RIAUBOOK.COM - Pemerintah Kota Pariaman menegaskan pesta budaya Tabuik Piaman merupakan budaya bukan ritual agama, kesenian tersebut dikatakannya mendongkrak tinggi wisatawan yang datang kedaerah tersebut.
Asisten III Pemerintah Kota Pariaman, Lanefi, mengatakan didepan Walikota Dumai Zulkifli AS, ketua DPRD Kota Dumai, Gusri Effendi, Waka Polres Dumai, Kompol Dhana Ananda, dan juga tamu undangan lainnya pada pelantikan pengurus Generasi Muda Pariaman (Gempar) Dumai pada Minggu (15/10/2017), bahwa pesta Tabuik merupakan budaya yang paling diminati masyarakat dan bukan ritual agama.
"Tabuik merupakan event budaya yang sudah masuk dalam kalender pariwisata Sumatera Barat, bukan ritual agama, ini menjawab kekawatiran sejumlah tokoh menyangsikan aliran tertentu seperti Syiah," kata Lanefi pada saat itu.
Lanefi juga menegaskan, warga Pariaman mayoritas aliran Suni dan tidak satupun yang beraliran Syiah.
"Saya beraharap seluruh masyarakat agar dapat berkunjung ke Pariaman untuk menikmati indahnya wisata kota yang mempunyai wilayah 12,7 KM dan dapat mengamati warga Pariaman apa ada yang beraliran tertentu yang dilarang oleh agama Islam," katanya.
Disebutkannya juga, saat ini, bahwa Tabuik yang pernah tampil di acara budaya Internasional juga masuk kedalam nominasi budaya terpopuler di Indonesia.
"Kami mohon bantuan kepada masyarakat kota Dumai, agar kota Pariaman mendapat anugerah Pesona Indonesia 2017, dengan kategori atraksi budaya terpopuler," katanya menyampaikan pesan dari Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman.
Ketua Front Pembela Islam kota Dumai, Azwar Djas, menyebutkan pelaksanaan Hoyak Tabuik yang dilaksanakan di kota Dumai hanya sebuah kebudayaan, dan tidak terdapat unsur aliran Syiah.
Azwar Djas menyebutkan, ulama-ulama kondang seperti Buya Hamka, Buya Nasir, Syech Jamil Jambek dan juga Tuanku Imam Bonjol, tidak ada yang mengkomen Tabuik dan mengkaitkan dengan Syiah.
"Kalau saya perhatikan sekarang yang ada di Dumai, Tabuik tidak ada menunjukan sedikitpun terkait hal Syiah yang dikawatirkan oleh orang banyak," kata Azwar Djas.
Selain itu, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur Datuak Putiah, juga mengatakan, dengan dilantiknya pengurus dan Satgas Gempar di kota Dumai, dapat membangun daerah bersama pemerintah daerah.
"Kita titipkan kepada Walikota Dumai, agar Gempar dan satgasnya dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah untuk mewujudkan kota Dumai makmur dan madani serta bersatu dengan suku-suku yang ada," kata Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur SE MM Datuak Putiah.(RB/Iwan)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…