RIAUBOOK.COM - Seorang perwakilan dari Riau diminta menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bidang tata kelola destinasi pariwisata dan asistensi tata kelola destinasi pariwisata khusus cluster Tanjung Puting.
Permintaan itu tidak lain dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Asisten Deputi (Asdep) Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Oneng Setya.
Adalah Osvian Putra, yang sehari-hari selaku Pembina DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Riau.
Osvian menjadi pembicara penerapan standar kepariwisataan serta bagaimana pengelolaan desa wisata di Riau.
Osvian sendiri menjadi narasumber di luar Riau ini bukanlah kali pertama.
Di antaranya, pernah diundang ke Kaltim, Gorontalo, Bengkulu, Aceh, Kepri juga Jawa Barat dan Pernah juga menguji (sertifikasi) di Papua, NTT, DIY, Sumbar, Sumut, Aceh, Kepri, Jambi dan Wakatobi-Baubau, Sulawesi Utara.
"Kami bicara panjang lebar dan diskusi cukup lama dengan ibu Oneng Setya Harini, tentang apa dan bagaimana pengelolaan Desa Wisata di Riau berikut standarisasi penilaian yang diterapkan," kata Osvian Putra, Sabtu (4/11/17).
Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pariwisata Republilk Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dilaksanakan selama dua hari di Hotel Swiss Bellin Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dimulai Rabu (1-2/11/17) lalu. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan para pemandu wisata khususnya di Kabupaten Kobar.
Adalah Kadis Pariwisata Kobar Gusti Imansyah, yang membuka acara. Turut hadir jajaran Dinas Pariwisata tempatan, serta berbagai undangan lainnya.
"Pada bulan oktober lalu, saya diberikan kehormatan menjadi ketua dewan juri pada acara lomba Sapta Pesona 2017 di Pekanbaru, yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Riau. Pada acara itulah saya bertemu dengan Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar, lalu diberikan kepercayaan menjadi pembicara," ujarnya.
Menurutnya, kehormatan itu tidak hanya dia secara pribadi. Tetapi lebih dari itu juga bisa mempromosikan bagaimana kepariwisataan di Riau. Karena, di Riau sendiri banyak destinasi wisata yang tak kalah hebat dibanding daerah lainnya.
"Ini merupakan kebanggaan bagi kami diminta oleh Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar untuk menjadi narasumber kegiatan ini Pelatihan di Pangkalan Bun," ungkap Osvian yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Riau Fahmizal, merespon positip akan hal itu. Menurutnya, hal itu menjadi momentum untuk berbagi pengalaman sektor pariwisata antar daerah yang difasilitasi oleh pihak Kementerian Pariwisata RI.
Diharapkan, Osvian juga dapat mempromosikan destinasi wisata di Riau. Dengan begitu, nama Riau terangkat dan lebih dikenal sebagaimana usaha yang dilakukan Dinas Pariwisata Riau selama ini.
Turut hadir saat Osvian menjadi narasumber tersebut, yakni Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Pariwisata Khusus Kemenpar, Kusnoto, DPD HPI kalteng Yomie Kamale, Ketua DPC HPI kobar Muhammad Yusuf dan pelaku industri wisata di Kobar yang terdiri dari 42 peserta, berasal dari pokdarwis dari Kabupaten Kobar dan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…