RIAUBOOK.COM - Kelompok perajin kulit asal Yogyakarta berniat untuk berinvestasi di Provinsi Riau dengan mengirim beberapa perajin andalan mereka untuk membuka gerai di wilayah Ibu Kota Pekanbaru dan melatih kelompok pri bumi mengembangkan kerajinan khas kulit.
"Sudah tak siapkan (para perajin) untuk dikirim ke Riau, mungkin awal tahun depan," kata Sarifudin, Ketua Kelompok Perajin Kulit di Manding, Yogyakarta, kepada RiauBook.com yang menemuinya di gerai sederhana kawasan Manding, Jumat (15/12/2017).
Kawasan Manding adalah pusat kerajinan kulit khas Jogja yang berada di Desa Wisata Kerajinan Kulit Manding tepatnya di persimpangan Jalan Parangtritis km 11, atau di  Jalan DR Wahidin Sudiro Husodo, Manding, Sabdodadi, Bantul, sekitar 15 km dari pusat kota Jogja ke arah selatan menuju Pantai Parangtritis.
Di desa wisata itu terdapat ratusan gerai kerajinan kulit yang dibuat secara tradisional oleh para perajin tempatan, terdapat berbagai macam kebutuhan sandang di sana, mulai dari sepatu, sandal, dompet, tas dan lainnya.
Sarifudin adalah salah satu ketua dari sejumlah kelompok kerajinan kulit yang ada di kawasan tersebut, sehari-hari, dia bersama puluhan anggotanya mengerjakan pesanan mulai dari sandal, sepatu, dompet, tas dan bahkan tali jam tangan.
"Sehari saya bersama teman-teman bisa menghasilkan ratusan sandal, sepatu, dompet dan tas," kata dia.
Sarifudin mengatakan, hasil kerajinan tersebut yang kemudian dijajakan di gerai-gerai yang ada di kawasan Manding, tidak jarang dia menerima pesanan khusus dari wisatawan.
"Kalau musim liburan seperti sekarang ini, banyak wisatawan yang memesannya langsung ke saya dengan pilihan banyak model, bisa siap tiga hari untuk tiap item pesanan," katanya.
Untuk mengembangkan pasar dan membantu daerah lain mewujudkan destinasi wisata belanja seperti di Riau, Sarifudin juga berencana meletakkan perwakilan di Pekanbaru.
Gerainya kata dia sudah disiapkan, bekerjasama dengan sebuah perusahaan dan yayasan lingkungan yang ada di Riau.
"Nantinya, para perajin kita akan melatih calon perajin dari Riau untuk membuat sepatu, sandal, dompet dan tas yang tentu bahan dasarnya adalah kulit, bisa kulit apa saja," katanya.
Dengan adanya kerajinan kulit di Riau yang khas, demikian Sarifudin, maka bukan tidak mungkin Riau juga di satu kawasan juga akan ada pasar wisata khas kulit seperti halnya di Manding.
"Semoga pemerintahnya memberi dukungan," demikian Sarifudin. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…