pihaknya sudah mampu berhemat sebesar 360 miliar.
"Awalnya pengendalian yang kita lakukan dengan komitmen bersama, sudah terkumpul mencapai Rp600-an miliar, waktu itu kita masih punya beban defisit itu sekitar 1,7 triliun, dengan begitu sudah sedikit berkurang, defisit tinggal Rp1,1 triliun, kemarin kita dapat informasi lagi, bisa dilakukan penghematan sekitar Rp360 miliar, berarti kita masih defisit 800 miliar," tuturnya.
Hijazi mengatakan, paling tidak pihaknya harus menekan beban defisit hingga diangka Rp500 miliar.
"Karena sejalan dengan DBH (Dana Bagi Hasil) TW 4 yang dicairkan, Alhamdulillah dengan itu kita terbantu, walau pun memang DBH itu kewajiban pusat untuk mencairkan di triwulan yang sama, kalau itu tidak dicairkan, mungkin defisit kita lebih besar lagi," katanya. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…