RIAUBOOK.COM - Iven Siak International Serindit Boat Race di Kabupaten Siak menjelang laga semifinal di warnai protes. Manager tim Dayung Baboko D'Lounge Buluh Cina - B Yusni IB mengaku kecewa dengan keputusan panitia, Kamis (21/12/17).
Buntut dari kekecewaan tersebut, tim asal Kabupaten Kampar itu membuat keputusan mundur dari hadapan panitia sembari membanting-banting kursi, serta mengobrak-abrik baner yang dipasang di pagar turap. Karena perundingan tidak membuahkan hasil.
"Peraturan sudah disepakati bersama, semua tim dayung juga setuju. Kalau ada tim yang mengambil jalur orang, dia kena disk," kata Yusni IB.
Pada babak quarter final itu Yusni mengaku timnya dicurangi. Maka ia membuat keputusan tidak melanjutkan perlombaan.
"Kami di jalur 1, saat menuju finish kami diapit oleh Inhu B dari jalur 2, dan Podsi Kota Jambi mengambil jalur kami. Dua tim ini mengambil jalur kami, sehingga kami tidak dapat jalan, seharusnya dua tim itu di disk," tegas Yusni IB.
"SMU olahraga kena disk karena mengambil jalur orang, kenapa 2 tim ini tidak di disk," tegas Yusni.
Awalnya Yusni menerima keputusan dewan juri dan panitia, kalau perlombaan diulang, atau semua tim dari race 17 semuanya kembali ikut bertanding. Namun kenyataan dilapangan, ada indikasi permainan.
"Kalau sketnya tidak dirubah, kami terima. Ada kejanggalan, babak semi final ini kami dijadwalkan bertanding dengan 5 jalur. Sementara race lain hanya 4 jalur. Baru kali ini ada race memakai 5 jalur. Masalahnya lagi, sesuai sket kami seharusnya di jalur 2, namun saat mau dimulai, kami dipindah ke jalur 5, ini menandakan ada permainan," tegas Yusni.
Berdasarkan sket yang telah disebarkan panitia, memang benar seharusnya Dayung Baboko D'Lounge B.C - B berada di posisi jalur 2. Namun saat laga semi final, sket berubah.
"Protes yang kami sampaikan tidak ditanggapi, jadi kambil sikap mundur secara terhormat. Biar tidak dapat gelar juara," tegasnya.
Senada disampaikan oleh Almuzakir, ia meminta ketegasan panitia dan dewan juri. "Ini iven internasional, kenapa tidak tegas. Yang mengambil jalur orang ya wajib di disk. Jangan ada permainan," tegas Almuzakir.
"Nanti kita menuntut kerugian pada panitia, kita sudah banyak mengelurkan biaya datang ke Siak. Sampai di sini dicurangi, kami dirugikan," tegas Almuzakir.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni mengaku sebagai panitia pihaknya telah memanggil 4 tim yang berlaga di Race 17 babak kuarter final.
"Race 17 tidak bisa kita putuskan siapa pemenangnya, sementara semua tim tidak mau diulang. Sehingga diambil kebijakan ke empat tim lolos ke semi final. Namun ada penambahan jalur. Race 17 kemaren yang menjadi penegasan bagi race selanjutnya, siapa yang mengambil jalur orang kena disk," tegas Fauzi Asni.
Race 17 kemaren merupakan laga pertama babak quarter final. Sementara kasus memotong jalur orang pertama terjadi di race 17.
"Malam tadi, kemaren kita buat rapat evaluasi, semua manager tim kita undang. Kalau tidak terima, kenapa tidak di forum disampaikan, sudah mau bertanding baru perotes," kata Fauzi Asni. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…