RIAUBOOK.COM – Di tengah kondisi pelemahan nilai tukar rupiah, pemerintah berusaha menekan kebutuhan impor untuk mendongkrak bangkitnya perekonomian negara, hal tersebut juga berdampak pada keberlanjutan sejumlah sektor pembangunan, tidak terkecuali pada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang notabene banyak menggunakan komponen bahan baku impor.
Untuk Provinsi Riau sendiri setidaknya ada 11 (PSN) yang harus dikerjakan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 atas perubahannya Perpres Nomor 3 Tahun2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau Masperi mengatakan, dari 11 PSN tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan.
"Misalnya Ruas Tol Pekanbaru-Padang, Bendungan Cipang yang mendapat penolakan dari masyarakat, Ruas Tol Dumai - Rantau Parapat, lanjutan pembangunan jalur kereta api Medan - Rantau Parapat - Dumai - Muara Bungo dan seterusnya itu kan masih dalam tahap perencanaan," kata Masperi kepada RiauBook.com saat ditemui di Kantornya, Kamis (6/9/2018).
Masperi melanjutkan, untuk PSN yang sudah masuk dalam tahap pelaksanaan, sementara ini baru ada dua, yakni Ruas Tol Pekanbaru-Dumai dan pembangunan Jaringan Interkoneksi Tegangan Ekstra Tinggi (JITET) 500 KVA di Peranap dan Siak yang ditangani oleh PT.WASKITA.
"JITET itu sudah tahap sosialisasi, konsultasi publik juga sudah dan tinggal tahap penetapan lokasi, dan mestinya itu di tahun 2018 ini sudah harus selesai, Kalau Tol Pekanbaru-Dumai masih jalan, pengerjaan fisik di lapangan sudah 8 persen yang seksi I " kata Masperi.
Terkait dengan penundaan sejumlah PSN yang ada di Riau, kata dia, hingga kini pihaknya masih belum mendapat penjelasan dari Pemerintah Pusat.
"Terhadap Proyek Strategis yang ada di Riau ini kami belum mendapat penjelasan dari pusat apakah itu di tunda atau tidak, yang jelas sampai hari ini pekerjaan masih berlanjut," kata dia.
Seperti diketahui, hari ini Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat di Jakarta terkait penundaan PSN.
Hasil rapat tersebut bermuara untuk menunda kelanjutan PSN yang masih dalam tahap persiapan dan yang dianggap belum menjadi prioritas saat sekarang.
"Satu di masih tahap persiapan, belum financial closing, kedua soal urgensinya dilihat, sehingga kalau urgent ya tetep jalan tapi kalau misalnya pembangkit listrik di Jawa cadangan sudah banyak, tidak perlu buru-buru tapi tetap harus dilihat sampai kapan ditundanya supaya jangan nanti pada saatnya kalang kabut lagi cari investor," jelasnya. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…