RIAUBOOK.COM - Sebelumnya kabar heboh menerpa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dia bercerai dengan istrinya Veronica Tan.
Dan kini muncul pemberitaan di berbagai media tentang kemungkinan 'perceraian' Presiden Joko Widodo.
Bedanya, dalam kasus Ahok, gugatan perceraian itu dilatarbelakangi oleh adanya teman dekat Veronica Tan --untuk tidak menyebut perselingkuhan- yang dianggap mengganggu keluarga Ahok.
Sedangkan perceraian Jokowi Widodo lebih besar dipengaruhi oleh faktor usia yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan keluarga. Perceraian Joko Widodo ini punya latar belakang politik.
Seperti diketahui, tahun 2019 akan tiba saatnya hajat politik yakni pemilihan legislatif sekalian Pemilihan Presiden RI karena periodesasi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah harus berahir pada tahun 2019.
Meski terhitung masih dua tahun lagi, Joko Widodo bisa dipastikan akan manggung lagi, indikasi ke arah itu sudah banyak diketahui publik.
Partai Golkar misalnya, sudah mengetok palu sidang di Munaslub beberapa waktu lalu dan memutuskan mengusung Joko Widodo dalam Pilpres 2019, demikian halnya dengan PDI-P, tak kan mungkin mencalonkan orang lain selain Joko Widodo.
Bagaimana dengan Calon Wakil Presiden RI yang akan mendampingi Joko Widodo, apakah tetap akan bermesraan dengan Jusuf Kalla?
Dari berbagai pemberitaan di media massa, nada-nadanya Jusuf Kalla sudah tidak berniat untuk menjadi calon Wakil Prsiden baik mendampingi Joko Widodo atau yang lain dengan pertimbangan usia.
Kalau demikian maka pada Pilpres 2019, Joko Widodo pada ahirnya akan 'bercerai' dengan Jusuf Kalla sebagai pasangan Presiden dan Wakil Prersiden.
Lantas siapa yang bakal mendampingi Jokowi? Sekarang sudah mulai penjajagan tentang kemungkinan Jokowi dipasangkan dengan tokoh-tokoh tertentu.
Makanya jangan heran jika kemudian tiba-tiba ada pemberitaan tentang hasil survei dari lembaga survei tertentu yang menyatakan bahwa jika Joko Widodo berpasangan dengan Si A hasilnya seperti ini, Jika dengan Si B hasilnya begini, dengan si C hasilnya begitu.
Bagi tokoh yang sudah 'kebelet' ingin jadi Wakil Presiden, media yang digunakan bisa melalui pemasangan baliho.
Ketua PKB, yakni Cak Imin alias Muhaimin Iskandar --misalnya--, telah menyebar baliho di seluruh peloksok negeri, dimana Cak Imin berkunjung, disitu tiba-tiba bertebaran baliho, isinya Cak Imin Calon Wakil Presiden.
Melihat gerak gerik Cak Imin yang giat mendekati Joko Widodo saat ini, ditambah lagi dengan maraknya baliho, telah memberikan kesan kepada publik bahwa Cak Imin adalah Calon Wakil Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.
Kesan lain adalah Cak Imin adalah tokoh yang sedang berusaha meyakinkan bahwa dirinya layak menjadi Wakil Presiden.
Pertanyaannya adalah apakah betul Jokowi sudah menentukan sikap untuk menggandeng Cak Imin sebagai bakal calon Wakil Presiden? Jangan-jangan itu hanya mimpi Cak Imin saja, sebab untuk menentukan siapa pendamping Joko Widodo harus ada kesepakatan dan ketuk palu dari partai yang mengusung.
Mimpi? Ya boleh saja asal jangan sampai terbuai mimpi. (RB/babe indonesia)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…