RIAUBOOK.COM - Terkait penampakan harimau di area perkebunan PT. Seko Desa Sialang Jaya, kecamatan Lirik, Indragiri Hulu Riau disikapi serius oleh tim gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Rengat.
Tim melibatkan personil TNI dan kepolisian.
Untuk memastikan keberadaan hewan buas tersebut, tim melakukan penelusuran serta pemasangan kamera pemantau.
Kepala BKSDA Rengat, Permohonan Lubis mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tentang keberadaan hwan dilindungi tersebut.
"Saya mendapat informasi ada harimau sumatera yang melintas di areal PT Seko Indah menuju areal PT PAS," katanya.
Sekarang ini belum ada kepastian tentang keberadaan harimau sumatera itu. Sebagai bukti, foto jejak tapak mirip tapak harimau sumatera sempat beredar di tengah masyarakat Inhu.
Melihat foto jejak itu, Permohonan memperkirakan foto jejak itu sudah lama. Pasalnya di jejak tapak itu sudah tumbuh tanaman rumput. Selain itu, jejak itu juga belum bisa dipastikan jejak tapak harimau sumatera.
"Bisa saja jejak itu dibuat oleh manusia atau memang jejak harimau, tapi harimau dahan atau bukan jenis harimau sumatera," katanya. Kalau memang benar adanya, maka petugas akan melakukan tahapan selanjutnya.
Untuk memastikan itu, tim BKSDA Inhu melakukan pemasangan kamera trap di dua titik. Menurutnya kemungkinan dua daerah itu hanya menjadi daerah perlintasan bagi harimau sumatera tersebut. "Perlintasan harimau sumatera itu bisa sampai sejauh 200 kilometer, jadi bisa saja dia hanya melintas di sana. Namun kita masih melakukan penyelidikan terhadap jejak-jejak harimau itu," katanya.
Di Kabupaten Inhu memang menjadi daerah perlintasan harimau sumatera. Hal ini terbukti dari sejumlah kejadian yang tercatat oleh BKSDA Rengat. "Tahun 2005 pernah kejadian, ditemukan tiga ekor harimau sumatera di sekitaran wilayah PTPN Bukit Selasih," katanya. Kemudian di tahun 2010 harimau sumatera juga diketahui pernah melintas di depan SMP N 9. Namun sayangnya harimau sumatera itu mati ditabrak saat melintas di jalan tersebut.
"Kemudian di tahun 2017 ditemukan harimau sumatera melintas di Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida," katanya. Hingga pada tahun 2018 ini, kembali warga melihat harimau yang melintas di areal PT Seko Indah. Untuk memastikannya saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian.
Untuk pencarian jejak tersebut, tim BKSDA Inhu menurunkan enam orang petugasnya, selain itu ada dua petugas Bhabinkamtibmas dan satu orang Babinsa. Petugas gabungan juga dibantu oleh sepuluh orang warga. Oleh karena itu, warga dihimbau agar waspada. Semenjak kabar penemuan harimau itu hingga berita ini ditutunkan, belum ada informasi yang soal penyerangan harimau sumatera baik terhadap ternak ataupun manusia. (RB/MC)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…