RIAUBOOK.COM - Sejumlah nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendapat bantuan kapal yang lengkap dengan peralatan canggih sebagai penunkang tangkapan ikan di perairan.
"Saya sangat bersyukur kepada pemerintah pusat dan daerah atas bantuan kapal untuk nelayan Meranti," kata Asren, nelayan dari Koperasi Senepak Pantai, di dampingi Ketua Koperasi Senapan Pantai, Tambi, kepada RIAUBOOK.COM  saat melakukan bongkar ikan  hasil tangkapannya, Rabu (15/8/2018), di TPI Selatpanjang.
Kata dia, kapal yang dilengkapi dengan jaring itu, menjadi sarana  utama untuk mendapatkan rejeki berlimpah dari laut.
"Sejak kami dapatkan kapal untuk menjaring ikan tersebut, apalagi dengan berbagai alat canggih yang terdapat di kapal itu sangat membantu aktivitas kami di tengah lautan," katanya.
Terus terang, kata dia, dengan bantuan alat tangkap yang diberikan pemerintah itu, tidak adalagi alasan nelayan untuk tidak  hidup makmur.
Asren terlihat gembira dan mengaku sangat beruntung mendapatkan kapal jaring tersebut.Â
Disebutkannya, asal giat saja melaut, pasti akan mendapatkan ikan.Â
"Laut kita luas dengan garis pantai yang memanjang dari Timur ke Barat, sejajar dengan garis perbatasan di perairan internasional, dan sangat banyak ikannya," kata dia.
Dia katakan, dirinya mencari ikan hingga jauh ke tengah lautan dan memasang jaring persis di jalur kapal Tanker, namun dengan menguasai koordinat yang dipandu GPS, nelayan bisa mengetahui batas perairan dengan negara Malaysia.
"Dengan niat yang tulus dan dengan mental baja, kita mencari berkah di laut, maka laut itu juga akan memuaskan kita," katanya.
Menurut Asren, kenapa nelayan Meranti selama ini kurang berhasil melaut dengan mengatakan laut negara tidak memiliki ikan, namun dengan kapal canggih ini tentu hasilnya akan berbeda.
"Kami buktikan saat ini. Hanya lima kali tebar, jaring seukuran 11 bes, maka jaring yang kita bentang  itu mampu memenuhkan kapasitas kapal fiber kami. Ikan di sana banyak, kami jadi berpikir justru kapasitas kapal kita terkesan kecil. Sebab dengan muatan yang mini, kadang kita harus bolak balik ke Tanjung Balai Karimun untuk menjualnya di sana," katanya.
Nelayan katanya membuktikan sekarang bahwa laut negara masih banyak ikan. Hanya saja saat ini masih musim angin Selatan, ikan-ikan di lautan perbatasan itu lebih condong ke perairan Malaysia. l
"Namun memasuki angin Utara Oktober nanti, kami yakin laut Meranti kembali akan dipenuhi ikan, ungkap Asren  dengan gestur bangga," kata dia.
Ia bahkan mengatakan, tahun 2016 Â silam dengan nekat menyewa kapal, tapi hasil yang diperoleh mampu mengantarkan Ia dan istrinya Umroh.
Ikan negara di lautan begitu melimpah, nelayan yang kurang pengetahuan dan nyali kecil.
Kata dia, mencari ikan ditepi pantai memang hasilnya pasti mengecewakan, maka cobalah berlayar hingga ke perairan internasional, maka di sana akan ditemukan berbagai jenis ikan, baik dengan kualitas ekspor maupun jenis ikan lainnya.
Jaring Milenium
Asren juga membeberkan, kalau jenis jaring yang mereka gunakan saat ini adalah jaring milenium, bukan jaring 030 sebagaimana biasa selama ini digunakan nelayan.
"Memang harga jaring milenium jauh lebih mahal dari jaring biasa, tapi memberikan hasil yang memuaskan," kata dia lagi.
Diakhir bincang-bincangnya, dia menyampaikan terimakasih dan penghargaan tinggi buat Dinas Kelautan dan Perikanan sebab tanpa upaya mereka tidak mungkin dirinya dapatkan kapal ini.Â
"Diakuinya sampai jenggot menyentuh tanah pun rasanya kalau dengan uang sendiri membeli kapal ini tidak akan bisa," kata dia.
"Jadi kepada nelayan yang sudah mendapatkan kapal jenis yang sama, jangan menjadi tauke, tapi jadilah nelayan yang langsung melaut," kata dia  dengan senyum melebar. (rb/jos)Â



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…